{"id":38379,"date":"2017-09-26T16:57:22","date_gmt":"2017-09-26T09:57:22","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=38379"},"modified":"2017-09-26T20:32:58","modified_gmt":"2017-09-26T13:32:58","slug":"rumah-milik-jenderal-achmad-yani-di-purworejo-jateng-masih-berdiri-kokoh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=38379","title":{"rendered":"Rumah Milik Jenderal Achmad Yani di Purworejo- Jateng Masih Berdiri Kokoh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Purworejo. Seputar Nusantara.<\/strong><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"> Di rumah seluas 1.000 meter persegi ini, (alm) Jenderal Achmad Yani dibesarkan. Sempat beberapa kali direnovasi, namun keaslian model bangunan tetap dipertahankan. Di rumah itulah, setahun sekali keluarga A Yani masih menyempatkan untuk berkumpul bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Achmad Yani lahir di Purworejo, 19 Juni 1922, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Sardjo Wongsorejo dan Murtini Wongsorejo. Di rumah yang terletak di di Desa Rendeng RT 01\/ RW 02, Kecamatan Gebang, Purworejo, itulah Yani bersama adik-adiknya dibesarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Rumah keluarga yang dibangun pada tahun 1930 itu sempat beberapa kali direnovasi, bahkan almarhum Jendeal Yani juga sempat merenovasi rumah itu pada tahun 1962-1963. Kini, rumah itu ditempati Aprilia Yudianti (47), salah satu kemenakan Jenderal Yani.<\/span><\/p>\n<div style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"vertical-align: middle;height: 0px;width: 0px\" src=\"https:\/\/newrevive.detik.com\/delivery\/lg.php?bannerid=0&amp;campaignid=0&amp;zoneid=642&amp;loc=https%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fberita-jawa-tengah%2Fd-3659312%2Frumah-milik-keluarga-jenderal-yani-di-purworejo-masih-berdiri-kokoh%3F_ga%3D2.203000593.16430088.1506431231-716157560.1506431231&amp;referer=https%3A%2F%2Fwww.detik.com%2F&amp;cb=d7d7613117\" alt=\"\" width=\"0\" height=\"0\" \/><\/div>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Setiap setahun sekali keluarga besar Pak A Yani pasti kumpul di sini, terutama saat lebaran. Ini kan juga sebagai pesanggrahan keluarga,&#8221; kata Aprilia, Selasa (26\/9\/2017).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Bambang Purnawanto, suami Aprilia, memaparkan banyak orang berkunjung ke rumah tersebut, terutama pelajar. &#8220;Biasanya saat ada pelajaran sejarah atau bahasa, mereka biasanya belajar di sini dan kami memberikan informasi terkait sejarah Pak Yani,&#8221; jelas Bambang.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Lalu bagaimana pendapat mereka tentang pemutaran kembali film &#8216;Pengkhianatan G30S\/PKI&#8217; yang menampilkan penculikan dan pembunuhan terhadap Jenderal Yani?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Miris juga si mas, namanya juga saudara sendiri yang jadi korban. Kalau lihat film itu rasanya sedih jadi kepikiran yang macem-macem. Tapi demi pengetahuan sejarah ya tidak tidak apa-apa, ya setuju saja,&#8221; kata Aprilia. (dtc\/Aziz)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Purworejo. Seputar Nusantara. Di rumah seluas 1.000 meter persegi ini, (alm) Jenderal Achmad Yani dibesarkan. Sempat beberapa kali direnovasi, namun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-38379","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38379"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38385,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38379\/revisions\/38385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}