{"id":36908,"date":"2017-04-25T22:30:56","date_gmt":"2017-04-25T15:30:56","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36908"},"modified":"2017-04-26T10:53:06","modified_gmt":"2017-04-26T03:53:06","slug":"ali-mahir-sampaikan-aspirasi-pada-hari-buruh-dengan-baik-jangan-anarkhis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=36908","title":{"rendered":"Ali Mahir : Sampaikan Aspirasi di Hari Buruh Dengan Baik &amp; Jangan Anarkhis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\"><strong>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, aksi Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2017 bertema HOSJATUM, yang merupakan kependekan dari &#8220;Hapuskan &#8216;Outsourcing&#8217; atau praktik alih daya dan pemagangan&#8221;, &#8220;Jaminan Sosial&#8221; dan &#8220;Tolak Upah Murah&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">&#8221; Sistem kerja alih daya, apalagi ditambah dengan pemagangan, adalah praktik perbudakan modern yang tidak memberikan kepastian kerja dan masa depan bagi buruh,&#8221; katanya melalui siaran pers, Jumat (20\/4\/2017).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">Karena itu, pada aksi Hari Buruh Internasional 2017, yang juga kerap disebut &#8220;May Day&#8221;, KSPI menyuarakan penghapusan sistem kerja yang eksploitatif seperti praktik alih daya dan pemagangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">Terkait Jaminan Sosial, KSPI menuntut jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat. Dengan kata lain, KSPI menuntut program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dibiayai negara melalui APBN.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">Selain Jaminan Kesehatan, KSPI juga mendesak jaminan pensiun buruh dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) disamakan sehingga buruh juga mendapatkan manfaat pensiun sekurang-kurangnya 60 persen dari upah terakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">Menurut <strong>Ir. H. Ali Mahir, MM., Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem<\/strong>, bahwa dirinya selaku Anggota Komisi IX DPR selalu mendorong agar upah buruh naik dan layak bagi kehidupan buruh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">&#8221; Saya sebagai Wakil Rakyat, tidak setuju kalau upah buruh murah. Saya selalu mendorong agar upah buruh mengalami kenaikan, sehingga buruh mendapatkan upah yang layak dan dapat hidup sejahtera,&#8221; ungkap Ali Mahir kepada <\/span><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/\" target=\"_blank\">seputarnusantara.com<\/a><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\"> di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Selasa 25 April 2017.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">Ali Mahir memaparkan bahwa upah murah itu menyalahi aturan. Seharusnya minimal buruh mendapatkan UMK (Upah Minimum Kabupaten\/ Kota) atau UMR (Upah Minimum Regional), sehingga para buruh mendapatkan kesejahteraan yang layak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">&#8221; Sedangkan mengenai Jaminan Sosial, para buruh sudah dipotong gajinya tiap bulan dan dijamin oleh perusahaan dimana buruh tersebut bekerja (BPJS Ketenagakerjaan). Sehingga tidak ada persoalan mengenai jaminan sosial ini,&#8221; tegas Ali Mahir, Politisi Partai NasDem ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">Kemudian, lanjutnya, mengenai Jaminan Kesehatan, para buruh juga sudah dijamin melalui BPJS Kesehatan. Dengan iuran tiap bulan ke Lembaga BPJS Kesehatan, maka para buruh tidak khawatir lagi akan biaya pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit apabila terkena musibah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">&#8221; Sedangkan mengenai Outsourcing, menurut saya, apabila tidak mendesak dan tidak penting, sebaiknya perusahaan jangan memberlakukan sistem Outsourcing di perusahaannya. Tidak usah mengadakan Outsourcing jika tidak mendesak dan tidak penting,&#8221; ucap Ali Mahir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">Tema HOSJATUM, menurut Ali Mahir, bukanlah tema baru. Karena semua karyawan\/ buruh menginginkan hal- hal dalam tema tersebut, yaitu Hapuskan Sistem Outsourcing, Jaminan Sosial dan Upah Murah. Ini tema lama tetapi masih sangat relevan dengan keadaan terkini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">&#8221; Kami Komisi IX DPR RI selalu mengawal persoalan- persoalan yang berkaitan dengan buruh. Kami akan selalu mengupayakan peningkatan kesejahteraan buruh melalui perjuangan di DPR,&#8221; ucap Politisi Partai NasDem ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">Menurut Ali Mahir, karyawan yang bekerja di bidang produksi sampai finishing, bahkan bagian pengiriman barang sekalipun, harus karyawan tetap, jangan Outsourcing. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #222222;font-family: arial, sans-serif;font-size: 12.8px\">&#8221; Pesan saya untuk para buruh pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2017, sampaikan aspirasi secara baik dan wajar, sebab para buruh sudah mempunyai Wakilnya di DPR. Aspirasi melalui MayDay silahkan dilakukan, yang penting jangan anarkhis dan merusak, karena kita semua yang akan rugi. Kita semua sudah membangun Indonesia, jangan dirusak, karena kita juga yang akan rugi,&#8221; pungkas Ali Mahir di penghujung wawancara. <strong>(Aziz).<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, aksi Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2017 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-36908","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36908"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36908\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36913,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36908\/revisions\/36913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36908"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36908"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}