{"id":3785,"date":"2010-09-07T02:21:36","date_gmt":"2010-09-07T02:21:36","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=3785"},"modified":"2010-09-07T12:45:46","modified_gmt":"2010-09-07T12:45:46","slug":"pemudik-motor-mulai-padati-jalanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=3785","title":{"rendered":"Aniaya Wartawan Hingga Babak Belur, Komandan Kodim Karanganyar- Jawa Tengah Dilaporkan ke POM AD"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/logo-karanganyar.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-3799\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"logo-karanganyar\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/logo-karanganyar.jpg\" alt=\"logo-karanganyar\" width=\"100\" height=\"120\" \/><\/a>Solo. Seputar Nusantara.<\/strong> Komandan Kodim (Dandim) 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikna,  dilaporkan ke POM TNI AD Surakarta. Lilik diduga telah melakukan  pemukulan terhadap seorang jurnalis. Lilik dilaporkan oleh  Triyono, wartawan Solopos. Triyono mengaku dipukuli Lilik di ruang  kerjanya. Diduga perbuatan itu dilakukan Lilik karena tidak senang atas  pemberitaan bahwa instansinya menerima aliran dana kasus korupsi  perumahan. Dalam laporannya ke POM AD Surakarta, Selasa  (7\/9\/2010) sore, Triyono memaparkan pada Rabu (1\/9) lalu dirinya  didatangi seorang anggota intel Kodim Karanganyar. Intel tersebut  mengatakan Triyono diminta datang menemui Lilik Sutikna di Makodim  Karanganyar. Triyono memenuhi undangan itu. Setiba di ruangan  kerja Lilik, Triyono disapa Lilik dan bersalaman. Setelah bersalaman,  tangan Triyono ditarik dan langsung dihujani pukulan berkali-kali ke  arah mata kiri dan kepala bagian atas oleh Lilik.<!--more--><\/p>\n<p>&#8220;Saya dipukul  lima hingga enam kali dan ditarik-tarik rambut saya. Saat itu Pak Lilik  mengatakan, &#8216;Kamu mau berita besar, ini berita besar. Tapi kalau  kejadian ini besok keluar di koranmu, kamu hilang&#8217;. Saya tidak siap saat  itu. Saya benar-benar pusing akibat pukulan itu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Triyono  mengaku saat itu Lilik menyatakan keberatan atas pemberitaan tentang  aliran dana korupsi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) yang merugikan  negara sekitar Rp 21,9 miliar. Kasus korupsi itu melibatkan Toni  Haryono, suami bupati Karanganyar Rina Iriani.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak  mengarang berita. Berita itu berdasarkan pengakuan Nanik Triningsih  (bendahara KSU Sejahtera\/pelaksana proyek perumahan) dalam persidangan  di PN Karanganyar dengan tersangka Handoko Mulyono (ketua KSU  Sejahtera),&#8221; lanjut Triyono.<\/p>\n<p>Dalam persidangan itu, lanjutnya,  Nanik Triningsih ditanya oleh hakim tentang aliran dana yang dikorupsi.  Nanik menyebut sejumlah parpol, instansi dan lembaga turut menerima  aliran dana yang seharusnya dipakai untuk membangun perumahan murah  untuk buruh tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saat itu disebutkan bahwa Polres  Karanganyar dan Dandim 0727 Karanganyar juga ikut menerima. Fakta  persidangan itulah yang saya tulis sebagai berita. Saya tidak  mengada-ada,&#8221; lanjut Triyono yang mengalami bengkak dan pendarahan mata  kirinya.<\/p>\n<p>Triyono mengaku sempat ketakutan atas ancaman yang  disampaikan Lilik. Selama hampir sepekan dia memendam kasus tersebut.  Namun atas dorongan teman-teman sesama jurnalis dan jaminan dari redaksi  tempat dia bekerja, hari ini dia baru melapor dan mengungkapkan  kekerasan yang diterimanya itu.<\/p>\n<p>Pihak Harian Solopos sepenuhnya  akan mendukung Triyono. &#8220;Kami sepenuhnya akan mendukung dan membantu.  Kami sama sekali tidak bisa membenarkan kekerasan terhadap jurnalis  seperti ini,&#8221; ujar Redpel Harian Solopos, Anton Wahyu Prihartono. (dtc\/Aziz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Solo. Seputar Nusantara. Komandan Kodim (Dandim) 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikna, dilaporkan ke POM TNI AD Surakarta. Lilik diduga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14,9],"tags":[],"class_list":["post-3785","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-gaya-hidup","category-kriminal"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3785"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3804,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3785\/revisions\/3804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}