{"id":34696,"date":"2016-10-05T13:57:41","date_gmt":"2016-10-05T06:57:41","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34696"},"modified":"2016-10-05T13:58:59","modified_gmt":"2016-10-05T06:58:59","slug":"bahrum-daido-agus-harimurti-yudhoyono-sylviana-murni-adalah-pasangan-pemimpin-ideal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34696","title":{"rendered":"Bahrum Daido : Agus H. Yudhoyono dan Sylviana Murni Pemimpin Ideal"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Pilkada DKI Jakarta didepan mata.<\/p>\n<p>Pada Februari 2017, DKI Jakarta akan menggelar pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur.<\/p>\n<p>Ada  3 pasangan calon Cagub dan Cawagub DKI Jakarta : Agus Harimurti   Yudhoyono &amp; Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PAN, PPP   dan PKB.<\/p>\n<p>Kemudian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) &amp; Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh PDI Perjuangan, Golkar, NasDem dan Hanura.<\/p>\n<p>Kemudian ada Anies Baswedan &amp; Sandiaga Uno yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS.<\/p>\n<p>Menurut <strong>DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si.,  Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat<\/strong>, bahwa membangun itu  adalah masalah keseimbangan. Jadi dalam membangun Ibukota Jakarta juga  harus memprioritaskan aspek keseimbangan.<\/p>\n<p>&#8221; Jadi keseimbangan  antara si kaya dan si miskin. Kemudian disamping pembangunan gedung-  gedung dan infrastruktur, juga harus diperhatikan jalur hijau, lahan hijau yang berfungsi  untuk keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup,&#8221; ungkap Bahrum  Daido kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantaram 1 DPR- Senayan,  pada Selasa 4 Oktober 2016.<\/p>\n<p>Selanjutnya Bahrum memaparkan,  terkait visi dan misi pemimpin DKI Jakarta, seharusnya pemimpin Jakarta  itu tidak asal- asalan dalam mengeluarkan kebijakan.<\/p>\n<p>&#8221; Jangan  jadi pemimpin (Gubernur DKI Jakarta, red.) yang hanya asal- asalan,  sruduk sana sruduk sini, gusur sana gusur sini. Seharusnya seorang  Gubernur sebelum mengeluarkan kebijakan itu harus melalui kajian  akademis terlebih dahulu,&#8221; terang Politisi Partai Demokrat ini.<\/p>\n<p>Bahrum  lebih jauh menjelaskan, kajian akademis itu sangat penting, agar  kebijakan yang dikeluarkan tidak merugikan masyarakat. Perlu dilibatkan  para pakar dalam kajian akademis tersebut, filsafat ilmunya jadi ada,  dan aspek filosofisnya harus diperhatikan dalam mengeluarkan suatu  kebijakan.<\/p>\n<p>&#8221; Disamping itu, dalam mengeluarkan kebijakan juga  harus memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan. Aspirasi masyarakat  harus diperhatikan dalam mengeluarkan suatu kebijakan. Sehingga  kebijakan tersebut tidak merugikan masyarakat,&#8221; terang Bahrum.<\/p>\n<p>Kemudian,  lanjutnya, dengan kebijakan yang tidak merugikan rakyat, maka  kedepannya Jakarta akan memiliki pemimpin yang mau dan mampu memberikan  keadilan serta kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8221; Sosok Agus Harimurti  Yudhoyono ini adalah sosok pemuda yang energik, pengalaman di militernya  sangat bagus dan disiplin, dan ilmu akademisnya bagus dengan memperoleh  3 Master. Sosok Agus ini juga sangat menguasai militer, sehingga  kombinasi antara ilmu akademis dan militer akan mampu memperbaiki  Jakarta,&#8221; ucap Bahrum Daido.<\/p>\n<p>Bahrum menerangkan bahwa kalau sosok  Sylviana Murni, menurutnya, adalah sosok birokrat yang sangat  berpengalaman di pemerintahan. Pernah menjabat sebagai Walikota Jakarta  Pusat dan sekarang menjabat sebagai Deputi Pariwisata.<\/p>\n<p>&#8221; Jadi,  Sylviana Murni ini sangat luar biasa. Beliau sudah berpengalaman di  birokrasi Jakarta, sehingga mampu jadi Wakil Gubernur mendampingi Agus  Harimurti Yudhoyono,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&#8221; Pasangan Cagub dan Cawagub Agus  Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni adalah pasangan pemimpin yang  sangat ideal. Saya berharap, para pemuda, masyarakat Jakarta, dan para  pemilih perempuan, pilihlah pemimpin perempuan sehingga dapat memberikan  kasih sayangnya, kelembutan, kebijaksanaan dan dapat memperjuangkan  kaum perempuan,&#8221; pungkas Bahrum Daido di penghujung wawancara. <strong>(Aziz).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Pilkada DKI Jakarta didepan mata. Pada Februari 2017, DKI Jakarta akan menggelar pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-34696","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34696"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34702,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34696\/revisions\/34702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}