{"id":35028,"date":"2016-10-24T19:37:32","date_gmt":"2016-10-24T12:37:32","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35028"},"modified":"2016-10-25T15:39:22","modified_gmt":"2016-10-25T08:39:22","slug":"sulaeman-hamzah-kami-apresiasi-pemerintah-bisa-jaga-stabilitas-pangan-harga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35028","title":{"rendered":"Sulaeman Hamzah : Kami Apresiasi Pemerintah Bisa Jaga Stabilitas Pangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Stabilitas produksi dan harga pangan menjadi salah satu fokus di awal  pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).<\/p>\n<p>Dari 12  komoditas strategis, ada yang menunjukkan perkembangan positif, namun  ada juga yang perlu dibenahi lebih lanjut.<\/p>\n<p>Menteri Pertanian,  Amran Sulaiman, menjelaskan untuk beras dipastikan tidak ada impor pada  tahun ini.<\/p>\n<p>Stok yang tersedia sekarang adalah dua juta ton. Harga yang  tersedia di pasar juga cukup stabil.<\/p>\n<p>Stok sampai hari ini beras 2 juta ton dan cukup sampai Mei 2017 untuk rastra (beras sejahtera), dan tidak ada masalah<\/p>\n<p>Menurut <strong>H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota  Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem<\/strong>, dirinya mengapresiasi  prestasi yang telah diraih oleh Kementerian Pertanian RI.<\/p>\n<p>&#8221;  Kementerian Pertanian sekarang ini jauh lebih maju dari tahun- tahun  sebelumnya. Memang ada kontroversi kalau kita lihat di media, antara  Badan Statistik dengan Kementerian Pertanian, ada selisih data,&#8221; ungkap  Sulaeman Hamzah kepada seputarnusantara.com di Gedung Nusantara 1 DPR-  Senayan, pada Senin 24 Oktober 2016.<\/p>\n<p>Sulaeman memaparkan bahwa  setelah dilakukan penelitian ulang dan dilakukan klarifikasi, cadangan  beras saat ini mencapai 2 Juta ton. Sehingga cadangan beras tersebut  bisa mencukupi kebutuhan nasional sampai bulan Mei 2017.<\/p>\n<p>&#8221;  Kebutuhan beras nasional saat ini masih dibawah 2 juta ton. Sehingga  mencukupi sampai tahun depan, ditambah dengan panen padi pada masa  mendatang, sehingga untuk beras kita tidak perlu ada impor, karena  sangat mencukupi,&#8221; terang Sulaeman, Anggota DPR dari Dapil Papua ini.<\/p>\n<p>Kemudian,  lanjutnya, soal jagung, produksi kita melimpah. Sehingga impor jagung  menurun dari tahun sebelumnya, bahkan penurunannya sampai 60%. Untuk  memenuhi kebutuhan memang masih impor jagung.<\/p>\n<p>&#8221; Selanjutnya untuk  komoditas kedelai, produksi kita memang jalan ditempat. Kedelai memang  kurang diminati oleh petani kita, sehingga produksi kedelai belum bisa  memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain harga kedelai murah, komoditas  kedelai juga kualitasnya menurun disebabkan oleh pergantian iklim,&#8221; ucap  Sulaeman.<\/p>\n<p>Kalau target 3 tahun kedepan oleh Kementerian  Pertanian mengenai komoditas Padi, Jagung dan Kedelai harus swasembada, memang yang  mengalami hambatan adalah kedelai. Namun, untuk padi dan jagung bisa  swasembada 3 tahun kedepan.<\/p>\n<p>&#8221; Persoalan berikutnya adalah masalah  beras premium, karena produksi beras premium sangat sedikit. Karena  kelompok menengah keatas, mengkonsumsi beras premium, sehingga tahun-  tahun kedepan harus dioptimalkan kembali,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sulaeman menjelaskan, ada kelompok menengah keatas yang memang memerlukan beras premium, ini yang perlu ditingkatkan produksi beras premium. Untuk tahun 2017 memang ada pengurangan anggaran Kementerian\/ Lembaga yang cukup signifikan. Mengenai Mitra Komisi IV DPR, khsususnya Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan anggaran yang tersedia bisa mengcover seluruh kegiatan.<\/p>\n<p>&#8221; Agar stabilitas pangan dan harga terjaga, maka dibuatlah program mekanisasi dan pembangunan jaringan irigasi tersier, kemudian ada juga program pencetakan sawah baru. Nah dengan tiga hal ini, maka produktifitas pertanian akan semakin meningkat dan tentunya kualitas mutunya semakin membaik,&#8221; pungkas Sulaeman Hamzah.<strong> (Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Stabilitas produksi dan harga pangan menjadi salah satu fokus di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-35028","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35028"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35028\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35032,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35028\/revisions\/35032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}