{"id":2266,"date":"2010-05-24T14:40:09","date_gmt":"2010-05-24T14:40:09","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2266"},"modified":"2010-05-24T14:40:09","modified_gmt":"2010-05-24T14:40:09","slug":"fitra-tuding-ada-mark-up-rp-198-miliar-dalam-renovasi-rumah-anggota-dpr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2266","title":{"rendered":"Fitra Tuding Ada Mark-Up Rp 198 Miliar Dalam Renovasi Rumah Anggota DPR"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/kompleks-dpr.JPG\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-2267\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"kompleks dpr\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/kompleks-dpr.JPG\" alt=\"kompleks dpr\" width=\"228\" height=\"139\" \/><\/a>Jakarta<\/strong>. Seputar Nusantara. \tForum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menuding ada  mark-up senilai Rp 198 miliar dalam renovasi 495 <a href=\"http:\/\/foto.detik.com\/readfoto\/2007\/10\/29\/135623\/845995\/157\/2\/rumah-dewan-sebelum-direnovasi\">rumah  jabatan anggota (RJA) DPR di Kalibata<\/a>, Jakarta Selatan. Fitra  menilai renovasi seharusnya hanya memakan biaya maksimal Rp 247 miliar,  bukan Rp 445 miliar seperti yang terdapat dalam Daftar Isian Pagu  Anggaran (DIPA) Setjen DPR 2009 dan 2010.<br \/>\n<!--more--><br \/>\n&#8220;Jadi dari renovasi  pembangunan RJA DPR Kalibata, ada mark-up sekitar Rp 400 juta setiap  rumah,&#8221; kata Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA, Uchok Sky  Khadafi, lewat rilis yang diterima detikcom, Senin (24\/5\/2010).<\/p>\n<p>Uchok  menjelaskan renovasi RJA DPR yang memakan Rp 445 miliar atau Rp 900  juta per rumah itu, terlalu mahal. Sebab renovasi hanya meliputi  perbaikan dan pembelian pintu kusen, pintu kaca, plafon, dan rangka  bangunan yang harganya diperkirakan hanya Rp 300 juta per rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Dan  kalau total renovasi pembangunan RJA Kalibata dengan ditambahkan dengan  ongkos tukang bangunan, harga secara maksimal sekitar Rp 500 juta (per  rumah),&#8221; jelas Uchok.<\/p>\n<p>Belum lagi, kata Uchok, pintu kusen, pintu  kaca, dan puing-puing rumah lama masih bernilai signifikan. Menurut  perhitungan Fitra, untuk 495 rumah barang-barang berkas itu bisa  bernilai Rp 5,8 milar.<\/p>\n<p>&#8220;Kenapa penjualan puing-puing bongkaran  RJA DPR Kalibata tidak melalui pelelangan,&#8221; kritik Uchok.<\/p>\n<p>Ketua  Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis mengaku tidak tahu menahu tentang  adanya dugaan mark-up senilai Rp 198 miliar itu. Ia lebih menyerahkan  data itu kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menyelidikinya.<\/p>\n<p>&#8220;BPK  yang akan menilai ada mark-up atau tidak,&#8221; kata Azis saat ditemui  detikcom di Gedung DPR.<\/p>\n<p>Azis mengingatkan, setiap masyarakat  berhak untuk menyampaikan informasi ke publik mengenai dugaan  penyelewengan anggaran. Namun demikian, masyarakat\u00a0 juga harus siap  mempertanggungjawabkan kebenaran data yang disampaikan.<\/p>\n<p>&#8220;Ya  mereka harus siap, jika pihak yang dirugikan memperkarakan dengan  laporan pencemaran nama baik,&#8221; kata Azis.<\/p>\n<p>Sementara itu, Sekjen  DPR Nining Indra Saleh, belum bisa dikonfirmasi terkait tudingan mark-up  miliaran rupiah ini. Ia sedang menghadiri rapat pimpinan DPR. (dtc)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menuding ada mark-up senilai Rp 198 miliar dalam renovasi 495 rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2266","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2266"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2266\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2268,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2266\/revisions\/2268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}