{"id":34419,"date":"2016-09-16T14:45:27","date_gmt":"2016-09-16T07:45:27","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34419"},"modified":"2016-09-22T14:48:12","modified_gmt":"2016-09-22T07:48:12","slug":"yayuk-sri-rahayuningsih-mutu-rendah-anggaran-pendidikan-jangan-fokus-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34419","title":{"rendered":"Yayuk Rahayuningsih: Mutu Rendah, Anggaran Pendidikan Jangan Fokus Kota"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Global Education Monitoring (GEM) UNESCO baru-baru ini merilis laporannya yang mengungkap bahwa tahun 2016 kesenjangan mutu pendidikan masih menjadi kendala di banyak negara, termasuk Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\nDi Indonesia sendiri, UNESCO menyebutkan rendahnya kualitas pendidikan akibat pemerintah hanya terfokus mengejar angka kelulusan saja. <\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\">\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">Sehingga mutu pendidikannya yang didapat setiap anak tidak setara. Sementara di sisi yang lain, jumlah partisipasi pendidikan dasar hingga menengah kian meningkat mencapai 100 persen.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\">Padahal anggaran pendidikan sudah 20% APBN, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi. Pemerintah juga mengucurkan dana pendidikan melalui berbagai instrumen, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), dana\u00a0transfer daerah, dana desa, dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun kenyataannya dana-dana tersebut mandeg di bank-bank daerah.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\nMasalah klasik tersebut menurut Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem Yayuk Sri Rahayuningsih karena Kemendikbud tidak bisa melakukan pemerataan anggaran pendidikan. Akibatnya pembangunan infrastruktur dan suprastruktur pendidikan tidak pernah merata.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\n&#8221; Kemendikbud selain berpikir memperbaiki metode pendidikan, juga yang paling mendasar adalah pembangunan infrastruktur pendidikan yang merata,&#8221; katanya saat ditemui di lingkungan DPR, Rabu (14\/9\/2016).<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\nMenurut Legislator dari dapil Jawa Timur VII ini, fasilitas penunjang pendidikan untuk sekolah-sekolah baik wilayah kota maupun desa, pusat atau daerah, dan Jawa luar-Jawa harus diupayakan seimbang.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\n&#8221; Keberimbangan itu bisa dicapai, ya budget pendidikan kita itu jangan hanya fokus pada wilayah perkotaan,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\nYayuk mengatakan, perbaikan kualitas pendidikan ke depan memang jadi pekerjaan rumah pemerintah. Termasuk dalam hal ini yang mesti diperhatikan adalah mengembangkan sisi kreatifitas pada anak didik dalam proses belajar mengajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\n&#8221; Si anak jangan dipatok pada kurikulum yang mengarahkan dia pada pemikiran lulus sekolah harus menjadi PNS, pegawai kantor atau kerja diperusahaan. Itu tidak kreatif, ajarkan juga dia berwiraswasta,&#8221; tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:10pt;color:black\"><br \/>\nYayuk kembali menegaskan, kualitas pendidikan bisa dicapai dengan mendorong pembangunan sarana dan prasarana sekolah khususnya di daerah-daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).<\/span><span style=\"font-size:10pt;color:black\"> <\/span><span style=\"font-size:10pt;color:black\"> <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size:10pt;color:black\"> <\/span><\/p>\n<p>&#8221; Setiap anak didik harusnya mendapatkan pendidikan yang setara. Jangan ada ketimpangan. Itu kunci menciptakan generasi yang berkualitas,&#8221; tegasnya.<strong> (Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Global Education Monitoring (GEM) UNESCO baru-baru ini merilis laporannya yang mengungkap bahwa tahun 2016 kesenjangan mutu pendidikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-34419","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34419"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34419\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34424,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34419\/revisions\/34424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}