{"id":38543,"date":"2017-10-02T15:06:03","date_gmt":"2017-10-02T08:06:03","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=38543"},"modified":"2017-10-11T15:06:43","modified_gmt":"2017-10-11T08:06:43","slug":"muhammad-iqbal-sosialisasi-4-pilar-kebangsaan-untuk-tangkal-bahaya-komunis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=38543","title":{"rendered":"Muhammad Iqbal Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Untuk Tangkal Bahaya Komunis"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\"><strong>Kabupaten Agam- Sumatera Barat. Seputar Nusantara<\/strong>.\u00a0Pada tanggal 28 September 2017, kembali dilakukan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yakni Pancasila, UUD\u2019 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Untuk itu\u00a0<strong>Anggota DPR RI dari Fraksi PPP (Partai Persatuan Pembangunan) H. Muhammad Iqbal, SE., M. Com.<\/strong>, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang dilaksanakan di Taman Pendidikan Al- Quran\u00a0 (TPQ) Baitur Rahman, Sitingkah Tapi- Lubuk Basung, Kabupaten Agam- Sumatera Barat.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Peserta Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan adalah para tokoh adat, guru- guru TPQ, para tokoh pemuda, dan bundo kanduang.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Kegiatan Sosialisasi tersebut dengan Nara Sumbernya adalah H. Muhammad Iqbal, SE., M. Com., Anggota MPR RI Fraksi PPP.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara tersebut diikuti oleh 150 orang.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Dalam paparannya, Iqbal menjelaskan bahwa MPR terdiri atas Anggota DPR dan Anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. MPR merupakan Lembaga Permusyawaratan Rakyat yang berkedudukan sebagai Lembaga Negara.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Berdasarkan ketentuan Pasal 5 Undang-undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), MPR mempunyai tugas : memasyarakatkan ketetapan MPR; Memasyarakatkan Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika ; Mengkaji system ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 2015, serta pelaksanaannya ; dan Menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Menurut Politisi PPP ini, kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara mempunyai tujuan diantaranya; untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR, serta untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Tema yang diangkat dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut adalah : \u201d Bahaya Komunis Terhadap Eksistensi Ideologi Pancasila.&#8221;<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Menurut Muhammad Iqbal, Komunis merupakan bahaya laten yang sewaktu- waktu bisa muncul kembali dan membahayakan eksistensi ideologi Pancasila.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">&#8221; Kita semua harus waspada terhadap bahaya laten Komunis. Sebab Komunis merupakan ideologi yang sangat bertentangan dengan Pancasila. Komunis menganut paham atheis, atheis merupakan paham yang anti Tuhan. Sedangkan dalam sila pertama Pancasila jelas- jelas bahwa Indonesia menganut Ketuhanan Yang Maha Esa,&#8221; jelas Muhammad Iqbal.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">Oleh karena itu, lanjutnya, Bangsa Indonesia dan seluruh rakyatnya, harus selalu waspada terhadap bahaya laten Komunis. Khususnya bagi para generasi muda penerus bangsa, harus betul- betul memahami bahwa Komunis sangat bertentangan dengan Pancasila.<\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">&#8221; Generasi muda khususnya, harus memahami akan bahaya laten Komunis. Maka, generasi muda harus dibentengi dengan nilai- nilai luhur Pancasila. Kalau generasi muda sudah dibentengi dengan Pancasila dan memahami akan pentingnya mengamalkan nilai- niali Pancasila, maka generasi muda tidak akan mudah terpengaruh oleh paham Komunisme,&#8221; terang Muhammad Iqbal. <strong>(Aziz)<\/strong><\/p>\n<p style=\"margin: 0px 0px 12px;line-height: 18px;font-family: tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size: 12px\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabupaten Agam- Sumatera Barat. Seputar Nusantara.\u00a0Pada tanggal 28 September 2017, kembali dilakukan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-38543","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38543"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38543\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38546,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38543\/revisions\/38546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}