{"id":36496,"date":"2017-03-22T14:45:37","date_gmt":"2017-03-22T07:45:37","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36496"},"modified":"2017-03-22T14:46:48","modified_gmt":"2017-03-22T07:46:48","slug":"pengakuan-terdakwa-korupsi-e-ktp-beri-uang-ke-ade-komarudin-us-100-ribu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36496","title":{"rendered":"Pengakuan Terdakwa Korupsi e-KTP Beri Uang ke Ade Komarudin US$ 100 Ribu"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara. <\/strong>Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI DR. H. Ade  Komarudin alias Akom diduga ikut menerima fulus atau uang haram proyek e-KTP.<\/p>\n<p>Uang itu  diberikan oleh mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil  Kementerian Dalam Negeri bernama Irman.<\/p>\n<p>Irman, yang kini duduk sebagai  terdakwa skandal e-KTP, mengungkapkan permintaan uang itu terjadi pada  akhir tahun 2013.<\/p>\n<p>Saat itu, Akom sedang membutuhkan uang untuk acara dengan Kepala Desa, Camat, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Bekasi.<\/p>\n<p>&#8220;Berkaitan  dengan itu, kalau dimungkinkan, saya mohon bantuan dana dari Pak  Irman,&#8221; ucap Akom, seperti ditirukan Irman, dalam berkas salinan berita  acara pemeriksaan (BAP).<\/p>\n<p>Kemudian Irman  bertanya soal jumlah uang yang diperlukan oleh Akom.<\/p>\n<p>Politikus Partai Golkar itu  lantas menjawab Rp 1 Miliar.<\/p>\n<p>Tak berapa lama, uang US$ 100 ribu (sekitar Rp 1,3 Miliar\/ kurs 13.000 per Dollar) diberikan Irman melalui suruhannya.<\/p>\n<p>Akom membantah keras  pemberian uang ini.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah saya sampaikan semua yang saya tahu. Tapi  urusan aliran dana begitu, saya tidak tahu,&#8221; katanya setelah diperiksa  KPK sebagai saksi kasus e-KTP, Jumat, 3 Februari 2017. (dtc\/Aziz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI DR. H. Ade Komarudin alias Akom diduga ikut menerima fulus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-36496","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36496"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36496\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36500,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36496\/revisions\/36500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}