{"id":2353,"date":"2010-06-01T12:52:19","date_gmt":"2010-06-01T12:52:19","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2353"},"modified":"2010-06-01T12:53:05","modified_gmt":"2010-06-01T12:53:05","slug":"bulog-waspadai-gula-putih-harga-murah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2353","title":{"rendered":"BULOG : Waspadai Produk Gula Putih Yang Harganya Murah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/06\/Bulog.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-2354\" title=\"Bulog\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/06\/Bulog.jpg\" alt=\"Bulog\" width=\"230\" height=\"210\" \/><\/a>Sumatera Barat. Seputar Nusantara.<\/strong> Perum BULOG Sumatra Barat (Sumbar) mengingatkan masyarakat berhati-hati terhadap gula pasir berwarna putih yang dijual murah karena diprediksi merupakan gula rafinasi. &#8220;Hati-hati membeli gula pasir lokal berwarna putih bersih, terutama yang butiran kristalnya kasar atau lebih besar dibandingkan gula pasir biasa,&#8221; kata Kepala Divre BULOG Sumbar, Djoko Hartoyo, saat dihubungi, Minggu. Ia mengatakan, gula yang putih dengan butiran lebih besar merupakan ciri-ciri dari gula rafinasi yang biasa dikemas menggunakan plastik, persis seperti gula pasir lokal.<br \/>\n<!--more--><br \/>\nSelain itu, gula rafinasi memiliki rasa yang kurang manis, dan dijual dengan harga yang lebih murah, ucapnya.<\/p>\n<p>Gula jenis ini, kata dia, tidak baik untuk dikonsumsi langsung (dapat menimbulkan penyakit, red). Masalahnya, gula rafinasi hanya untuk kebutuhan industri atau pabrik makanan, yang pemanfaatannya harus melalui pengolahan tersendiri.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi harus diolah lagi. Karenanya, kami minta supaya masyarakat lebih berhati-hati dan jeli dalam membeli gula di pasaran. Jangan sampai tergiur serta terkecoh dengan harga yang murah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pascakenaikan harga gula, ucap Djoko, BULOG bersama pihak Disperindag Sumbar terus menggencarkan pemantauan ke seluruh pasar tradisional.<\/p>\n<p>&#8220;Langkah ini kami lakukan sebagai upaya meminimalisasi jatuhnya gula rafinasi ke tangan pembeli atau masyarakat,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p><strong>Stok 1.000 ton<br \/>\n<\/strong><br \/>\nDjoko mengatakan, BULOG Sumbar masih memiliki stok gula pasir impor sebanyak 1.000 ton di sejumlah gudang di Kota Padang, dan siap menunggu distributor yang akan membeli.<\/p>\n<p>&#8220;Semula ada stok 4.000 ton, tapi 3.000 ton sudah terjual (dibeli distributor, red),&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menyoal persyaratan pembalian, Djoko menyebutkan, BULOG menerapkan sistem terbuka.<\/p>\n<p>Persyaratannya, lanjut dia, distributor peminat wajib melampirkan izin usaha, SITU dan lainnya, terutama terkait status (legalitas) perusahaan bersangkutan.<\/p>\n<p>&#8220;Sebab, BULOG pasti tidak akan melepas (menjual) ke sembarang pembeli\/peminat yang berstatus tak jelas,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Untuk harga, BULOG mematok Rp8.500\/kg, karena sesuai acuan dari pusat. BULOG masih diminta fokus pada sisi komersial, khususnya dalam pendistribusi gula pasir impor.<\/p>\n<p>Informasi terkini di pasaran tradisional, harga gula pasir mencapai Rp11.500\/kg, sedang di warung-warung daerah pinggiran (pelosok, red) mencapai Rp13.000\/kg.<\/p>\n<p>Kebutuhan gula masyarakat Sumbar sekitar 4.500 ton\/bulan pada hari biasa, sedang dalam bulan Ramadhan atau jelang Lebaran meningkat hingga mencapai 5.250 ton\/bulan. (dtc)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumatera Barat. Seputar Nusantara. Perum BULOG Sumatra Barat (Sumbar) mengingatkan masyarakat berhati-hati terhadap gula pasir berwarna putih yang dijual murah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-2353","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bumn"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2353","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2353"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2356,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2353\/revisions\/2356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}