{"id":32072,"date":"2016-02-22T15:40:11","date_gmt":"2016-02-22T08:40:11","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=32072"},"modified":"2016-02-22T15:43:51","modified_gmt":"2016-02-22T08:43:51","slug":"slamet-junaidi-delapan-catatan-jika-indonesia-gabung-tpp-trans-pacific-partnership","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=32072","title":{"rendered":"Slamet Junaidi : 8 Catatan Jika Indonesia Gabung TPP (Trans Pacific Partnership)"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Presiden sempat menyampaikan keinginannya untuk bergabung dalam Trans Pacific Partnership (TPP) saat lawatan ke Amerika pada Oktober 2015 lalu. <\/p>\n<p>Pernyataan tersebut disampaikannya langsung kepada Presiden AS Barrack Obama. <\/p>\n<p>Rencana tersebut mendapat reaksi dari berbagai kalangan. <\/p>\n<p>Alasan yang cukup mengemuka adalah masih belum siapnya Indonesia masuk dalam kelompok perdagangan negara-negara di Asia Pasific tersebut. <\/p>\n<p>Namun bagi <strong>Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem H. ?Slamet Junaidi<\/strong>, yang perlu diperhatikan jika Indonesia ingin bergabung dengan TPP adalah tidak merugikan Indonesia saat bergabung di dalamnya.<\/p>\n<p>\u201c Rencana untuk bekerja sama dalam perdagangan oleh negara dan kelompok negara lainnya boleh saja, selama itu memberikan keuntungan bagi Indonesia, \u201d ujar Slamet saat dihubungi, Jum\u2019at (19\/02)?.<\/p>\n<p>Politisi Partai NasDem ini memberi delapan catatan jika pemerintah ingin bergabung dalam TPP.<\/p>\n<p><em>Pertama<\/em>, perlu ada penguatan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama dalam hal bimbingan, permodalan serta akses pasar, baik di dalam maupun luar negeri. <\/p>\n<p><em>Kedua<\/em>, di sektor BUMN, mesti ada penguatan dengan cara tetap memberikan insentif dan kemudahan.<\/p>\n<p><em>Ketiga<\/em>, penguatan koordinasi antara Kementerian Perdagangan, Perindustrian, BUMN, Koperasi dan UKM, Pertanian, Kelautan, dan BKPM.<\/p>\n<p>\u201c Agar ada kesamaan visi, misi, orientasi, dan program,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><em>Keempat<\/em>, pemerintah perlu mendengarkan saran dan pandangan dari seluruh pemangku kepentingan, terutama DPR, sebelum memutuskan ikut atau tidaknya dengan TPP.<\/p>\n<p><em>Kelima<\/em>, jika akhirnya pemerintah memutuskan masuk TPP, Slamet mewanti-wanti agar pemerintah daerah juga mempersiapkan diri. Kesiapan SDM yang handal menjadi urgen di sini. Selain itu juga peaturan daerah yang  memudahkan investasi dengan tetap memberikan perlindungan kepada kepentingan daerahnya.<\/p>\n<p>\u201c Pastinya akan banyak investor yang bergerak memilih daerah Indonesia untuk menjadi wilayah investasi,&#8221; tuturnya. <\/p>\n<p><em>Keenam<\/em>, percepatan program infrastruktur. Hal ini sangat vital bagi sentra-sentra industri dalam negeri sebagai penunjang produksi. <\/p>\n<p><em>Ketujuh<\/em>, terkait standar mutu barang dan produk, Pemerintah harus segera memberikan bimbingan dan bantuan kepada UMKM. <\/p>\n<p>&#8221; Karena percuma saja pengusaha kita diminta masuk ke pasar negara-negara TPP, ternyata standar produk industri Indonesia tidak sesuai atau ditolak,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><em>Kedelapan,<\/em> Slamet mengingatkan Pemerintah agar berhati-hati dalam membuka kran modal asing dari negara TPP. Apalagi bagi negara-negara seperti Jepang dan AS yang menggunakan instrumen portofolio.<\/p>\n<p>&#8221; Karena sifat dari instrumen saham dan obligasi yang mudah terpengaruh sentimen negatif misalnya dari kondisi ekonomi yang lesu, baik di dalam negeri atau di global atau karena isu keamanan,\u201d pungkasnya. <strong>(Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Presiden sempat menyampaikan keinginannya untuk bergabung dalam Trans Pacific Partnership (TPP) saat lawatan ke Amerika pada Oktober [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-32072","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32072"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32072\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32076,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32072\/revisions\/32076"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}