{"id":32987,"date":"2016-05-04T15:31:39","date_gmt":"2016-05-04T08:31:39","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=32987"},"modified":"2016-05-04T15:31:39","modified_gmt":"2016-05-04T08:31:39","slug":"australia-kembali-naikkan-pajak-rokok-agar-jadi-negara-bebas-asap-rokok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=32987","title":{"rendered":"Australia Kembali Naikkan Pajak Rokok Agar Jadi Negara Bebas Asap Rokok"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Para pemerhati kesehatan di Australia mengatakan kenaikan pajak rokok akan menurunkan jumlah perokok secara drastis. Mereka berharap Australia bisa menjadi negara bebas asap rokok di masa mendatang.<\/p>\n<p>Jumlah perokok di Australia terus menurun selama beberapa dekade terakhir, dari sekitar 25 persen di awal 1990-an menjadi sekitar 13 persen saat ini.<\/p>\n<p>Penurunan ini disebabkan terus kenaikan pajak tembakau, diikuti dengan semakin ketatnya pelarangan merokok di berbagai tempat umum, dan bungkus rokok dengan kemasan polos.<\/p>\n<p>Dalam pengumuman anggaran nasional Australia yang terbaru, pemerintah pusat kembali akan meningkatkan cukai tembakau.<\/p>\n<p>Akan ada peningkatan pajak rokok hingga 12,5 persen selama empat tahun ke depan. Dengan peningkatan pajak ini, harga sebungkus rokok di Australia bisa mencapai $40 atau sekitar Rp 400 ribu di tahun 2020.<\/p>\n<p>Peningkatan ini mendapat sambutan dari sejumlah warga perokok di Australia.<\/p>\n<p>Samantha, 22 tahun, adalah mahasiswi yang mengaku jika hal ini akan semakin membuat banyak perokok memutuskan berhenti.<\/p>\n<p>&#8220;Ini artinya saya harus langsung berhenti merokok. Tidak mampu untuk membeli $40 per bungkus, kebiasaan yang tidak ada artinya. Saya nanti bisa menghabiskan $200 hanya untuk merokok,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Yalcin, 25 tahun, warga Australia berdarah Jerman mengatakan harga rokok di Australia lebih mahal dibandingkan di negara asalnya. Tak hanya itu, ia merasa Australia pun kurang menerima keberadaan perokok.<\/p>\n<p>&#8220;Saya bahkan mendapatkan kesan bahwa merokok ganja jauh lebih diterima di masyarakat, dibandingkan merokok biasa. Anda dianggap sebagai orang yang buruk jika merokok di Australia. Itu kesan saya,&#8221; kata Yalcin.<\/p>\n<p>Tapi lain halnya dengan Joanne, 52 tahun, yang telah merokok selama 40 tahun.<\/p>\n<p>Ia mengatakan kenaikan harga tidak akan menghentikan dia dari merokok.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka [pemerintah] menargetkan wilayah yang salah. Saya pikir perokok hanya dijadikan kambing hitam untuk meningkatkan pendapatan negara,&#8221; katanya. Ia pun memilih untuk tetap merokok tapi mengurangi anggaran untuk berlibur.<\/p>\n<p>Sementara itu, Sanchia Aranda, Direktur Eksekutif Dewan Kanker Australia, mengatakan harga menjadi faktor penting bagi orang untuk memutuskan merokok atau tidak.<\/p>\n<p>&#8220;Sekitar 320.000 perokok akan mencoba dan kemungkinan besar akan berhenti&#8230; dan akan menghalangi sekitar 40.000 remaja yang berpotensi jadi perokok. Dalam jangka panjang berarti puluhan ribu kematian akibat kanker dapat dicegah,&#8221; kata Profesor Aranda.<\/p>\n<p>Profesor Aranda mengatakan kanker paru-paru masih merupakan kanker yang dapat dicegah. (dtc\/Aziz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Para pemerhati kesehatan di Australia mengatakan kenaikan pajak rokok akan menurunkan jumlah perokok secara drastis. Mereka berharap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-32987","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32987"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32987\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32989,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32987\/revisions\/32989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}