{"id":28942,"date":"2015-06-30T14:53:10","date_gmt":"2015-06-30T07:53:10","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=28942"},"modified":"2015-06-30T14:55:01","modified_gmt":"2015-06-30T07:55:01","slug":"irjen-condro-kirono-kami-telah-meminta-pengelola-tol-cipali-perbanyak-rambu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=28942","title":{"rendered":"Irjen Condro Kirono : Kami Telah Meminta Pengelola Tol Cipali Perbanyak Rambu"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Delapan dari 37 kecelakaan di tol Cikopo- Palimanan disebabkan oleh kecepatan kendaraan yang dipacu terlalu tinggi. <\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, pihak Kepolisian telah meminta pihak pengelola untuk menambah rambu terkait batas kecepatan kendaraan.<\/p>\n<p>&#8221; Kami telah menbuat rekomendasi ke pengelola tol agar ditambah rambu batas kecepatan. Diperbanyak, khususnya di KM 80,&#8221; kata Kakorlantas Irjen Pol Condro Kirono dalam Rakor Penyelenggaraan dan Persiapan Pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015 di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (30\/6\/2015).<\/p>\n<p>Penyebab kecelakaan terbanyak di tol sepanjang 116 kilometer itu adalah karena sopir yang mengantuk. Penyebab lain karena menabrak hewan yang tiba-tiba melintas di area tol.<\/p>\n<p>&#8221; Kita mempersiapkan dengan pemagaran-pemagaran agar binatang tidak melintas. Sebenarnya itu wajar, ada binatang, apalagi untuk daerah yang dulunya perkebunan,&#8221; ungkap Condro Kirono.<\/p>\n<p>Sejak diresmikan 13 Juni 2015, telah terjadi 37 kecelakaan di Tol Cipali. Tiga orang korban meninggal dunia dan kerugian ditaksir mencapai Rp 340 juta. <strong>(Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Delapan dari 37 kecelakaan di tol Cikopo- Palimanan disebabkan oleh kecepatan kendaraan yang dipacu terlalu tinggi. Menanggapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-28942","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=28942"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28945,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/28942\/revisions\/28945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=28942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=28942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=28942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}