{"id":40346,"date":"2018-04-13T14:13:49","date_gmt":"2018-04-13T07:13:49","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=40346"},"modified":"2018-04-13T14:32:35","modified_gmt":"2018-04-13T07:32:35","slug":"telkomsel-tuntaskan-refarming-21-ghz-lebih-cepat-dari-target-awal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=40346","title":{"rendered":"Telkomsel Tuntaskan Refarming 2,1 GHz Lebih Cepat Dari Yang Dijadwalkan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakart. Seputar Nusantara.<\/strong><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"> Telkomsel turut merampungkan proses penataan ulang pita (<\/span><em>refarming<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">) frekuensi 2,1 GHz lebih awal dari perkiraan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Telkomsel menuntaskan penataan ulang untuk 42 <\/span><em>cluster<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"> mulai dari Papua dan berakhir di Jawa Timur, di mana itu terjadi dengan lancar tanpa ada gangguan berarti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Telkomsel memulai proses <\/span><em>refarming<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"> ini pada 15 Januari dan berlangsung selama 87 hari hingga tanggal 11 April. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Penataan ulang ini awalnya ditargetkan selesai pada 25 April 2018.<\/span><\/p>\n<div style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"vertical-align: middle;width: 0px;height: 0px\" src=\"https:\/\/newrevive.detik.com\/delivery\/lg.php?bannerid=0&amp;campaignid=0&amp;zoneid=658&amp;loc=https%3A%2F%2Finet.detik.com%2Ftelecommunication%2Fd-3969670%2Ftelkomsel-tuntaskan-refarming-21-ghz-lebih-awal%3F_ga%3D2.210115344.421252557.1523602118-1270696048.1523602117&amp;referer=https%3A%2F%2Fwww.detik.com%2F&amp;cb=1ed0d68964\" alt=\"\" width=\"0\" height=\"0\" \/><\/div>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan, mengibaratkan frekuensi itu sebagai urat nadi operator. Untuk itu, Telkomsel menangani secara serius penataan ulang di frekuensi 2,1 GHz ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">&#8220;Persiapan yang matang dan <\/span><em>expertise<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"> sumber daya manusia memampukan kami untuk memperpendek waktu eksekusi yang rata-rata 120 menit menjadi hanya sekitar 35 menit, sehingga secara total kami menghabiskan waktu 87 hari untuk 42 <\/span><em>cluster<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"> dan mampu menyelesaikannya lebih cepat dari waktu yang ditetapkan,&#8221; ujarnya dalam keterangan, Jumat (13\/4\/2018).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Dalam kesempatan ini, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo, Ismail, menyampaikan apresiasi atas upaya Telkomsel yang menyelesaikan rangkaian proses <\/span><em>refarming<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"> ini, terutama bisa memajukannya lebih awal.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">&#8220;Penataan frekuensi mendorong efisiensi dan optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi radio. Selesainya seluruh proses refarming 2,1 GHz tentunya menjadi <\/span><em>milestone<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"> baru pemanfaatan 4G LTE di Indonesia,&#8221; ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Ismail juga mengapresiasi komitmen Telkomsel dalam mendorong industri ke arah yang lebih sehat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">&#8220;<\/span><em>Refarming<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\"> ini merupakan pekerjaan bersama yang perlu bersinergi, bukan berkompetisi. Untuk itu, terima kasih atas kerja keras dan upaya Telkomsel khususnya dalam mendorong industri ini secara positif ke arah persaingan yang sehat,&#8221; tuturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Sesuai dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1998 Tahun 2017, penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler wajib melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 2,1 GHz. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Penataan ulang ini bertujuan agar diperoleh penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (<\/span><em>contiguous<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">) untuk seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radio 2,1 GHz.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Dengan demikian, setiap penyelenggara memiliki keleluasaan dalam memilih teknologi seluler dan jenis pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi trafik layanan selulernya pada suatu area tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">Pada akhirnya masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami kepadatan jaringan (<\/span><em>congestion<\/em><span style=\"font-family: helvetica, sans-serif;font-size: 15px\">). <strong>(Aziz)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakart. Seputar Nusantara. Telkomsel turut merampungkan proses penataan ulang pita (refarming) frekuensi 2,1 GHz lebih awal dari perkiraan. Telkomsel menuntaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-40346","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40346"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40348,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40346\/revisions\/40348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}