{"id":34436,"date":"2016-09-20T17:05:38","date_gmt":"2016-09-20T10:05:38","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34436"},"modified":"2016-09-22T15:05:51","modified_gmt":"2016-09-22T08:05:51","slug":"irma-suryani-chaniago-uu-kebidanan-sebaiknya-segera-diselesaikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34436","title":{"rendered":"Irma Suryani Chaniago : UU Kebidanan Sebaiknya Segera Diselesaikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><strong>Jakarta . Seputar Nusantara<\/strong>. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago menyatakan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebidanan saat ini telah masuk program legislasi nasional (prolegnas).<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><br \/>\n&#8221; Alhamdulilah masuk prolegnas, posisinya (RUU Kebidanan) saat ini tengah membahas draft dan masukan dari para pakar,&#8221; katanya saat di wawancara di ruang kerjanya di Kompleks DPR, Selasa (20\/9\/2016).<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><br \/>\nMenurut Irma, RUU yang menjadi inisiatif DPR ini oleh Komisi IX tidak ingin klausul-klausul yang ada di dalamnya menjadi tumpang tindih dengan tugas-tugas pokok dokter kandungan seperti yang tertuang pada UU Kesehatan sekarang ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><br \/>\n&#8221; Meski begitu untuk dapat melindungi dan meningkatkan kesejahteraan serta pertanggungjawaban profesi kebidanan, UU Kebidanan sebaiknya segera dapat diselesaikan,&#8221; tegasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><br \/>\nSelain upaya serius DPR menyelesaikan UU Kebidanan, legislator dapil Sumatera Selatan II ini juga menegaskan bahwa yang harus segera juga diatasi saat ini adalah soal pendidikan kebidanan. Menurutnya, banyak sekolah-sekolah kebidanan di seluruh Indonesia yang akreditasinya tidak terjamin. <\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><br \/>\n&#8221; Untuk itu Dikti saya harap dapat selektif memberikan izin sekolah bidan agar kualitas lulusan bidan dapat dipertanggungjawabkan,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><br \/>\nIrma menjelaskan, saat ini jumlah bidan di Indonesia sudah melebihi batas. Kebutuhan bidan maksimal sekitar 250 ribu, tetapi bidan yang ada dan terdaftar di Ikatan Bidan Indonesia (IBI) saat ini sudah lebih dari 350 ribu. <\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\">\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\">&#8221; Kondisi ini tentu menjadi beban, karena lapangan pekerjaan tidak cukup,&#8221; ujarnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\">Sementara, Irma mengimbuhkan, untuk bisa dipekerjakan ke luar negeri, para bidan ini terbentur kapasitas penguasaan bahasa dan keterampilan. Bidan Indonesia sejauh ini masih diskualifikasi oleh beberapa negara, seperti Jepang, Taiwan dan beberapa negara Arab.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal\"><span style=\"color:black\"><span> <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color:black\">&#8221; Kita berharap dengan UU Kebidanan ini nantinya kita berharap bisa menjadi solusi bagi masalah yang mereka hadapi,&#8221; pungkasnya. <strong>(Aziz)<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta . Seputar Nusantara. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago menyatakan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebidanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-34436","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34436"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34436\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34439,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34436\/revisions\/34439"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}