{"id":31507,"date":"2015-12-22T21:32:10","date_gmt":"2015-12-22T14:32:10","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=31507"},"modified":"2015-12-22T21:45:11","modified_gmt":"2015-12-22T14:45:11","slug":"smp-negeri-14-palu-dan-kepala-sekolah-raih-berbagai-prestasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=31507","title":{"rendered":"SMP Negeri 14 Palu- Sulteng Dan Kepala Sekolah Meraih Berbagai Prestasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Sungguh tak pernah terbayang sebelumnya, ketika SMP Negeri 14 Palu, Sulawesi Tengah akan mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional.<\/p>\n<p>Sebab 3 (tiga) tahun sebelumnya, sekolah ini nyaris tidak diminati para calon siswa baru SMP di kota Palu. <\/p>\n<p>Selain kurang populer, lingkungan sekolahnyapun kurang menarik dipandang mata.<\/p>\n<p>Namun sejak <strong>Hj. Ramlah M Siri, S.Pd., M.Si., menjadi Kepala Sekolah (Kepsek)-<\/strong>nya, dalam tempo singkat, perubahan wajah lingkungan sekolah dan pamornya meningkat pesat. <\/p>\n<p>\u201c Ya, saya akui, SMP Negeri 14 sebelumnya hampir tak dilirik masyarakat. Bisa dibilang, sekolah kami menjadi pilihan terakhir para siswa baru, jika tidak masuk di sekolah favorit lainnya,\u201d kenangnya.<\/p>\n<p>Pertama kali Ramlah diangkat Kepala Dinas Pendidikan kota Palu menjadi pimpinan di sekolah tersebut, butuh sedikit waktu memetakan apa yang harus segera dilakukannya.<\/p>\n<p>\u201c Saya masih ingat, ketika pertama saya pimpin, langsung saya rubah perwajahan lingkungan sekolah secara drastis. Bahkan papan nama sekolah saya ganti dengan ukuran besar. Posisinya yang tadinya nyelip, saya pampang menghadap jalan raya. Dulu kita sepi siswa. Sejak satu tahun saya pimpin, siswa melonjak dan terpaksa diseleksi,\u201d ungkap Ramlah, saat hadir di Jakarta, Sabtu (12\/12\/2015), dalam rangka menerima 2 (dua) penghargaan dari pihak berbeda. <\/p>\n<p>Awal kepemimpinannya, Ramlah menginovasi dan memotivasi para guru hingga seluruh siswa, sehingga persepsi untuk maju, dapat dipahami.<\/p>\n<p>\u201c Saya memang menyamakan persepsi terlebih dahulu, bagaimana kita harus mencapai prestasi. Kemudian saya membangun motivasi para guru dan para siswa untuk menjadikan lingkungan sekolah hijau dan mengikuti berbagai lomba prestasi. Hal ini tentu meningkatkan kreativitas para guru dan siswa. Saya juga membuka kerjasama dengan dinas-dinas terkait,\u201d bebernya. <\/p>\n<p>Menurut Ramlah, selain membuat sekolah menjadi penuh tanaman hijau dan menjadi indah, juga menerapkan program \u2018Bank Sampah.\u2019<\/p>\n<p>\u201c Saya membuat program Bank Sampah. Bank sampah ini dimaksudkan sebagai penampungan sampah-sampah di lingkungan sekolah. Baik sampah kertas maupun plastik. Nah, setiap hari Jum\u2019at, tiap kelas harus menimbang sampah masing-masing untuk dijual ke pengepul sampah. Selain kelas dapat duit, budaya bersih dari sampah juga berjalan,\u2019 ujarnya mantap.<\/p>\n<p>Dikatakan Kepsek energik ini, untuk menuju Sekolah Adiwiyata Nasional, berbagai kegiatan penataan yang berorientasi lingkungan hidup, harus menjadi budaya sehari- hari.<\/p>\n<p>\u201c Kita memang budayakan penataan dan pengelolaan lingkungan sekolah, menuju predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Sehingga guru dan siswa, sudah punya sama persepsinya, untuk membuat sekolah menjadi basis lingkungan hijau, serta menjaga intensitasnya,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Perihal proses penilaian predikat Adiwiyata Nasional, Ramlah mengatakan harus mengisi data-data semacam borang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagai bahan verifikasi.<\/p>\n<p>\u201c Kita harus mengisi data-data yang menggambarkan sejauh mana SMP N 14 bisa memenuhi yang dipersyaratkan. Setelah itu, baru Tim dari Pusat turun ke sekolah, untuk memverifikasi data yang sebelumnya kami isi. Jika tidak sesuai dengan fakta lapangan, maka itu akan mengurangi penilaian. Alhamdulillah, kami dapat memenuhinya dengan lengkap. Kamipun diundang ke Jakarta untuk menerima pengakuan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2015,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Bersama jajaran pimpinan SMP N 14 dan beberapa sekolah lainnya dari Palu, Ramlah menerima sertifikat penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., hari Senin, 15 Desember 2015, di aula Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Disisi lain, berbagai gebrakan signifikan itu pula yang mengusung ibu guru cantik ini menjadi Kepala Sekolah Terbaik di tingkat kota Palu, hingga Terbaik di tingkat Provinsi. Secara otomatis, dirinya mewakili seleksi pemilihan Kepala Sekolah Terbaik ke tingkat Nasional 2015.<\/p>\n<p>\u201c Ya, ketika peluang itu ada, saya memang harus menyiapkan diri untuk mencapai yang terbaik. Dari tingkat kota Palu menjadi terbaik, hingga ke tingkat provinsi, juga terbaik. Saya mewakili seleksi ke tingkat Nasional. Namun harus diakui, sekolah-sekolah di Jawa memang banyak yang bagus-bagus. Nggak apa-apa. Tapi saya sudah punya pengalaman di tingkat Nasional,\u201d ucapnya sambil senyum.<\/p>\n<p>Sementara itu, dua hari sebelumnya, Sabtu 12 Desember 2015, Ramlah M. Siri menerima penghargaan dari Lembaga Anugerah Prestasi Insani (Yayasan Anugerah Prestasi Insani) Jakarta. Ia meraih \u2018The Most Indonesian Leadership Award 2015\u2019.<\/p>\n<p>Lembaga Anugerah Prestasi Insani menilai, signifikansi perubahan yang dilakukan, dari sekolah yang tadinya tidak diminati, menjadi sekolah favorit, menjadi fakta yang tak terbantahkan.<\/p>\n<p>Adapun prosesi penganugerahan dilakukan melalui acara Award Night di Grand Ballroom, Hotel Lumire, Jakarta Pusat. Penganugerahan oleh Ketua Dewan Pembina lembaga, Prof. DR. H.B Katili, MM., yang diwakili Chairman, Danny PH Siagian, SE., MBA., MM., dan Senior Partner, Syamsudin Nasution, SE., M.Si.<\/p>\n<p>\u201c Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan Lembaga Anugerah Prestasi Insani Jakarta. Tentu, ini juga merupakan prestasi SMP Negeri 14,\u201d ungkapnya di Hotel Lumire, Jakarta, usai menerima penghargaan. <strong>(Aziz\/Dans).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Sungguh tak pernah terbayang sebelumnya, ketika SMP Negeri 14 Palu, Sulawesi Tengah akan mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-31507","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31507"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31507\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31517,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31507\/revisions\/31517"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}