{"id":36851,"date":"2017-04-19T10:00:56","date_gmt":"2017-04-19T03:00:56","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36851"},"modified":"2017-04-20T11:37:20","modified_gmt":"2017-04-20T04:37:20","slug":"bahrum-daido-pemerintah-harus-tangani-kampanye-hitam-uni-eropa-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36851","title":{"rendered":"Bahrum Daido : Pemerintah Harus Tangani Kampanye Hitam Uni Eropa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Ketua Umum Asosiasi Petani Plasma Kelapa  Sawit Indonesia (APPKSI) AM Muhammadyah mengaku kecewa dengan program  pemerintah.<\/p>\n<p>Pasalnya Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH)  Siti Nurbaya tidak mampu meyakinkan Uni Eropa mengenai kemajuan  industri sawit Indonesia.<\/p>\n<p>Muhammadyah menilai Siti Nurbaya tidak  mampu menjelaskan kemajuan industri sawit. Uni Eropa melarang  produk-produk Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Keputusan  Anggota Parlemen Uni Eropa yang memutuskan pelarangan masuknya produk  Industri sawit Indonesia ke negara- negara eropa baru- baru ini sebuah  bukti keteledoran,&#8221; ujar Muhammadyah dalam keterangannya, Selasa  (18\/4\/2017).<\/p>\n<p>Lanjutnya, larangan eksport produk sawit ke Uni  Eropa akibat adanya kampanye hitam terhadap industri sawit Indonesia  yang sengaja dibiarkan oleh Kementerian KLH.<\/p>\n<p>Padahal, kata  Muhammadyah, ada dana setiap tahun di Kementerian KLH yang digunakan  untuk melakukan kegiatan pendataan hutan dan pengunaan lahan hutan yang  sudah dilepas status menjadi Perkebunan sawit.<\/p>\n<p>Sedangkan Menurut  <strong>DR. Ir. H. Bahrum Daido, M. Si., Anggota Badan Legislasi DPR RI<\/strong>, bahwa  kampanye hitam Uni Eropa terhadap industri sawit Indonesia tidak  mempunyai landasan yang kuat.<\/p>\n<p>&#8221; Sekarang yang perlu dilakukan  adalah para petani sawit dan asosiasi yang bergerak di industri sawit,  menjawab tantangan persaingan industri sawit. Dengan cara, menjaga dan  selalu meningkatkan kualitas kelapa sawit Indomesia. Sehingga dunia  internasional mengakui kualitas kelapa sawit kita,&#8221; ungkap Bahrum Daido  kepada <a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\" target=\"_blank\">seputarnusantara.com<\/a> di Gedung Nusantara 1 DPR- Senayan, pada Selasa 18 April 2017.<\/p>\n<p>Bahrum  memaparkan, Indonesia harus mengcounter kampanye hitam dari Uni Eropa  tersebut. Sebab, kampanye hitam Uni Eropa tidak punya landasan yang kuat  dan hanyalah persoalan persaingan bisnis saja.<\/p>\n<p>&#8221; Para Duta  Besar Indonesia yang bertugas di negara- negara Uni Eropa, juga harus  gencar mengkampanyekan bahwa kelapa sawit Indonesia tidak bermasalah dan  mempunyai kualitas yang bagus. Sehingga kelapa sawit kita kembali bisa  dieksport kesana,&#8221; terang Bahrum Daido, Politisi Partai Demokrat ini.<\/p>\n<p>Bahkan,  lanjutnya, menurut hasil penelitian beberapa Universitas yang ada di  Uni Eropa menyatakan bahwa kelapa sawit Indonesia kualitasnya tidak  kalah dengan minyak mentah dari Uni Eropa.<\/p>\n<p>&#8221; Pemerintah harus  gencar melakukan sosialisasi mengenai kualitas kelapa sawit Indonesia,  bisa melalui media massa, juga bisa melalui para Dubes dan mahasiswa  yang ada di Uni Eropa. Sehingga dengan sosialisasi yang gencar, maka  produk kelapa sawit kita kembali dipercaya disana,&#8221; tegas Bahrum, yang  juga Anggota Baleg DPR RI ini.<\/p>\n<p>Menurut Bahrum, awalnya kampanye  hitam Uni Eropa ini merugikan petani sawit Indonesia. Tetapi akhir-  akhir ini sudah bisa diatasi oleh pemerintah. Sehingga petani sawit kita  sudah mulai merasa lega.<\/p>\n<p>&#8221; Kita semua sudah bergerak, baik  pemerintah, DPR, petani dan asosiasi sawit, para Dubes di Uni Eropa dan  elemen- elemen lainnya. Sehingga saat ini sudah tidak ada persoalan  lagi. Smoga kelapa sawit kita semakin jaya di kancah dunia  internasioanal,&#8221; pungkas Bahrum Daido di penghujung wawancara. <strong>(Aziz).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Ketua Umum Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia (APPKSI) AM Muhammadyah mengaku kecewa dengan program pemerintah. Pasalnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-36851","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36851"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36854,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36851\/revisions\/36854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}