{"id":35419,"date":"2016-11-10T15:24:29","date_gmt":"2016-11-10T08:24:29","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35419"},"modified":"2016-11-24T15:24:38","modified_gmt":"2016-11-24T08:24:38","slug":"ketua-dpr-ri-ade-komarudin-ingin-soeharto-dan-gus-dur-jadi-pahlawan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35419","title":{"rendered":"Ketua DPR RI Ade Komarudin Ingin Soeharto dan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) menyebutkan Presiden RI  ke-2 Soeharto dan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) layak  jadi pahlawan nasional.<\/p>\n<p>Namun keputusan untuk diangkat atau tidaknya  kedua tokoh tersebut diserahkan Akom ke pihak yang berwenang.<\/p>\n<p>&#8220;Kita  serahkan kepada dewan kepahlawanan yang sudah dibentuk pemerintah.  Mereka pasti punya pertimbangan. Kalo saya pribadi, inginnya (Soeharto  jadi pahlawan nasional, -red), apa sih susahnya? Gus Dur juga. Tapi kan  dewan gelar punya pertimbangan,&#8221; kata Akom di Gedung DPR, Senayan,  Jakarta, Kamis (10\/11\/2016).<\/p>\n<p>Terlepas dari sisi kontroversinya, Akom menambahkan, Soerharto dan Gus Dur memiliki jasa yang banyak untuk Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan  tanya saya. Tanya ke dewan (kepahlawanan, -red). Aspirasi saya sudah  saya sampaikan tadi. Saya maunya Pak Harto, Gus Dur, (mereka, -red)  berbakti kepada negara sudah cukup banyak,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Mana ada pahlawan yang sempurna tapi tentu itu kembali ke dewan kepahlawanan,&#8221; sambung dia.<\/p>\n<p>10  November merupakan hari besar bagi bangsa Indonesia. 71 tahun yang lalu  tepatnya di Surabaya, puncak perjuangan bangsa Indonesia dalam revolusi  nasional mencapai puncaknya.<\/p>\n<p>Perjuangan para pejuang kemerdekaan  kala itu yang dipimpin oleh Soetomo atau lebih akrab disapa Bung Tomo  sangat mengagumkan. Pertempuran Surabaya yang berawal tanggal 27 Oktober  dan berakhir pada 20 November 1945 tersebut merupakan salah satu aksi  heroik para pejuang yang paling berat pada masa revolusi. <strong>(Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) menyebutkan Presiden RI ke-2 Soeharto dan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-35419","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35419"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35419\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35422,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35419\/revisions\/35422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}