{"id":39157,"date":"2017-12-15T05:30:51","date_gmt":"2017-12-14T22:30:51","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=39157"},"modified":"2017-12-15T16:44:34","modified_gmt":"2017-12-15T09:44:34","slug":"wakil-ketua-dpr-fahri-hamzah-perlu-ruang-terbuka-tampung-kritik-generasi-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=39157","title":{"rendered":"Wakil Ketua DPR Fahri : Perlu Ruang Terbuka Tampung Kritik Generasi Muda"},"content":{"rendered":"<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai cepatnya perkembangan media sosial membuat para generasi muda atau kaum milenialis makin mudah mengkritik atau memprotes kebijakan pemerintah.<\/div>\n<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">Menurut dia, pada era digital seharusnya milenials sebagai generasi yang memiliki tingkat literasi digital yang sangat tinggi dapat memanfaatkan media sosial dengan cara positif.<\/div>\n<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">&#8220;Perlu adanya ruang terbuka yang bisa menampung beragam kritik di media sosial, agar segala pemikiran dan pendapat tidak menguap,&#8221; kata Fahri di Jakarta, Kamis (14\/12\/2017).<\/div>\n<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">Ia menjelaskan efek dari media sosial dan iklim demokrasi bisa menjadi peletup inisiatif manusia, khususnya anak muda untuk saling bertukar pikiran serta bersama-sama membangun negara.<\/div>\n<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">&#8220;Dari pada saling memaki, saling mem-bully, saling menyindir di sosial media, tidak jelas, tak ketemu, kita bisa ketemu langsung dalam ruang diskusi,&#8221; ujarnya.<\/div>\n<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">Sementara pegiat media sosial, Iman Sjafei menilai anak muda perlu dibangun ruang dialog dengan para politisi di Indonesia. Karena, sisi lain bersilaturahim tapi juga memberikan tambahan wawasan.<\/div>\n<div style=\"width: 1px;height: 1px;overflow: hidden\">&#8220;Kami ingin para netizen muda yang notabene selalu distigma sebagai generasi millenials yang hanya bisa komentar di sosial media doang, agar biasa membangun dialog serta bersilaturahmi,&#8221; jelas dia.<\/div>\n<div><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai cepatnya perkembangan media sosial membuat para generasi muda atau kaum milenialis makin mudah mengkritik atau memprotes kebijakan pemerintah.<\/div>\n<div>Menurut dia, pada era digital seharusnya milenials sebagai generasi yang memiliki tingkat literasi digital yang sangat tinggi dapat memanfaatkan media sosial dengan cara positif.<\/div>\n<div>&#8220;Perlu adanya ruang terbuka yang bisa menampung beragam kritik di media sosial, agar segala pemikiran dan pendapat tidak menguap,&#8221; kata Fahri di Jakarta, Kamis (14\/12\/2017).<\/div>\n<div>Ia menjelaskan efek dari media sosial dan iklim demokrasi bisa menjadi peletup inisiatif manusia, khususnya anak muda untuk saling bertukar pikiran serta bersama-sama membangun negara.<\/div>\n<div>&#8220;Dari pada saling memaki, saling mem-bully, saling menyindir di sosial media, tidak jelas, tak ketemu, kita bisa ketemu langsung dalam ruang diskusi,&#8221; ujarnya.<\/div>\n<div>Sementara pegiat media sosial, Iman Sjafei menilai anak muda perlu dibangun ruang dialog dengan para politisi di Indonesia. Karena, sisi lain bersilaturahim tapi juga memberikan tambahan wawasan.<\/div>\n<div>&#8220;Kami ingin para netizen muda yang notabene selalu distigma sebagai generasi millenials yang hanya bisa komentar di sosial media doang, agar biasa membangun dialog serta bersilaturahmi,&#8221; jelas dia. <strong>(Aziz)<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai cepatnya perkembangan media sosial membuat para generasi muda atau kaum milenialis makin mudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-39157","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39157"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39163,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39157\/revisions\/39163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}