{"id":2298,"date":"2010-05-25T15:06:08","date_gmt":"2010-05-25T15:06:08","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2298"},"modified":"2010-05-25T15:07:04","modified_gmt":"2010-05-25T15:07:04","slug":"fitra-tuding-ada-mark-up-rp-198-miliar-dalam-renovasi-rumah-anggota-dpr-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2298","title":{"rendered":"Fitra Tuding Ada Mark-Up Rp 198 Miliar Dalam Renovasi Rumah Anggota DPR"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/kompleks-dpr1.JPG\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2299\" title=\"kompleks-dpr\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/05\/kompleks-dpr1.JPG\" alt=\"kompleks-dpr\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/a>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Forum Indonesia Untuk  Transparansi Anggaran (Fitra) menuding ada  mark-up senilai Rp 198  miliar dalam renovasi 495 <a href=\"http:\/\/foto.detik.com\/readfoto\/2007\/10\/29\/135623\/845995\/157\/2\/rumah-dewan-sebelum-direnovasi\">rumah   jabatan anggota (RJA) DPR di Kalibata<\/a>, Jakarta Selatan. Fitra   menilai renovasi seharusnya hanya memakan biaya maksimal Rp 247 miliar,   bukan Rp 445 miliar seperti yang terdapat dalam Daftar Isian Pagu   Anggaran (DIPA) Setjen DPR 2009 dan 2010.<br \/>\n<!--more--><br \/>\n\u201cJadi dari renovasi  pembangunan RJA DPR Kalibata, ada mark-up sekitar  Rp 400 juta setiap  rumah,\u201d kata Koordinator Advokasi dan Investigasi  FITRA, Uchok Sky  Khadafi, lewat rilis yang diterima detikcom, Senin  (24\/5\/2010).<\/p>\n<p>Uchok  menjelaskan renovasi RJA DPR yang memakan Rp 445 miliar atau  Rp 900  juta per rumah itu, terlalu mahal. Sebab renovasi hanya meliputi   perbaikan dan pembelian pintu kusen, pintu kaca, plafon, dan rangka   bangunan yang harganya diperkirakan hanya Rp 300 juta per rumah.<\/p>\n<p>\u201cDan  kalau total renovasi pembangunan RJA Kalibata dengan  ditambahkan dengan  ongkos tukang bangunan, harga secara maksimal  sekitar Rp 500 juta (per  rumah),\u201d jelas Uchok.<\/p>\n<p>Belum lagi, kata Uchok, pintu kusen, pintu  kaca, dan puing-puing  rumah lama masih bernilai signifikan. Menurut  perhitungan Fitra, untuk  495 rumah barang-barang berkas itu bisa  bernilai Rp 5,8 milar.<\/p>\n<p>\u201cKenapa penjualan puing-puing bongkaran  RJA DPR Kalibata tidak  melalui pelelangan,\u201d kritik Uchok.<\/p>\n<p>Ketua  Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis mengaku tidak tahu menahu  tentang  adanya dugaan mark-up senilai Rp 198 miliar itu. Ia lebih  menyerahkan  data itu kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk  menyelidikinya.<\/p>\n<p>\u201cBPK  yang akan menilai ada mark-up atau tidak,\u201d kata Azis saat  ditemui  detikcom di Gedung DPR.<\/p>\n<p>Azis mengingatkan, setiap masyarakat  berhak untuk menyampaikan  informasi ke publik mengenai dugaan  penyelewengan anggaran. Namun  demikian, masyarakat\u00a0 juga harus siap  mempertanggungjawabkan kebenaran  data yang disampaikan.<\/p>\n<p>\u201cYa  mereka harus siap, jika pihak yang dirugikan memperkarakan  dengan  laporan pencemaran nama baik,\u201d kata Azis.<\/p>\n<p>Sementara itu, Sekjen  DPR Nining Indra Saleh, belum bisa  dikonfirmasi terkait tudingan mark-up  miliaran rupiah ini. Ia sedang  menghadiri rapat pimpinan DPR. (dtc)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menuding ada mark-up senilai Rp 198 miliar dalam renovasi 495 rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2298","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2298"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2301,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2298\/revisions\/2301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}