{"id":2411,"date":"2010-06-07T12:42:30","date_gmt":"2010-06-07T12:42:30","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2411"},"modified":"2010-06-07T12:42:30","modified_gmt":"2010-06-07T12:42:30","slug":"seorang-prajurit-marinir-ditembak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=2411","title":{"rendered":"Seorang Prajurit Marinir Ditembak"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/06\/penembakan.JPG\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-2412\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"penembakan\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/06\/penembakan-213x300.jpg\" alt=\"penembakan\" width=\"170\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/06\/penembakan-213x300.jpg 213w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/06\/penembakan.JPG 270w\" sizes=\"auto, (max-width: 170px) 100vw, 170px\" \/><\/a>Jakarta<\/strong>. <strong>Seputar Nusantara.<\/strong> Seorang anggota TNI Kesatuan Marinir Cilandak, Pratu Marinir Hasan tertembak di bagian perutnya oleh pelaku yang tidak dikenal. Aksi penembakan itu dilakukan berawal dari serempetan motor korban dan pelaku.<br \/>\n&#8220;Pelakunya diduga berjumlah 6 orang, masih dalam penyelidikan,&#8221; kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur Komisaris Nicholas Lilipali saat dihubungi wartawan, Senin (7\/6\/2010). Nicholas mengatakan, kejadian itu berlangsung pada Minggu (6\/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Raya Cilangkap tepatnya di depan Masjid Al-Kohir, Cipayung, Jakarta Timur. Korban yang berboncengan dengan temannya tengah melintas di lokasi dari Cipayung menuju ke Cilangkap.<!--more--><\/p>\n<p>&#8220;Pelaku dari arah sebaliknya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Pelaku saat itu bersama dengan 5 kawannya dengan menumpang 3 motor. Motor yang ditumpangi pelaku lalu serempetan dengan motor korban.<\/p>\n<p>Korban seketika berhenti dan menoleh ke arah pelaku. Pelaku pun berhenti. Mereka kemudian terlibat percekcokan. &#8220;Menurut saksi, keduanya lalu terlibat cekcok mulut,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Saat cekcok, pelaku kemudian mengeluarkan senjata api dari bajunya. Korban seketika itu ditembak di bagian perut. Sementara pelaku langsung melarikan diri bersama 5 temannya.<\/p>\n<p>&#8220;Korban lalu dibawa ke RS Marinir oleh temannya,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Polisi yang melakukan olah TKP malam tadi, tidak menemukan selongsong di lokasi. &#8220;Saksi sempat mendengar bunyi letusan senjata sebanyak dua kali,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Polisi menduga, pelaku adalah pemain curanmor. &#8220;Diduga pelaku curanmor,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Sesuai dengan Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Sutanto dengan nomor 1117\/8\/2005, polisi sudah tidak lagi mengeluarkan izin kepemilikan senjata api bagi warga sipil.<\/p>\n<p>Sementara itu, terkait kepemilikan senjata api di kalangan sipil, Polda Metro Jaya mencatat ada 5 ribu izin kepemilikan senjata api yang beredar di kalangan sipil. Setelah TR Kapolri tentang pencabutan izin kepemilikan senpi bagi warga sipil keluar, baru 3 ribu saja yang dikembalikan ke polisi hingga tahun 2008.<\/p>\n<p>Keputusan Kapolri Jenderal Sutanto saat itu memperbolehkan warga sipil untuk memiliki surat izin kepemilikan senjata api. Namun, senjatanya wajib dititipkan ke kepolisian.<\/p>\n<p>&#8220;Sisanya masih dalam inventarisir,&#8221; kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono, Jumat (4\/6) lalu mengatakan, senjata api yang digunakan pelaku tindak kejahatan adalah senjata api rakitan. &#8220;Senjatanya biasanya rakitan,&#8221; kata Wahyono. (dtc)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Seorang anggota TNI Kesatuan Marinir Cilandak, Pratu Marinir Hasan tertembak di bagian perutnya oleh pelaku yang tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2411","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kriminal"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2411"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2413,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2411\/revisions\/2413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}