{"id":42289,"date":"2018-10-24T21:31:32","date_gmt":"2018-10-24T14:31:32","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=42289"},"modified":"2018-10-25T15:32:56","modified_gmt":"2018-10-25T08:32:56","slug":"eddy-kusuma-wijaya-pileg-pilpres-2019-sebagai-ajang-pendewasaan-demokrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=42289","title":{"rendered":"Eddy Kusuma Wijaya : Pemilu 2019 Sebagai Ajang Pendewasaan Demokrasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Pileg (Pemilu Legislatif) adalah Pemilihan  Umum untuk memilih Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD  Kabupaten\/ Kota.<\/p>\n<p>Sedangkan Pilpres adalah Pemilihan Umum untuk memilih Presiden RI dan Wakil Presiden RI.<\/p>\n<p>Pileg dan Pilpres akan diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia pada bulan April 2019.<\/p>\n<p>Pileg dan Pilpres secara bersamaan ini, merupakan pertama kalinya dalam sejarah Pemilu di Indonesia.<\/p>\n<p>Menurut  <strong>Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Eddy Kusuma Wijaya, SH., MH., MM., Anggota  Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan<\/strong>, bahwa Pileg dan Pilpres  2019 adalah Pemilu pertama yang dilaksanakan secara serentak untuk  memilih Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten\/ Kota.<\/p>\n<p>&#8221;  Momentum ini adalah momentum cara pendewasaan kita dalam berdemokrasi  di Indonesia, yang sebelumnya belum pernah terjadi Pemilu serentak,  mulai zaman Soekarno sampai zamannya SBY. Nah ini zaman Jokowi, sudah  dicanangkan Pemilu serentak baik Pileg maupun Pilpres 2019,&#8221; ungkap Eddy  Kusuma Wijaya kepada <a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\" target=\"_blank\">seputarnusantara.com<\/a> di Gedung Nusantara 1 DPR RI- Senayan, pada Rabu 24 Oktober 2018.<\/p>\n<p>Eddy  Kusuma menjelaskan, dalam Pileg dan Pilpres 2019 nanti, ada hal- hal  yang baru, terutama masalah hak pencoblosan. Semua warga negara  Indonesia bisa mencoblos dengan menggunakan e- KTP.<\/p>\n<p>&#8221; Kemudian,  nanti di Pemilihan Legislatif 2019, dalam sistem penghitungan suara,  dengan menggunakan sistem baru yakni bilangan pembagi ganjil yakni 1, 3,  5, 7, dan 9. Ini merupakan pola baru yang dikembangkan agar demokrasi  di Indonesia betul- betul berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,&#8221;  terang Politisi PDI Perjuangan ini.<\/p>\n<p>Kemudian, lanjutnya, Pemilu  2019 sudah diatur bahwa penyelenggaranya adalah KPU (Komisi Pemilihan  Umum), sedangkan pengawasnya adalah Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu). Dan  pengamanannya diberikan tugas kepada Polri, dengan dibantu oleh TNI.<\/p>\n<p>&#8221;  Dan peserta Pemilu Legislatif 2019 adalah partai politik yang berjumlah  16 parpol. Dan partai politik harus melibatkan masyarakat agar  berpartisipasi dalam memilih wakil- wakilnya di Legislatif,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Eddy  Kusuma berharap agar Pileg dan Pilpres 2019 berjalan secara demokratis.  KPU bertugas sebaik mungkin sebagai penyelenggara Pemilu. Bawaslu juga  harus melakukan pengawasan sebaik mungkin agar tidak terjadi kecurangan.<\/p>\n<p>Dan Polri dengan dibantu TNI juga harus mampu memberikan  keamanan dalam pelaksanaan Pemilu dan keamanan di tengah- tengah  masyarakat.<\/p>\n<p>&#8221; Kita harapkan, dalam sistem demokrasi kita, ada  suatu pendewasaan dalam berdemokrasi. Tidak terjadi kecurangan, tidak  saling menjelekkan dalam berkampanye, dan tidak saling black campaign  (kampanye hitam, red.),&#8221; ucap Anggota Komisi II DPR RI ini.<\/p>\n<p>Eddy  Kusuma memaparkan, dalam berkampanye sebaiknya adu konsep, adu gagasan  dan adu program, sehingga nantinya masyarakat Indonesia sedikit demi  sedikit akan semakin dewasa dalam berdemokrasi atau berpolitik.<\/p>\n<p>&#8221;  Sebaiknya elit- elit politik, baik yang duduk di partai, di eksekutif  atau dimana saja berada, mari kita patuhi aturan- aturan yang telah  berlaku dalam berdemokrasi ini. Jangan sampai ada kesan menjelek-  jelekkan orang, menghasut, memfitnah atau membuat berita yang sifatnya  Hoax yang menjatuhkan antara yang satu dengan yang lainnya,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&#8221;  Marilah kita berpolitik untuk mensejahterakan rakyat dan Bangsa  Indonesia ini,&#8221; pungkas Eddy Kusuma Wijaya di penghujung wawancara. <strong> (Aziz).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Pileg (Pemilu Legislatif) adalah Pemilihan Umum untuk memilih Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-42289","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42289"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42294,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42289\/revisions\/42294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}