{"id":35885,"date":"2017-01-26T10:00:37","date_gmt":"2017-01-26T03:00:37","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35885"},"modified":"2017-01-26T13:24:51","modified_gmt":"2017-01-26T06:24:51","slug":"sulaeman-hamzah-bicara-soal-pilkada-2017-hingga-implementasi-dana-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35885","title":{"rendered":"Sulaeman Hamzah Bicara Soal Pilkada 2017 Hingga Implementasi Dana Desa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Pilkada serentak seluruh Indonesia akan dilaksanakan pada bulan Februari 2017.<\/p>\n<p>Pilkada serentak merupakan pesta demokrasi yang dilangsungkan di Indonesia.<\/p>\n<p>Momentum Pilkada merupakan saat dimana rakyat memilih dan menentukan pemimpin di daerahnya.<\/p>\n<p>Salah satu daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2017 adalah Provinsi Papua.<\/p>\n<p>Menurut  <strong>H. Sulaeman Hamzah, Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI periode 2014-  2019 dari Dapil Papua<\/strong>, bahwa pengalaman membangun Papua semenjak Irian  Barat masuk ke pangkuan ibu pertiwi, selama ini baru asumsi- asumsi yang  dikembangkan oleh pemerintah.<\/p>\n<p>&#8221; Namun, belakangan ini, baru  dirasakan pembangunan nyata di Papua yang dilakukan oleh pemerintah.  Akhir- akhir ini sudah mulai tampak pembangunan yang dilakukan  pemerintah di Papua,&#8221; ungkap Sulaeman Hamzah kepada <a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\" target=\"_blank\">seputarnusantara.com<\/a> di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Rabu 25 Januari 2017.<\/p>\n<p>Menurut  Sulaeman, pemerintahan sekarang ini sudah mulai memacu pembangunan di  Papua. Pemerintah menyadari betul bahwa Papua merupakan bagian NKRI  (Negara Kesatuan Republik Indonesia).<\/p>\n<p>&#8221; Dengan gencarnya  pemerintah membangun Papua sekarang ini, maka alasan kemiskinan,  ketertinggalan, keter-isolasian dan kesenjangan sosial, diharapkan akan  segera lenyap di bumi Papua,&#8221; terang Sulaeman Hamzah, Politisi Partai  NasDem dari Dapil Papua ini.<\/p>\n<p>Kemudian, lanjutnya, setelah  Reformasi, dengan dirubahnya UU terkait Pemilihan Umum dan peraturan-  peraturan terkait lainnya, sudah mulai terlihat perubahan yang terjadi  di tengah- tengah masyarakat. Masyarakat mulai menyadari dan memahami  akan pentingnya arti sebuah pesta demokrasi.<\/p>\n<p>&#8221; Semakin hari,  kesadaran masyarakat akan politik khususnya Pemilu dan Pilkada semakin  tinggi. Masyarakat semakin terbuka matanya, sehingga masyarakat  menginginkan dan memilih pemimpinnya yang bisa melakukan inovasi dan  bisa membangun di daerahnya,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sulaeman lebih jauh  memaparkan bahwa dari dua sistem yang ada di Papua, yaitu sistem  pemilihan langsung <em>one man one vote<\/em> (satu orang satu suara, red.) dan sistem <em> noken<\/em> (masyarakat disuatu tempat diwakili oleh Kepala Suku atau Kepala  Adat), bukan berarti dengan adanya sistem noken, masyarakat disana buta  huruf semua dan tidak tahu apa- apa.<\/p>\n<p>&#8221; Dengan adanya sistem  noken, bukan berarti rakyat disana tidak tahu apa- apa, akan tetapi  lebih kepada faktor budaya setempat dimana masyarakat tunduk pada adat  dan tunduk kepada Kepala Suku\/ Kepala Adat di wilayahnya,&#8221; terang Sulaeman, yang juga  merupakan Anggota Komisi IV DPR RI ini.<\/p>\n<p>Kemudian, lanjutnya,  untuk kepala daerah di Papua baik tingkat Kabupaten\/ Kota maupun  Provinsi, regulasinya menyatakan bahwa semua orang boleh menjadi calon  kepala daerah disana.<\/p>\n<p>&#8221; Namun, khusus untuk kepala daerah tingkat  Kabupaten dan Kota di Papua, masyarakat menginginkan agar kepala  daerahnya merupakan putra asli daerah Papua. Tetapi hal ini belum bisa  diakomodir oleh peraturan perundang- undangan yang ada,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut  Politisi Partai NasDem Dapil Papua ini, sebenarnya banyak putra asli  daerah Papua yang sangat potensial dan berkualitas untuk memimpin daerah  di Papua. Namun, karena perekrutan, pencalonan dan penentuan calon  kepala daerah harus melalui partai politik, maka banyak putra daerah  yang potensial tersebut gagal menjadi calon kepala daerah.<\/p>\n<p>&#8221;  Faktor yang menjadi kendalanya bisa jadi karena tidak punya kemampuan  finansial untuk melalui proses sebagai calon kepala daerah. Sehingga ada  kader putra daerah yang bagus, militan dan energik, menjadi tersingkir  sebagai calon kepala daerah karena tidak mempunyai kemampuan finansial  dan tidak lolos dalam proses- proses politik menjadi calon kepala daerah,&#8221; terang  Sulaeman Hamzah.<\/p>\n<p>Dengan peristiwa tersebut, lanjutnya, maka  rakyat dihadapkan pada pilihan yang tidak bisa ditolaknya yaitu memilih  calon kepala daerah yang sudah ditentukan oleh partai politik. Sehingga  terkadang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat setempat.<\/p>\n<p>&#8221; Soal berikutnya adalah terkait proses dalam Pilkada itu  sendiri. Walaupun penyelenggara Pilkada sudah teruji, namun terkadang  komisioner penyelenggara Pilkada tidak independent. Ada di beberapa daerah yang mana dominasi  calon kepala daerah sangat kuat untuk mendikte dan mengendalikan  penyelenggara Pilkada. Sehingga hasil dari Pilkada tidak sesuai dengan  fakta dilapangan, yang menang bisa kalah dan yang seharusnya kalah  justru menjadi pemenang,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Faktor tersebut juga masih  menjadi masalah di daerah. Penyelenggara Pemilu yang tidak independent  dan berpihak kepada calon tertentu, ini menjadi masalah besar di pesta  demokrasi yang namanya Pilkada.<\/p>\n<p>&#8221; Sehingga figur- figur yang  semestinya bisa menjadi kepala daerah, justru kalah dalam Pilkada  dikarenakan ketidakindependent komisioner penyelenggara Pilkada.  Ini yang tidak kita inginkan bersama. Harapan kita, sesudah Pilkada  serentak 2017 ini, perlu ada perubahan regulasi dari pemerintah,  sehingga menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat,&#8221;  tegasnya.<\/p>\n<p><strong>Mengenai Persoalan Dana Desa<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah sudah  mengalokasikan APBN yang sangat luar biasa untuk kepentingan dan  pembangunan daerah. Ini patut diapresiasi, karena dana yang besar  tersebut, kalau dimanfaatkan dengan optimal, maka daerah akan mengalami  kemajuan yang pesat.<\/p>\n<p>&#8221; Pemerintah sudah mengalokasikan dana besar  untuk desa seluruh Indonesia. Kalau dana yang besar ini, tidak  diimbangi dengan memberikan bekal yang cukup kepada aparatur desa, maka  dikhawatirkan para kepala desa bisa terjerat hukum,&#8221; ucap  Sulaeman.<\/p>\n<p>Terjerat hukumnya kepala desa dalam menggunakan dana  desa, bisa jadi karena faktor tidak memahami aturan yang berlaku, atau  tidak mampu mengelola keuangan dalam jumlah besar, atau bisa jadi karena  tergiur dengan jumlah uang yang sangat besar tersebut.<\/p>\n<p>&#8221; Dalam  UU Desa yang sekarang ini sedang gencar disosialisasikan ke daerah-  daerah, memang mengharuskan agar dana desa ini bisa langsung disalurkan  dari pusat ke desa. Yang sekarang berlaku, saya rasa sudah bijaksana,  pemerintah pusat transfer ke Kabupaten\/ Kota, kemudian dari Kabupaten\/  Kota baru ditransfer ke desa,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sulaeman menjelaskan,  penyaluran dari Kabupaten\/ Kota ke desa menggunakan sistem termin\/  bertahap, sehingga pertanggungjawabannya lebih mudah dan pengawasannya  juga akan lebih baik. Tetapi, yang masih kurang adalah dari segi  pengawasan penggunaan dana desa.<\/p>\n<p>&#8221; UU No. 6 Tahun 2014 yang  sekarang gencar disosialisasikan itu, ada hal yang perlu dipertimbangkan  lagi yaitu mengenai keharusan bahwa di desa harus ada rencana anggaran  pendapatan dan belanja desa, sumber- sumber dana dari pusat, provinsi,  kabupaten\/ kota. Sebab, untuk memahami hal ini, sudah barang tentu tidak  semua desa bisa melakukannya,&#8221; tegas Politisi Partai NasDem ini.<\/p>\n<p>Untuk  daerah- daerah lain memang sudah mampu untuk menerapkannya, namun untuk  daerah khusus seperti di Papua, sebaiknya dipertimbangkan karena faktor  SDM (sumber daya manusia) dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>&#8221; Banyak hal  yang menjadi kendala ditingkat lapangan. Memang sudah ada UU Desa,  tetapi implementasinya tidak semudah yang ada dalam UU Desa. Banyak  faktor yang menyebabkan berbagai kendala mengenai Dana Desa ini,&#8221; ungkap  Sulaeman Hamzah dengan mantap.<\/p>\n<p>&#8221; Maka, perlu pendampingan bagi  para Kepala Desa yang lebih intensif lagi dalam penggunaan dan  pengelolaan Dana Desa ini. Sehingga pertanggungjawaban secara  administrasinya bagus dan penggunaan Dana Desa bisa tepat sasaran,&#8221;  pungkas Sulaeman Hamzah di penghujung wawancara.<strong> (Aziz).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Pilkada serentak seluruh Indonesia akan dilaksanakan pada bulan Februari 2017. Pilkada serentak merupakan pesta demokrasi yang dilangsungkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-35885","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35885"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35885\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35888,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35885\/revisions\/35888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}