{"id":22614,"date":"2014-04-17T19:10:12","date_gmt":"2014-04-17T12:10:12","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=22614"},"modified":"2014-04-17T19:11:51","modified_gmt":"2014-04-17T12:11:51","slug":"fadli-zon-buka-bukaan-tentang-operasi-tim-mawar-kopassus-tahun-1998","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=22614","title":{"rendered":"Fadli Zon Buka- Bukaan Tentang Operasi Tim Mawar Kopassus Tahun 1998"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Waketum Gerindra Fadli Zon berkicau di twitter terkait tuduhan penangkapan dan peculikan aktivis pada awal tahun 1998 silam. Seolah Fadli ingin meluruskan pandangan publik terhadap capres Gerindra, Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>&#8220;Saya ingin menyampaikan yang sebenarnya terjadi,&#8221; kata Fadli, Kamis (17\/4\/2014).<\/p>\n<p>Kultwit Fadli mengungkit kembali kejadian-kejadian yang meresahkan warga di awal tahun 1998 silam. Fadli merasa perlu menjelaskan kebenaran versi dirinya, lantaran isu Tim Mawar itu selalu dijadikan senjata serangan rival politik ke Prabowo.<\/p>\n<p>&#8220;Sedikit tentang penangkapan\/penculikan sekitar 1998. Mudah-mudahan mencerahkan. Isu penangkapan\/penculikan selalu didaur ulang untuk kepentingan politik. Kadang dipakai LSM yang merupakan perpanjangan kepentingan asing,&#8221; kata Fadli.<\/p>\n<p><strong>Berikut kultwit Fadli Zon selengkapnya :<\/strong><\/p>\n<p>1. Sambil jalan menuju Jakarta, saya kultwit sedikit soal tuduhan penangkapan atau penculikan pada awal 1998.<br \/>\n2. Akhir 1997, RI sedang di tengah krisis. Rupiah parah melemah. Presiden sempat sakit. IMF sudah tutup 16 bank. Keadaan ekonomi makin kacau.<br \/>\n3. Krisis moneter berubah jadi krisis ekonomi. Terus multidimensi. Ada ancaman bom di gedung-gedung tinggi di Jl Sudirman dan Thamrin Jakarta.<br \/>\n4. Ancaman bom via faximili membuat heboh dan selalu jadi berita TVRI hampir tiap Hari. Para karyawan di gedung-gedung tersebut turun ke luar gedung.<br \/>\n5. Ancaman bom tak terbukti. Tapi meresahkan masyarakat waktu itu. Lalu ditemuan aktivis Fretilin bawa bom di Demak. Jadi cover story Majalah.<br \/>\n6. Rupiah makin terpuruk bahkan setelah ttd LoI ke-2 dengan IMF 15 Januari 1998. Inget, Camdessus melipat tangan di dada dengan postur angkuh.<br \/>\n7. Tanggal 18 Januari 1998, di tengah krisis rupiah eh ada bom meledak di rumah susun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Menurut berita ada 22 bom dirakit.<br \/>\n8. Masyarakat di rusun kaget dan ada aktivis kiri ditangkap babinsa. Lalu Kodam Jaya masuk. Pangdamnya Sjafrie Sjamsoeddin waktu itu.<br \/>\n9. Di dalam kos-kosan rusun ditangkap seorang aktivis lalu sejumlah dokumen, termasuk rencana-rencana mau buat kekacauan jelang SU MPR 98.<br \/>\n10. Nah ada nama-nama aktivis yangg dianggap aparat mau buat kekacauan. Nama-nama itu ada di laptop dan dokumen Tanah Tinggi.<br \/>\n11. Bahkan ada beberapa pengusaha dipanggil oleh Kodam karena ada namanya di dalam dokumen sebagai donatur.<br \/>\n12. Maka militer yang waktu itu masih bertanggung jawab terhadap masalah keamanan dan pertahanan, lancarkan operasi penangkapan\/penahanan.<br \/>\n13. Penangkapan ditujukan pada para aktivis yang namanya ada dalam dokumen Tanah Tinggi, tempat 22 bom ditemukan.<br \/>\n14. Penangkapan itu dalam rangka cegah kerusuhan\/kekacauan jelang SU MPR 1998 tepatnya Maret 1998.<br \/>\n15. Kalau sekarang disebut preemptive action, itu yang dilakukan AS nangkapi terduga teroris di seluruh dunia.<br \/>\n16. Istilah penangkapan berubah jadi penculikan, apalagi setelah reformasi.<br \/>\n17. Ada yang ditangkap oleh Tim Mawar dari Kopassus, ada juga oleh yang lain. Tak jelas. Karena salah prosedur, maka Tim Mawar diadili.<br \/>\n18. Pengadilan Mahmilti memvonis anggota Tim Mawar dengan pemecatan dan penjara. Komandan Tim ini adalah seorang Mayor.<br \/>\n19. Mengenai yang lain tak jelas Siapa yang lakukan operasi. Yang ditangkap Tim Mawar 9 orang dan kembali. Sekarang sebagian besar jadi kawan-kawan seperjuangan<br \/>\n20. Ada Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang, Desmond Mahesa, Aan Rusdianto dll masuk Gerindra dan mendukung Prabowo.<br \/>\n21. Isu orang hilang memang jadi wacana tiap Pemilu, wacana yang didaur ulang untuk kepentingan politik jangka pendek.<br \/>\n22. Banyak sekali orang hilang di Republik ini. Sejak 1948, kalangan NU dan pamong dibantai PKI Musso di Jawa Timur. Mereka dimasukkan ke Sumur Soco.<br \/>\n23. Pembalasan terhadap PKI Musso juga tak kalah banyak. Begitu juga tahun 1965 banyak yang hilang. Thn 1970-an org Islam dikejar-kejar.<br \/>\n24. Lalu ada penembakan misterius (petrus) yang dilakukan aparat untuk habisi preman dan radikal. Ribuan mati tahun 1980-an.<br \/>\n25. Lalu ada peristiwa Tanjung Priok 1984, Talangsari 1989, ada juga yang hilang. Terakhir ya 1998, masih ada 13 yang hilang.<br \/>\n26. Alm Munir wafat di era pemerintahan Megawati, 7 September 2004.<br \/>\n27. Prabowo mengatakan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan anak buahnya (Tim Mawar). Walaupun tak pernah memerintahkan penangkapan.<br \/>\n28. Penangkapan\/penculikan adalah inisiatif Tim Mawar. Maka itu mereka diadili dan dihukum.<br \/>\n29. Itulah sedikit tentang penangkapan\/penculikan sekitar 1998. Mudah2an mencerahkan.<br \/>\n30. Isu penangkapan\/penculikan selalu didaur ulang untuk kepentingan politik. Kadang dipakai LSM yang merupakan perpanjangan kepentingan asing.<br \/>\n31. Biasanya mereka laporkan HAM di RI kepada negara pelanggar HAM no satu dunia. Diongkosi dan dipuji-puji media mereka.<br \/>\n32. Kasus penangkapan\/penculikan sudah tuntas tahun 1999 oleh Mahmilti. Ada nebis in idem. Kecuali ada fakta baru.<br \/>\n33. Saya sangat menyayangkan kesalahan penangkapan\/penculikan tersebut. Apalagi mereka aktivis biasa saja. Kecuali yang belajar buat bom.<br \/>\n34. Penyair Wiji Thukul saya kagum. Sajak-nya sederhana punya ruh. Saya pertama kali jumpa tahun 1992 di Pasar Malam Puisi di Erasmus Huis.<br \/>\n35. Sekian saja, karena sudah hampir sampai Jakarta. (dtc\/Aziz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Waketum Gerindra Fadli Zon berkicau di twitter terkait tuduhan penangkapan dan peculikan aktivis pada awal tahun 1998 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-22614","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22614"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22614\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22618,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22614\/revisions\/22618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}