{"id":36430,"date":"2017-03-13T14:38:40","date_gmt":"2017-03-13T07:38:40","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36430"},"modified":"2017-03-16T15:55:45","modified_gmt":"2017-03-16T08:55:45","slug":"sulaeman-hamzah-rdp-4-pilar-kebangsaan-untuk-perkuat-kebhinekaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36430","title":{"rendered":"Anggota DPR Sulaeman Hamzah Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan RDP Untuk Perkuat Kebhinekaan"},"content":{"rendered":"<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">Merauke, Kamis, 09 Maret 2017, anggota MPR sekaligus DPR-RI Komisi IV Daerah Pemilihan Provinsi Papua, H. Sulaeman L. Hamzah melaksanakan kegiatan Rapat Dengar Pendapat Empat Pilar Kebangsaan dengan tema \u201cPenegasan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Perekat Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara untuk Memperkuat Wawasan Nusantara\u201d bertempat di Kampus STIE Yapis Kabupaten Merauke. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 160 orang peserta tersebut, terdiri dari mahasiswa yang berasal dari 8 perguruan tinggi, organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Masyarakat sekitar. Delapan perguruan tinggi tersebut adalah 1) STIE Yapis, 2) Akademi Kebidanan Yaleka Maro, 3) STIE ST. Theresa, 4) Universitas Musamus, 5) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Yaleka Maro, 6) Politeknik Pertanian Yasanto, 7) Sekolah Tinggi Katolik (STK) Yakobus, dan 8) Politeknik Kesehatan Merauke.<\/div>\n<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">Dalam paparannya, H. Sulaeman L. Hamzah menyampaikan bahwa, Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu Empat Pilar Kebangsaan sebagai semboyan negara yang berarti berbeda-beda tetap satu jua. Bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk, memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, bahasa daerah yang berbeda-beda, suku bangsa yang beragam, agama yang berbeda-beda, warna kulit yang bermacam-macam, adat istiadat, dan banyak lagi perbedaan lainnya, sehingga harus ada perkataan atau kalimat pendek yang kita gunakan sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup) atau yang kita sebut sebagai semboyan.<\/div>\n<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">\u201cNegara sedang mengalami tantangan kebangsaan yang cukup serius baik secara internal maupun secara eksternal. Secara internal, lemahnya penghayatan dan pengamalan agama, munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang sempit, timbulnya fanatisme kedaerahan, kurangnya pemahaman atas kebhinnekaan dan kemajemukan, serta kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagai pemimpin harus diantisipasi utamanya oleh para generasi muda penerus bangsa. Sedangkan secara ekternal, pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam, serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional akan membuat bangsa ini semakin tertinggal oleh bangsa lain dan kehilangan kedaulatannya. Oleh karena itu Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu Empat Pilar Kebangsaan yang memiliki nilai-nilai luhur budaya bangsa yang sangat penting yang berisi nilai dan norma bangsa harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara\u201d papar H. Suleman L. Hamzah (KM).<\/div>\n<div><strong>Merauke. Seputar Nusantara<\/strong>. Anggota MPR RI sekaligus DPR RI dari Komisi IV Daerah Pemilihan Provinsi Papua, H. Sulaeman L. Hamzah melaksanakan kegiatan Rapat Dengar Pendapat Empat Pilar Kebangsaan dengan tema \u201cPenegasan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Perekat Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara untuk Memperkuat Wawasan Nusantara.\u201d<\/div>\n<div>Kegiatan RDP tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2017.<\/div>\n<div>Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampus STIE Yapis Kabupaten Merauke.<\/div>\n<div>Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 160 orang peserta tersebut, terdiri dari mahasiswa yang berasal dari 8 perguruan tinggi, organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Masyarakat sekitar.<\/div>\n<div>Sedangkan Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah : 1. H. Sulaeman L. Hamzah, Anggota DPR\/ MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, 2. Ketua STIE Yapis Merauke Drs. Rauf, M.Si., DR. Jefrry Rengkung dan DR. Fauzun Nihayah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Delapan perguruan tinggi tersebut adalah 1). STIE Yapis, 2). Akademi Kebidanan Yaleka Maro, 3). STIE ST. Theresa, 4). Universitas Musamus, 5). Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Yaleka Maro, 6) Politeknik Pertanian Yasanto, 7). Sekolah Tinggi Katolik (STK) Yakobus, dan 8). Politeknik Kesehatan Merauke.<\/div>\n<div>Dalam paparannya, H. Sulaeman L. Hamzah menyampaikan bahwa, Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu Empat Pilar Kebangsaan sebagai semboyan negara yang berarti berbeda-beda tetap satu jua.<\/div>\n<div>Bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk, memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, bahasa daerah yang berbeda-beda, suku bangsa yang beragam, agama yang berbeda-beda, warna kulit yang bermacam-macam, adat istiadat, dan banyak lagi perbedaan lainnya, sehingga harus ada perkataan atau kalimat pendek yang kita gunakan sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup) atau yang kita sebut sebagai semboyan.<\/div>\n<div>\u201c Negara sedang mengalami tantangan kebangsaan yang cukup serius baik secara internal maupun secara eksternal. Secara internal, lemahnya penghayatan dan pengamalan agama, munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang sempit, timbulnya fanatisme kedaerahan, kurangnya pemahaman atas kebhinnekaan dan kemajemukan, serta kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagai pemimpin harus diantisipasi utamanya oleh para generasi muda penerus bangsa. Sedangkan secara ekternal, pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam, serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional akan membuat. bangsa ini semakin tertinggal oleh bangsa lain dan kehilangan kedaulatannya. Oleh karena itu Bhinneka Tunggal Ika sebagai salah satu Empat Pilar Kebangsaan yang memiliki nilai-nilai luhur budaya bangsa yang sangat penting yang berisi nilai dan norma bangsa harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara\u201d papar H. Sulaeman L. Hamzah.<strong> (Aziz) <\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Merauke, Kamis, 09 Maret 2017, anggota MPR sekaligus DPR-RI Komisi IV Daerah Pemilihan Provinsi Papua, H. Sulaeman L. Hamzah melaksanakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-36430","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36430"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36433,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36430\/revisions\/36433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}