{"id":34856,"date":"2016-10-12T22:19:02","date_gmt":"2016-10-12T15:19:02","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34856"},"modified":"2016-10-13T13:23:18","modified_gmt":"2016-10-13T06:23:18","slug":"imam-suroso-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=34856","title":{"rendered":"Imam Suroso : 3 Konsorsium TKI Harus Segera Bayar Klaim Asuransinya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Komisi IX DPR RI meminta penjelasan  perusahaan asuransi yang menaungi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).<\/p>\n<p>Karena  pihaknya mendapat laporan banyak TKI khususnya di Bin Laden yang di  Putus Hubungan Kerja belum menerima haknya.<\/p>\n<p style=\"text-align:justify\"><strong>Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Imam Suroso, S. Sos., SH., MM.<\/strong>, mengatakan  sulitnya asuransi yang menaungi TKI melakukan klaim dikarenakan  beberapa faktor, antara lain adalah pendataan yang kurang maksimal,  tidak adanya perwakilan Indonesia di luar negeri sehingga klaimnya sulit  di <em>follow up<\/em>.<\/p>\n<p>\u201c Oleh karena itu kami berharap negara  memiliki sebuah konsep untuk melindungi TKI dengan Jaminan Sosial  Nasional. Misalnya bisa saja JSN bekerjasam dengan konsorsium, dimana  konsorsium itu harus memiliki perwakilan di luar negeri. Tujuannya agar  manfaat asuransi ini bisa di rasakan,&#8221; terang Imam Suroso.<\/p>\n<p>Menurutnya, Komisi IX DPR RI telah memanggil 3 konsorsium (Konsorsium Asuransi Jasindo, Konsorsium Asuransi Astindo, dan Konsorsium Asuransi Mitra TKI)  tersebut.<\/p>\n<p>&#8221; Disamping 3 Konsorsium,  kami undang juga Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri, dan  BNP2TKI, serta OJK. Kasus PHK TKI ini berawal dari dipecatnya perusahaan  Bin Laden Group oleh Raja Arab Saudi karena adanya kasus Crane yang  jatuh,&#8221; ungkap Imam Suroso kepada seputarnusantara.com di Gedung  Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Rabu 12 Oktober 2016.<\/p>\n<p>Menurut Imam  Suroso, dengan dipecatnya Bin Laden Group dari proyek Crane, maka  berdampak pada PHK- nya para pekerja termasuk pekerja yang berasal dari  Indonesia.<\/p>\n<p>&#8221; Dulu kan sudah dipulangkan 5 ribu TKI. Kemudian  masih ada sekitar 9 ribu TKI yang berada di Arab Saudi. Jadi, semuanya  ada sekitar 14 ribu TKI. Jadi kemarin sudah kita undang dan kita tegur  agar Konsorsium segera membayar asuransi TKI tersebut,&#8221; ucap Imam  Suroso.<\/p>\n<p>Imam Suroso memaparkan, kesepakatan dalam rapat tersebut  adalah, dalam waktu 2 minggu ini pihak Konsorsium bersedia untuk  menyelesaikan pembayaran klaim asuransi TKI.<\/p>\n<p>&#8221; Dalam 2 minggu  akan dilunasi pembayarannya. Kalau tidak dibayar, kita mengancam bahwa  konsorsium akan diganti BPJS Ketenagakerjaan. Atau akan kita bentuk  Panja. Atau konsorsium tersebut kita ganti dengan konsorsium lain yang  lebih bagus dan tepat waktu dalam urusan pembayaran klaim asuransi,&#8221;  tegasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Imam Suroso menjelaskan, pemerintah dalam  hal ini Menteri Tenaga Kerja harus mendorong dan mendesak pihak  konsorsium agar secepatnya membayar klaim asuransi TKI tersebut.<\/p>\n<p>&#8221;  Jangan dipersulit TKI yang berada di luar negeri, seharusnya para TKI  tersebut justru dipermudah karena mereka adalah Pahlawan Devisa Negara.  Saya juga minta kepada Dirjen Kementerian Luar Negeri, agar mengurus TKI  yang masih berada di Arab Saudi, biarlah tetap disana dan dicarikan  pekerjaan yang layak. Mengingat dan menimbang pengangguran di Indonesia  luar biasa,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>&#8221; Sebab di Indonesia banyak pengangguran,  bisa menambah masalah sosial. Saya minta Kementerian Luar Negeri,  Kementerian Tenaga Kerja dan BNP2TKI untuk merespons persoalan ini dan  melobby pihak Arab Saudi agar pekerja TKI tetap disana dan dicarikan  pekerjaan di Arab Saudi,&#8221; pungkas Imam Suroso di penghujung wawancara.  <strong>(Aziz)<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Komisi IX DPR RI meminta penjelasan perusahaan asuransi yang menaungi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Karena pihaknya mendapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-34856","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34856"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34859,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34856\/revisions\/34859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}