{"id":40047,"date":"2018-03-14T15:38:54","date_gmt":"2018-03-14T08:38:54","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=40047"},"modified":"2018-03-14T15:39:17","modified_gmt":"2018-03-14T08:39:17","slug":"pemerintah-bilang-utang-ri-aman-fadli-zon-biar-bisa-tambah-terus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=40047","title":{"rendered":"Pemerintah Bilang Utang RI Aman, Fadli Zon : Biar Utang Bisa Tambah Terus"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara. <\/strong><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">Pemerintah terus menyuarakan bahwa posisi utang pemerintah saat ini masih dalam posisi aman lantaran nilainya yang nyaris Rp 4.000 triliun itu masih sekitar 29,2% terhadap produk domestik bruto (PDB).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">Bahkan pemerintah mengklaim bahwa besaran utang Indonesia masih jauh lebih terkendali jika dibandingkan utang pemerintah Jepang yang sudah 200% terhadap PDB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">Menanggapi itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Fadli Zon mengatakan pemerintah selalu tidak mengakui bahwa posisi utang tersebut memang tidak aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">&#8220;Saya kira itu bagian dari self denial (tidak mengakui\/ membohongi), bahwa berusaha untuk selalu menyenang- nyenangkan dan berusaha membaikkan keadaan supaya bisa berutang terus,&#8221; kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14\/3\/2018).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">Menurut dia persoalan rasio utang pemerintah tidak bisa dinilai terhadap PDB. Sebab, di dalam uang dan penghasilan yang berada di PDB bukan hanya milik pemerintah semata, melainkan milik asing pung terhitung dalam PDB.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">PDB adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu, baik yang dilakukan oleh warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA). PDB juga merupakan salah satu metode menghitung pendapatan nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">&#8220;Kenyataannya bukan dari persoalan rasio terhadap PDB, jangan lupa PDB itu bukan berarti barang kita, milik kita. Milik asing pun itu adalah PDB. Dan anytime bisa dibawa kembali oleh mereka,&#8221; ujar dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">&#8220;Misalnya ada investasi asing 100 miliar US, itu masuk jadi PDB. Terus besoknya diambil lagi jadi 100 miliar US itu hilang PDB kita. Jadi cara menghitungnya jangan dilihat dari situ dong,&#8221; tambah dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">Menurut Fadli, seharusnya pemerintah menyikapi soal aman atau tidaknya utang dilihat dari kemampuan pembayarannya, terutama untuk utang pokok maupun cicilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: helvetica, arial, sans-serif;font-size: 16px\">&#8220;Padahal kalau kita tidak membayar utang, anggaran kita bisa digunakan untuk yang lain,&#8221; tutup dia. <strong>(Aziz)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Pemerintah terus menyuarakan bahwa posisi utang pemerintah saat ini masih dalam posisi aman lantaran nilainya yang nyaris [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-40047","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40047","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40047"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40047\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40050,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40047\/revisions\/40050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}