{"id":34430,"date":"2016-09-18T14:00:45","date_gmt":"2016-09-18T07:00:45","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34430"},"modified":"2016-09-22T15:01:22","modified_gmt":"2016-09-22T08:01:22","slug":"taufiqulhadi-biaya-sosial-bagi-koruptor-sita-aset-lebih-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34430","title":{"rendered":"Taufiqulhadi : Biaya Sosial Bagi Koruptor, KPK Sita Aset Lebih Efektif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\"><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>.\u00a0 Agar menimbulkan efek jera dan memulihkan kerugian negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendorong gagasan pemberian beban biaya sosial kepada koruptor. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\">\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">Artinya, hukuman bagi terdakwa korupsi dituntut lebih tinggi daripada perhitungan kerugian yang selama ini dilakukan.<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem Drs. T. Taufiqulhadi, M. Si., menilai gagasan tersebut sebagai hal yang wajar yang terus berkembang di masyarakat seiring semangat pemberantasan korupsi.<span> <\/span><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">Dia juga tidak keberatan jika pemberian hukuman ini diberlakukan selama dalam konteks memberikan efek jera.<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">&#8221; Maka harus dilaksanakan, asal itu bukan suatu hal yang mengada-ada,&#8221; katanya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (16\/09\/2016).<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">Hanya saja, Taufiq memandang, gagasan ini perlu dikomunikasikan dan didiskusikan terlebih dahulu bersama legislatif.<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">&#8221; Tentu tidak bisa gagasan ini ujug-ujug diterapkan langsung kepada terpidana, apalagi saat ini kita sedang membahas KUHP,&#8221;ungkap Legislator Jawa Timur IV tersebut.<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">Namun menurutnya, korupsi di Indonesia masih sulit ditekan apabila terpidana hanya dikenakan hukuman tanpa disita asetnya.<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">&#8221; Sebesar apa pun hukuman atau berapa lama pun masa hukuman, tanpa menyita aset kekayaan hasil korupsi tidak akan menimbulkan efek jera yang berarti bagi koruptor,&#8221; ungkapnya.<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">Dalam konteks menjatuhkan moral, hukuman setahun dua tahun cukup bisa membuat harga diri koruptor hancur di lingkungannya. Namun dalam hal menimbulkan efek jera, hukuman yang selama ini ada tidak akan mampu melakukannya.<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">Oleh karena itu, menurut Taufiq, memperkuat UU Pengambilan Aset (Asset Recovery) Hasil Korupsi jauh lebih penting daripada memperberat hukuman kepada koruptor.<\/span><span> <\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt\"><span style=\"font-size:9.5pt\" lang=\"EN-US\"> <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><span style=\"font-size:10pt;line-height:115%;color:black\">&#8221; Sita dan habisi dulu harta kekayaan hasil korupsinya yang tersimpan di mana saja, baru kemudian dia dihukum secara porposional sesuai tindakan hukum yang <\/span><span style=\"color:black;font-size:10pt;line-height:115%\">dijatuhkan kepada dia,&#8221; pungkasnya. <strong>(Aziz)<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara.\u00a0 Agar menimbulkan efek jera dan memulihkan kerugian negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendorong gagasan pemberian beban [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-34430","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34430"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34435,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34430\/revisions\/34435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}