{"id":40107,"date":"2018-03-21T12:24:13","date_gmt":"2018-03-21T05:24:13","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=40107"},"modified":"2018-03-22T12:25:13","modified_gmt":"2018-03-22T05:25:13","slug":"ketua-dpr-bambang-soesatyo-prihatin-banyak-wakil-tuhan-kena-ott-kpk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=40107","title":{"rendered":"Ketua DPR Bambang Soesatyo Prihatin Banyak &#8216;Wakil Tuhan&#8217; Kena OTT KPK"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"> Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan etika dalam sistem peradilan di Indonesia tak bisa ditawar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Pelanggaran kode etik yang dilakukan para hakim harus mendapat penanganan serius dan tidak bisa dibiarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Hal itu ditegaskan Bamsoet saat menjadi <\/span><em>keynote speech <\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">seminar &#8216;Kedudukan Peradilan Etik dalam Sistem Kekuasaan Kehakiman&#8217;, yang juga dihadiri Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali di Jakarta, Rabu (21\/3\/2018).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Jika etika dijadikan sumber kekuatan dalam sistem hukum kita, saya yakin kita tidak akan mendengar lagi ada hakim atau penegak hukum yang terlibat korupsi, apalagi sampai terkena OTT KPK,&#8221; ujar Bamsoet. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Bamsoet menekankan etika mempunyai peran penting bagi para hakim dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai &#8216;wakil Tuhan&#8217; di bumi. Persoalan etika hakim juga berhubungan erat dengan dengan soal profesionalitas dan integritas hakim secara pribadi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Hakim, selain sebagai penegak hukum yang memegang peranan kunci dalam memutuskan perkara secara adil, dituntut bisa menjadi contoh teladan yang baik bagi masyarakat,&#8221; kata Bamsoet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Dia menuturkan pelanggaran etika oleh hakim menunjukkan kurangnya profesionalitas dan integritas moral yang akan semakin memudarkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengadilan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Siapa pun yang melakukan pelanggaran, bukan hanya diproses secara hukum, tetapi juga mendapatkan sanksi sosial melalui peradilan etik,&#8221; ucap Bamsoet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Dia berpandangan, saat ini etika telah tumbuh dan berkembang sebagai norma yang lebih konkret. Kehidupan peradilan tidak hanya pada penegakan hukum (<\/span><em>rule of the law<\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">) semata, tetapi juga pada urgensi penegakan etika dan moralitas (<\/span><em>rule of ethic<\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Mantan Ketua Komisi III DPR ini menggambarkan, <\/span><em>rule of ethic <\/em><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">tak hanya berada di kekuasaan kehakiman saja, yang ditandai dengan adanya Komisi Yudisial, Mahkamah Kehormatan Hakim, dan Dewan Etik Hakim Konstitusi. Namun juga telah melekat pada hampir setiap poros kekuasaan negara. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Di DPR dibentuk Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), dalam penyelenggaraan pemilu ada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Sama seperti peradilan etik lainnya, keberadaan MKD bertujuan menjaga serta menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No 17 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD,&#8221; ungkap Bamsoet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Politikus Partai Golkar ini menilai keberadaan Komisi Yudisial, Mahkamah Kehormatan Hakim, maupun Dewan Etik Hakim Konstitusi memiliki peranan dan kedudukan yang sangat signifikan dalam menjaga keluhuran martabat hakim. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Semua pihak tentu menginginkan para hakim menjadi teladan dalam penegakan hukum serta secara khusus dalam pemberantasan korupsi di Indonesia,&#8221; tutur Bamsoet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">Bamsoet meminta program pendidikan terkait etika profesi hakim perlu terus dikembangkan dan dilaksanakan secara reguler oleh Komisi Yudisial, Mahkamah Kehormatan Hakim, maupun Dewan Etik Hakim Konstitusi. Tujuannya agar hakim bisa terus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan hakim terhadap etika profesinya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\">&#8220;Pelatihan kode etik dan perilaku bukan hanya untuk hakim. Standar etika bagi personel pengadilan lainnya sama pentingnya dengan standar etika bagi hakim. Semisal bagi panitera, panitera pengganti, atau pegawai administratif lainnya yang bekerja di lingkungan badan peradilan, sehingga semua pihak bisa menjaga harkat dan martabatnya,&#8221; pungkas Bamsoet.<\/span><span style=\"color: #2d2d2d;font-family: Helvetica, Arial;font-size: 16px\"><span style=\"font-size: 11px\"><strong> (Aziz)<\/strong><\/span><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan etika dalam sistem peradilan di Indonesia tak bisa ditawar. Pelanggaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-40107","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40107","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40107"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40107\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40110,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40107\/revisions\/40110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40107"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40107"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40107"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}