{"id":35976,"date":"2017-02-02T23:00:21","date_gmt":"2017-02-02T16:00:21","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35976"},"modified":"2017-02-03T12:21:40","modified_gmt":"2017-02-03T05:21:40","slug":"azam-azman-natawijana-pilih-agus-sylvi-agar-jakarta-maju-damai-sejahetra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=35976","title":{"rendered":"Azam Azman Natawijana : Pilih Agus- Sylvi Agar Jakarta Maju dan Sejahtera"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tinggal beberapa hari lagi.<\/p>\n<p>Perhelatan pesta demokrasi tersebut akan dilangsungkan pada tanggal 15 Februari 2017.<\/p>\n<p>Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono dinilai sebagai sosok pemimpin yang humanis dan pembela kaum papa.<\/p>\n<p>Hal itu terlihat dari program- program yang diajukannya, antara lain  program Rp 1 miliar per- RW, Rp 50 juta untuk UMKM, dan Rp 5 juta buat  rakyat miskin.<\/p>\n<p>Lewat program itu membuktikan bahwa Agus dan Sylvi adalah sosok pemimpin yang mewakili rakyat miskin Jakarta. Keduanya akan menjadi dambaan dan harapan untuk kesejahteraan dan kenyamanan warga ibukota.<\/p>\n<p>Agus Yudhoyono akan menjadi Gubernur yang baik.<\/p>\n<p>Menurut <strong>Ir. H. Azam Azman Natawijana, MM.,  Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Periode 2014- 2019<\/strong>, bahwa  setiap pemimpin itu, baik itu Bupati\/ Walikota\/ Gubernur bahkan Presiden  sekalipun, harus mengedepankan sisi- sisi kemanusiaan.<\/p>\n<p>&#8221; Sebab  yang dipimpin itu kan manusia, bukan robot atau mesin. Manusia itu  mempunyai harga diri, karakter, martabat, kemauan dan perasaan, sehingga  seorang pemimpin tidak bisa memperlakukan bawahan dan rakyatnya  bagaikan robot atau mesin,&#8221; ungkap Azam kepada <a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\" target=\"_blank\">seputarnusantara.com<\/a> di Hotel Crown Plaza- Semanggi Jakarta, pada Kamis 2 Februari 2017.<\/p>\n<p>Lebih  lanjut Azam menjelaskan bahwa, manusia tidak bisa diperlakukan sewenang-  wenang oleh pemimpinnya. Karena manusia punya harkat dan martabat yang  harus diperlakukan secara manusiawi.<\/p>\n<p>&#8221; Oleh karena itu, seorang  pemimpin harus menghargai dan menghormati rakyatnya. Ini yang saya  cermati termasuk di Jakarta sebagai Ibukota Negara. Dari 3 pasang calon  Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, saya mencermati sosok Mas Agus  Yudhoyono dan Bu Sylviana Murni sangat cocok dan tepat memimpin Jakarta  untuk 5 tahun yang akan datang,&#8221; tegas Azam, Politisi Partai Demokrat  ini.<\/p>\n<p>Azam memaparkan alasan mengapa Agus- Sylvi adalah pemimpin  yang sangat tepat di Jakarta. Menurutnya, Agus Yudhoyono mempunyai latar  belakang dan prestasi di militer yang sangat cemerlang, merupakan  lulusan terbaik Akademi Militer.<\/p>\n<p>&#8221; Mas Agus Yudhoyono disamping  cemerlang di militer dan menguasai ilmu keamanan pertahanan, serta teritorial, beliau juga lulusan  beberapa perguruan tinggi luar negeri. Mas Agus mendapatkan gemblengan  di militer sehingga kepemimpinannya sangat matang. Kemudian, beliau juga  memperoleh gelar 3 Master dibeberapa perguruan tinggi, Mas Agus ini  sangat hebat,&#8221; ucap Azam, yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi VI DPR  RI ini.<\/p>\n<p>Dengan latar belakang militer dan gelar 3 Master,  lanjutnya, membuat Agus Yudhoyono menjadi sosok pemimpin yang menguasai  persoalan keamanan dan teritorial, serta merupakan pemimpin yang cerdas,  sehingga akan mampu memajukan Jakarta dan mensejahterakan rakyatnya.<\/p>\n<p>&#8221;  Sedangkan Bu Sylvi merupakan sosok birokrat yang meniti karier dari  bawah dan bergelar Profesor Doktor, sehingga memahami dan menguasai betul persoalan birokrasi dan  pemerintahan Jakarta. Bu Sylvi pernah menjabat sebagai Walikota Jakarta  Pusat dan Deputi Gubernur, ini merupakan bekal pengalaman yang cukup  baik untuk menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Dengan  segudang pengalaman di birokrasi pemerintahan DKI Jakarta, sosok  Sylviana Murni akan mampu mengelola birokrasi dan pemerintahan di  Jakarta. Sehingga, kombinasi antara Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni  saling melengkapi dan akan menjadi pemimpin yang memajukan Ibukota dan  mensejahterakan rakyatnya.<\/p>\n<p>&#8221; Jakarta ini sebagai Ibukota Negara  merupakan barometernya Indonesia. Jika Jakarta maju dan masyarakatnya  sejahtera, maka Indonesiapun akan maju dan rakyatnya- pun akan  sejahtera. Rakyat seluruh Indonesia selalu menyoroti Jakarta sebagai  Ibukota Negara. Kalau Jakarta dipimpin oleh sosok yang cerdas dan  humanis, maka Jakarta akan maju,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Siapapun yang jadi  Gubernur di Jakarta, lanjutnya, harus melanjutkan program- program yang  baik di Ibukota. Kalau program tersebut baik perlu dilanjutkan dan  ditingkatkan, sedangkan kalau kurang baik jangan dilanjutkan. Kalau ada  program Gubernur incumbent yang tidak baik dan menyakiti hati rakyat,  jangan dilanjutkan oleh Gubernur yang baru.<\/p>\n<p>&#8221; Kita sebagai orang  Islam dan mayoritas penduduk DKI Jakarta ini adalah muslim, sebagai  seorang muslim yang taat kita punya keyakinan dan punya kewajiban untuk  memilih pemimpin. Nah, keyakinan dan kewajiban kita sebagai seorang  muslim adalah memilih pemimpin yang beragama Islam dan bisa memimpin  kita. Ini merupakan tuntunan ajaran agama Islam yang harus kita patuhi  bersama,&#8221; tegas Azam Azman Natawijana.<\/p>\n<p>Sebab, lanjutnya, kalau  ajaran Agama Islam tidak kita patuhi, berarti kita mengingkari aqidah  Agama Islam. Apakah kita mau dan mampu mengingkari aqidah kita yang  merupakan tuntunan ajaran Agama Islam? Tentu tidak, sebab kalau kita  mengingkari aqidah ajaran agama Islam, maka aqidah kita patut dipertanyakan.<\/p>\n<p>&#8221; Saya berpesan  kepada seluruh warga DKI Jakarta yang merupakan mayoritas Islam,  pilihlah pemimpin yang satu aqidah. Jangan pilih pemimpin yang beda  aqidah. Kemudian, pilihlah pemimpin yang bisa menghargai orang,  menghargai bawahannya, menghargai rakyatnya dan mempunyai sisi- sisi  kemanusiaan,&#8221; ucap Azam dengan mantap.<\/p>\n<p>Menurutnya, seorang  pemimpin harus mempunyai sifat dan sikap yang baik. Karena dengan sifat  dan sikap yang baik, maka pemimpin tersebut akan mampu mengelola  pemerintahan dan rakyatnya dengan penuh tanggungjawab dan rasa  kemanusiaan.<\/p>\n<p>&#8221; Nah, sifat dan sikap yang baik ini ada di sosok  Mas Agus dan Bu Sylvi. Saya himbau kepada warga Jakarta, mari tanggal 15  Februari 2017 nanti, kita berduyun- duyun ke TPS untuk memilih calon  yang beragama Islam, berpengalaman di birokrasi dan kepemimpinan,  santun, dan memahami masalah keamanan dan teritorial. Calon tersebut  adalah pasangan Agus- Sylvi,&#8221; tegas Azam.<\/p>\n<p>Azam menambahkan, kalau  DKI Jakarta ini dikelola dengan baik dan rakyatnya tidak takut dengan  Gubernurnya, maka Jakarta sebagai barometer Indonesia, tentu akan  menjadi contoh bagi daerah lainnya. Sosok Agus- Sylvi yang mempunyai  kecerdasan dan pengalaman yang sangat luar biasa, tentu akan memajukan  Ibukota ini.<\/p>\n<p>&#8221; Masyarakat Jakarta harus jernih dalam berpikir dan  pilih pemimpin yang cerdas, berpengalaman, santun dan menghargai  rakyatnya. Sosok Agus- Sylvi merupakan pemimpin yang didambakan warga  Jakarta. Masyarakat Jakarta akan tenang, damai dan tentram jika dipimpin  oleh Agus- Sylvi,&#8221; ungkap Azam.<\/p>\n<p>&#8221; Saya berpesan <em>pertama<\/em>, warga  DKI Jakarta jangan tergoda dengan <em>Money Politics<\/em>. <em>Kedua,<\/em> ayo warga DKI  Jakarta berbondong- bondong ke TPS pada tanggal 15 Februari 2017 untuk mencoblos dan turut menjadi  saksi agar tidak terjadi penyimpangan. <em>Ketiga<\/em>, saya himbau kepada  seluruh masyarakat Jakarta untuk ikut mengawasi menjelang, pada saat dan setelah Pilkada DKI Jakarta, khususnya  malam hari H pencoblosan, agar tidak ada serangan fajar berupa <em>Money Politics<\/em>. <em>Keempat<\/em>, saya himbau kepada seluruh warga Jakarta agar jangan  jadi Golput, gunakan hak pilihnya dan tentunya pilih Agus- Sylvi demi Jakarta yang maju, bermartabat, dan rakyat sejahtera,&#8221;  pungkas Azam Azman Natawijana di penghujung wawancara. <strong>(Aziz).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tinggal beberapa hari lagi. Perhelatan pesta demokrasi tersebut akan dilangsungkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-35976","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35976"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35980,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35976\/revisions\/35980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}