{"id":38889,"date":"2017-11-15T19:48:35","date_gmt":"2017-11-15T12:48:35","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=38889"},"modified":"2017-11-15T20:09:28","modified_gmt":"2017-11-15T13:09:28","slug":"pengacara-setya-novanto-sebut-bahwa-kpk-telah-lecehkan-uud-1945","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=38889","title":{"rendered":"Pengacara Setya Novanto Sebut Bahwa KPK Telah Lecehkan UUD 1945"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"> &#8211; Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menyebut KPK telah melecehkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terkait pemanggilan kliennya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Fredrich menilai KPK membenturkan UU MD3 dengan UUD 1945.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Menurut saya, tidak ada undang-undang mana pun yang lebih tinggi daripada UUD 1945. Bagaimana sekarang ada pihak-pihak tertentu yang mencoba &#8216;memperkosa&#8217; UUD 45. Dalam hierarki pembentukan perundang-undangan, UU Nomor 12\/2011 Pasal 7 menyebutkan UU yang lebih rendah tidak bisa bertabrakan atau berlawanan dengan UU yang lebih tinggi, UUD 45,&#8221; kata Fredrich di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15\/11\/2017).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;KPK ini berusaha menggunakan dengan UU yang dia punya. UU 30\/2002 Pasal 46. Dia menyatakan dalam penyelidikan penyidikan dan penuntutan KPK mengesampingkan UUD 45. Berarti mereka melakukan pelecehan terhadap UUD 1945. Itu adalah makar,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<div style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"vertical-align: middle;height: 0px;width: 0px\" src=\"https:\/\/newrevive.detik.com\/delivery\/lg.php?bannerid=0&amp;campaignid=0&amp;zoneid=642&amp;loc=https%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fberita%2Fd-3728608%2Fpengacara-novanto-sebut-kpk-lecehkan-uud-1945%3F_ga%3D2.26745976.416800957.1510750037-1204495968.1510750035&amp;referer=https%3A%2F%2Fwww.detik.com%2F&amp;cb=9e2dc8a4a7\" alt=\"\" width=\"0\" height=\"0\" \/><\/div>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Terkait pernyataan Presiden Jokowi yang meminta untuk membuka dan mengikuti undang-undang yang ada terkait pemanggilan Novanto, Fredrich menilai tanggapan Jokowi sudah tegas memberikan suatu petunjuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Pertama kali saya harus memutar video yang saya dapat dari Setneg supaya tahu apa yang sebenarnya Presiden bicara. Saya minta tolong pembicaraan dari Presiden ini tidak dipotong-potong. Sebagai Presiden RI sudah sangat tegas memberikan suatu petunjuk atau perintah untuk buka semua UU,&#8221; tutur Fredrich sambil menunjukkan video wawancara Jokowi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Presiden Jokowi sebelumnya bicara soal polemik izin presiden yang menjadi alasan Setya Novanto tak memenuhi panggilan KPK. Apa kata Presiden Jokowi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, di situlah diikuti,&#8221; kata Presiden Joko Widodo seperti yang tertulis dalam siaran pers dari Biro Pers Istana, Rabu (15\/11). <strong>(Aziz)<\/strong><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menyebut KPK telah melecehkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terkait pemanggilan kliennya sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-38889","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38889"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38893,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38889\/revisions\/38893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}