{"id":39484,"date":"2018-01-19T12:38:20","date_gmt":"2018-01-19T05:38:20","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=39484"},"modified":"2018-01-19T12:38:20","modified_gmt":"2018-01-19T05:38:20","slug":"ini-titipan-pesan-panglima-tni-marsekal-hadi-tjahjanto-ke-ksau-yuyu-sutisna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=39484","title":{"rendered":"Ini Titipan Pesan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ke KSAU Yuyu Sutisna"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"> Marsekal Yuyu Sutisna telah resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkata Udara (KSAU). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Pendahulunya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menitipkan tanggung jawab pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di TNI AU pada renstra II 2014-2019.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Renstra kedua dari 2014-2019 sudah saya serahkan kepada Marsekal Yuyu Sutisna. Sehingga apa yang nanti harus diperbuat, dikoordinasikan dengan Mabes TNI dan kita lanjutkan kepada Kementerian Pertahanan,&#8221; ungkap Marsekal Hadi usai acara serah terima jabatan (sertijab) di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19\/1\/2018).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Dalam hal terkait pemenuhan alutsista, sudah saya serahkan kepada Marsekal Yuyu. Marsekal Yuyu tinggal melanjutkan kebijakan itu,&#8221; ucapnya mengimbuhkan.<\/span><\/p>\n<div style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"vertical-align: middle;height: 0px;width: 0px\" src=\"https:\/\/newrevive.detik.com\/delivery\/lg.php?bannerid=0&amp;campaignid=0&amp;zoneid=642&amp;loc=https%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fberita%2Fd-3822700%2Fini-titipan-pesan-panglima-tni-marsekal-hadi-ke-ksau-yuyu-sutisna%3F_ga%3D2.183151782.1667998971.1516281340-1519086103.1516165010&amp;referer=https%3A%2F%2Fwww.detik.com%2F&amp;cb=b2588514c5\" alt=\"\" width=\"0\" height=\"0\" \/><\/div>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Hadi kemudian menjabarkan apa saja kekurangan alutsista yang menjadi target kewajiban KSAU nantinya. Dia menyebut salah satunya adalah kedatangan pesawat tempur pengganti F-5, yaitu Sukhoi SU-35 yang tertangguh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Pengadaan pesawat tempur itu dikatakan Hadi untuk mewujudkan target Minimum Essential Force secara berkala. Selain itu, menurutnya, TNI AU membutuhkan radar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Kita masih menunggu kedatangan pesawat pengganti F-5, yang hampir 1,5 tahun para penerbang tidak terbang dengan pesawat tersebut,&#8221; kata Hadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Yang kedua adalah pemenuhan kebutuhan radar. Saat ini yang eksis radar TNI AU adalah 20. Dalam renstra II dan III nanti kita perlu penambahan 12 radar lagi. Skalanya nanti 6-6 ataukah nanti 4-4-4, itu nanti akan dihitung oleh KSAU,&#8221; lanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Selain itu akan ada pula pengadaan pesawat angkut pengganti Hercules yang kini dimiliki Indonesia. Pesawat angkut itu rencananya digantikan dengan Hercules tipe J yang spesifikasinya lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Termasuk pesawat-pesawat angkut ringan dan helikopter. Itulah yang saya katakan dalam restra II alutsista kita. TNI AU masih perlu penambahan,&#8221; pungkasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Sebelumnya dalam amanat, Hadi sempat pula menyisipkan soal sistem pertahanan udara yang berintegrasi yang disebut Network Centric Warfare. Ada pula rencana pembangunan jaringan bertempur lebih jauh lewat Unmanned Combat Arrial Vehicle (UCAV) berbasis satelit. Namun, rencana itu masih jauh ke depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Sementara itu saat Hadi menyampaikan titipannya, Yuyu juga turut mendampingi di sampingnya. Yuyu sesekali mengangguk saat mendengar ucapan Hadi. Namun, saat ditanya tanggapannya, Yuyu masih enggan berbicara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Nanti saja ya,&#8221; ujar Yuyu. <\/span><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"><span style=\"font-size: 11px\"><strong>(dtc\/Aziz)<\/strong><\/span><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Marsekal Yuyu Sutisna telah resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkata Udara (KSAU). Pendahulunya, Panglima TNI Marsekal Hadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-39484","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39484"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39486,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39484\/revisions\/39486"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}