{"id":39685,"date":"2018-02-08T20:08:19","date_gmt":"2018-02-08T13:08:19","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=39685"},"modified":"2018-02-08T20:08:19","modified_gmt":"2018-02-08T13:08:19","slug":"ruu-md3-hidupkan-kembali-pasal-hak-imunitas-anggota-dewan-via-mkd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=39685","title":{"rendered":"RUU MD3 Hidupkan Kembali Pasal Hak Imunitas Anggota Dewan via MKD"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"> Selain soal penambahan kursi pimpinan DPR, MPR, dan DPD, revisi UU MD3 menghidupkan kembali hak imunitas anggota Dewan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Hal ini tertuang dalam Pasal 245 yang mengatur pemeriksaan terkait proses hukum terhadap anggota Dewan harus melalui pertimbangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sebelum kemudian meminta izin kepada presiden.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Mengenai yang terkait dengan masalah hak imunitas. Yang terkait dengan masalah kalau ada proses hukum yang menjerat anggota Dewan itu mekanismenya karena kita punya lembaga MKD itu prosedurnya memang harus ada rekomendasi dari MKD. Dari internal dulu. Kita kan harus lebih banyak lakukan pencegahan,&#8221; kata Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Firman Soebagyo saat dihubungi, Kamis (8\/2\/2018).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Firman menegaskan mekanisme ini tidak akan menghambat proses penegakan hukum. Sebab, MKD dan presiden diberi batasan waktu dalam memberikan rekomendasi serta menerbitkan perizinan.<\/span><\/p>\n<div style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"vertical-align: middle;height: 0px;width: 0px\" src=\"https:\/\/newrevive.detik.com\/delivery\/lg.php?bannerid=0&amp;campaignid=0&amp;zoneid=642&amp;loc=https%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fberita%2Fd-3857685%2Fruu-md3-hidupkan-kembali-pasal-hak-imunitas-anggota-dewan-via-mkd%3F_ga%3D2.64993199.1494218244.1518094496-1867666927.1518094495&amp;referer=https%3A%2F%2Fwww.detik.com%2F&amp;cb=2bbc89374c\" alt=\"\" width=\"0\" height=\"0\" \/><\/div>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Ada (batasan waktu). Ada semua. Itu diatur. Bahkan presiden menerbitkan izin pun ada batas waktunya,&#8221; sebutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Pasal 245 ini juga mengatur tindak pidana yang dapat diberi rekomendasi oleh MKD. Politikus Golkar itu menyebut tindak pidana khusus (tipidsus), seperti korupsi dan narkoba, dapat langsung diproses hukum tanpa melalui mekanisme MKD dan izin presiden.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Kalau tipidsus tadi seperti korupsi, narkoba, perdagangan orang, itu pengecualian. Nggak ada perlakuan khusus. Kalau <\/span><em>ketangkap <\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">tangan ya langsung proses hukumnya berjalan. Tidak ada rekomendasi dari siapa-siapa,&#8221; tambah Firman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Ia menyampaikan pasal tersebut demi menjamin kepastian hukum anggota Dewan. Pasal ini, disebut Firman, juga mencegah agar fitnah terhadap anggota DPR dapat disaring sebelum dibawa ke proses hukum lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;MKD ini kan seperti mahkamah kode etik <\/span><em>gitu<\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">. Ini kan lembaga negara, DPR ini kan pejabat negara yang dipilih rakyat. Tentunya kita harus mendapat hak-hak hukumnya. Tapi untuk Tipidsus nggak ya,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;MKD punya hak untuk mengklarifikasi. Kalau tidak terbukti ya tidak perlu diproses. Kan tidak semuanya perlu<\/span><em> gitu<\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">. Fitnah-fitnah kan sering muncul,&#8221; tambah Firman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Perlu diketahui, Pasal 245 RUU MD3 ini pernah digugat hingga akhirnya dibatalkan oleh MK melalui putusan Nomor 76\/PUU XII\/2014 pada 2015. Sebelum dibatalkan, pasal itu menyebut pemanggilan dan permintaan keterangan untuk penyidikan dari penegak hukum terhadap anggota DPR yang diduga melakukan tindak pidana harus mendapat persetujuan tertulis dari Mahkamah Kehormatan Dewan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Putusan MK kemudian mengubah pasal itu menjadi keharusan mendapat persetujuan tertulis dari presiden. Pertimbangannya, antara lain, karena potensi konflik kepentingan, MKD diisi oleh anggota DPR juga, MKD tidak terkait dengan sistem peradilan pidana, serta mekanisme <\/span><em>check and balances<\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"> antara legislatif dan eksekutif. (Aziz)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Selain soal penambahan kursi pimpinan DPR, MPR, dan DPD, revisi UU MD3 menghidupkan kembali hak imunitas anggota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-39685","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39685"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39688,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39685\/revisions\/39688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}