{"id":36537,"date":"2017-03-24T14:43:01","date_gmt":"2017-03-24T07:43:01","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36537"},"modified":"2017-03-24T19:28:56","modified_gmt":"2017-03-24T12:28:56","slug":"pt-berdikari-mulai-memperbaiki-manajemennya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36537","title":{"rendered":"PT. Berdikari Mulai Perbaiki Manajemen, Berharap Dapat Support Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\"><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Berdikari (Persero) ternyata dalam situasi kritis dan terancam colaps karena memiliki utang sekitar Rp 230 Miliar.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Direktur Utama PT. Berdikari (Persero), Eko Taufik, mengatakan seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, pada Rabu 22 Maret 2017, membenarkan kondisi perusahaan yang baru tiga bulan dipimpinnya itu.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Akumulasi utang perusahaan hingga kini mencapai sekitar Rp 230 Miliar. Terbesar (utang) ya sejak 2014 (hingga 2016). Kita lakukan pendekatan dan kesepakatan untuk minta keringanan penundaan pembayaran, seperti diangsur pokoknya. Ada beberapa Bank sudah ada kesepakatan seperti itu. Kalau tidak, ya bisa colaps,\u201d ujar Eko Taufik, Dirut PT. Berdikari.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Ia mengakui permasalahan yang membuat kerugian terbesar pada perusahaan sehingga sampai terlilit utang ratusan miliar karena ada kesalahan dalam perdagangan sapi.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Ya, pada perdagangan sapi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Dirut PT. Berdikari, Eko Taufik dalam keterangannya di depan Anggota Komisi VI DPR RI juga mengakui, PT. Berdikari memiliki peternakan dengan lahan seluas 6.623 hektar di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, yang dulu memiliki sapi hingga sampai 6.000 ekor.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Tetapi, kini hanya tinggal ratusan sapi saja,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Ia tidak menjabarkan langkah manajemen sebelumnya yang membuat kuantitas peternakan sapi terbesar di Sulawesi tersebut melorot tajam, di tengah melonjaknya harga daging sapi hingga mencekik para konsumen.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Ada mismanajemen,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\"><span style=\"line-height: 28.8px\">Lebih lanjut Eko Taufik memaparkan, kerugian terbesar pada perdagangan sapi tersebut karena salah perhitungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\"><span style=\"line-height: 28.8px\"> \u201c Itu masalah harga, sementara sumber pembiayaan dari utang. Ketika masuk Indonesia (sapi impor), harga ternyata turun,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Ia mengatakan, selama tiga bulan setelah ditunjuk menjadi Dirut PT. Berdikari, dirinya mulai menata perdagangan sapi tersebut. Apabila harga daging tidak terkontrol, ia menjual sapi (hidup).<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Dengan pola itu, PT. Berdikari meraih untung. Tetapi, tambahnya, karena keuntungan tipis dan permodalan terbatas sehingga bila diakumulasi dengan pembayaran atau angsuran beban utang, maka masih merugi.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Meski riilnya itu untung. Karena beban utang, ya akumulasinya jadi tetap rugi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Eko Taufik mengakui, selama menjalani sebagai Dirut, maka perdagangan sapi itu merupakan inisiasif sendiri.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Kita tidak dapat kuota dari Bulog. Kita berharap pemerintah memberi support, minimal konsisten. Bila ada penugasan ya disupport, misal kemudahan pendanaan agar bisa recovery lagi. Kalau saya punya duit banyak, kan, bisa dagang banyak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Ia setuju bila harga sapi terus mendapat pantauan hingga hilir, sehingga PT. Berdikari sebagai BUMN bisa mendapat kepastian pasar.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Contoh pasar tradisional mengambil daging dari kita, pasti untung meski tipis, tetapi subsidi sudah mengcover. Sekarang kan tidak, dan BUMN tidak mungkin menjual dengan mengikuti harga pasar,\u201d kata Eko Taufik.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Sementara, tambah Eko Taufik, pasar sudah dipenuhi oleh para pemain lama yang selama ini mengontrol perdagangan sapi.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Jadi sulit kita masuk dengan kondisi seperti ini. Padahal daging kita bisa lebih murah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Menjawab pertanyaan, ia mengatakan harga daging sapi sebenarnya masih di bawah Rp 90.000 per-kg. Permasalahannya, kata dia, karena daging terlalu lama disimpan sehingga membebani, sementara harga jual tidak mungkin lebih.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">\u201c Tetapi kalau harga pasti, dan pasar menyerap, itu lebih enak kalau ada kontrol seperti itu. Keuntungannya, pasar bisa terkontrol. Ini tadi ada kebijakan dari Kemenhub, dalam empat bulan ke depan ada jatah (pengangkutan sapi) untuk PT. Berdikari dan Darma Jaya saja. Insya Allah bisa terkontrol,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 10px;color: #4a4a4a;text-align: justify;font-family: Roboto, sans-serif;font-size: 16px;line-height: 28.8px;background-color: #fdfdfd\">Selain memiliki anak perusahaan di sektor peternakan, PT. Berdikari (Persero) juga memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Pergudangan dan Meubel. <strong>(Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Berdikari (Persero) ternyata dalam situasi kritis dan terancam colaps karena memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-36537","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36537"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36537\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36540,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36537\/revisions\/36540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}