{"id":34394,"date":"2016-09-11T11:00:35","date_gmt":"2016-09-11T04:00:35","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34394"},"modified":"2016-09-22T14:16:52","modified_gmt":"2016-09-22T07:16:52","slug":"sulaeman-hamzah-susi-diminta-prioritaskan-nelayan-pulau-terpencil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34394","title":{"rendered":"Sulaeman Hamzah : Susi Diminta Prioritaskan Nelayan Pulau Terpencil"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:center\" align=\"center\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem H. Sulaeman Hamzah meminta Menteri KKP Susi Pudjiastuti memberikan prioritasnya kepada nelayan-nelayan yang berada di pulau terpencil disekitar Papua. <\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\">\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">Bantuan ini mencakup kapal kayu kecil yang kompatibel dengan skill para nelayan di sana, juga alat bantu lainnya seperti alat tangkap ikan. <\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\">\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">Dengan begitu, bantuan<span> <\/span><\/span><span><span style=\"color:black\">yang disalurkan oleh KKP bukan hanya meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan yang sudah mapan, tetapi juga langsung menyentuh nelayan tradisional yang jauh dari kota.<\/span><\/span><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span><span style=\"color:black\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">\u201c Tentu saya berharap ibu menteri bisa mempertimbangkan ini supaya nelayan di daerah tepencil ini memperoleh bantuan yang sama. Wilayah kepulauan dan alat tangkapnya belum mencukupi, bahkan swadaya masyarakat itu sendiri untuk memenuhi kebutuhannya,\u201d paparnya dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan di komplek Parlemen, Rabu (08\/09\/2016).<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">Sulaiman juga mengingatkan menteri yang dikenal nyentrik ini terkait dengan program-program pemerintah sebelumnya seperti membangun cold storage dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan. Pasalnya, sejak direncanakan beberapa waktu lalu, belum ada realisasi berarti di beberapa tempat yang sudah dijanjikan. Cold Storage yang sedianya akan dibangun di Biak, Yapen, dan Merauke, nyatanya sampai saat ini belum ada tanda-tanda pembangunan. Padahal masyarakat sudah sangat antusias terhadap rencana pemerintah itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">Sulaiman menjelaskan, di Biak masyarakat sering mengeluhkan kurangnya pasokan bahan bakar untuk nelayan. Setiap hari para nelayan harus pergi dari Pulau Biak Numfor ke Manokwari menggunakan kapal cepat untuk mendapatkan bahan bakar. Biaya yang harus dikeluarkan para nelayan pun tidak murah. Oleh karenanya, keberadaan SPBN sangat diperlukan di Biak.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">\u201c Masyarakat bertanya kepada saya ihwal pembangunan sarana dan prasarana yang sudah direncanakan pemerintah. Karena tahun 2016 ini banyak terjadi pemangkasan, apa karena itu,\u201d papar politisi NasDem Dapil Papua tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">Persoalan lain yang disuarakan oleh Sulaeman adalah maraknya illegal fishing di wilayah Kabupaten Supiori yang dilakukan oleh nelayan-nelayan dengan kapal besar berbendera Thailand. Ia memaparkan setiap hari pasti ditemui kapal-kapal ikan berukuran besar sedang mengangkut ikan di sekitar Pulai Mansinam yang termasuk wilayah terluar Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt\"><span style=\"font-size:9.5pt\" lang=\"EN-US\"> <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:10pt;color:black\">Untuk itu Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Papua ini meminta Menteri Susi mengalokasikan kapal pengawasan untuk pulau terluar di Papua. Bukan hanya untuk memberantas illegal fishing, namun juga menciptakan rasa aman bagi para nelayan yang sedang melaut. <strong>(Aziz)<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem H. Sulaeman Hamzah meminta Menteri KKP Susi Pudjiastuti memberikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-34394","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34394"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34397,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34394\/revisions\/34397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}