{"id":38105,"date":"2017-09-04T21:01:42","date_gmt":"2017-09-04T14:01:42","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=38105"},"modified":"2017-09-04T21:03:16","modified_gmt":"2017-09-04T14:03:16","slug":"30-ribu-pengungsi-rohingya-terjebak-di-pegunungan-tanpa-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=38105","title":{"rendered":"30 Ribu Pengungsi Rohingya Terjebak di Pegunungan Tanpa Makanan &amp; Obat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Yangon. Seputar Nusantara.<\/strong><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"> Puluhan ribu pengungsi Rohingya terjebak di pegunungan Myanmar, usai melarikan diri dari konflik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Mereka dilaporkan tidak mendapat makanan maupun suplai medis dalam pelarian itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Sejauh ini dilaporkan nyaris 90 ribu warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh. Angka itu tercatat sejak bentrokan kembali pecah di Rakhine pada akhir Agustus lalu. Bentrokan terjadi antara militer Myanmar dengan militan Rohingya atau ARSA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Namun diketahui tidak semua warga Rohingya mengungsi dari Myanmar. Dituturkan sejumlah aktivis HAM setempat, seperti dilansir <\/span><em>CNN<\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">, Senin (4\/9\/2017), sedikitnya 30 ribu warga Rohingya terjebak di area perbukitan Rakhine bagian utara, setelah melarikan diri dari konflik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Para aktivis menyebut, puluhan ribu warga Rohingya yang terjebak itu tidak mendapat suplai makanan, minuman juga obat-obatan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Warga Rohingya yang terjebak ini tidak mampu menyeberangi Sungai Naf, untuk mengungsi ke wilayah Bangladesh. Di sisi lain, mereka terlalu takut untuk pulang ke desa mereka yang menjadi lokasi konflik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Para pengungsi Rohingya ini dilaporkan terjebak di area perbukitan antara Maungdaw dengan Rathedaung, yang sama-sama ada di Rakhine. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Video-video yang didapatkan CNN dari para aktivis menunjukkan, puluhan pria, wanita dan anak-anak telantar di sebuah pegunungan yang dikelilingi hutan lebat. Mereka tinggal di gubuk-gubuk tak permanen, yang terbuat dari tongkat dan kain seprai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Nyawa manusia merupakan hal paling rentan yang harus diselamatkan segera tanpa penundaan,&#8221; ucap Direktur Eksekutif Burma Human Rights Network, Kyaw Win, dalam pernyataannya. (dtc\/Aziz)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yangon. Seputar Nusantara. Puluhan ribu pengungsi Rohingya terjebak di pegunungan Myanmar, usai melarikan diri dari konflik. Mereka dilaporkan tidak mendapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-38105","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38105"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38111,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38105\/revisions\/38111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}