{"id":35906,"date":"2017-01-27T13:00:14","date_gmt":"2017-01-27T06:00:14","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35906"},"modified":"2017-01-27T18:47:31","modified_gmt":"2017-01-27T11:47:31","slug":"annisa-pohan-kota-modern-tapi-warga-merasa-tak-bahagia-untuk-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35906","title":{"rendered":"Annisa Pohan : Kota Modern Tapi Warga Merasa Tak Bahagia, Untuk Apa?"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Juru kampanye Agus- Sylvi, Annisa Pohan, berbicara soal  pembangunan kota yang ideal.<\/p>\n<p>Menurutnya, kota yang modern tak boleh  melupakan kenyamanan dan kebahagiaan warganya.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk apa kita  memiliki kota yang indah, maju, modern, tapi warganya merasa tidak aman?  Warga tidak nyaman, tidak tenang, tidak bahagia,&#8221; kata Annisa di  Kedaung, Jakarta Barat, Kamis (26\/1\/2017).<\/p>\n<p>Menurutnya, inti  pembangunan sebuah kota adalah membangun jiwa manusia.<\/p>\n<p>Kebahagiaan  masyarakat merupakan hal penting dalam membangun kota, dalam hal ini  Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Inti membangun kota itu kan untuk membangun jiwa  manusianya, membuat bahagia warganya, membuat sejahtera warganya. Untuk  apa kita membangun jika masyarakat tidak merasa bahagia?&#8221; ucap Annisa  dengan nada bertanya- tanya.<\/p>\n<p>Menurut istri Agus Yudhoyono ini,  penataan kota tak melulu mesti menyakiti hati rakyat.<\/p>\n<p>Banyak solusi,  menurutnya, yang dapat diterapkan untuk memajukan Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Menata  kota itu tidak harus menyakiti hati rakyat. Banyak sekali solusi yang  bisa dilakukan untuk memperindah kota, memperindah Jakarta dengan cara  yang baik, dengan kesepakatan dengan warga yang bisa membuat bahagia  warganya, maju juga kotanya,&#8221; tutupnya. <strong>(Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Juru kampanye Agus- Sylvi, Annisa Pohan, berbicara soal pembangunan kota yang ideal. Menurutnya, kota yang modern tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-35906","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35906"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35906\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35909,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35906\/revisions\/35909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}