{"id":42295,"date":"2018-10-24T20:37:19","date_gmt":"2018-10-24T13:37:19","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=42295"},"modified":"2018-10-25T15:37:56","modified_gmt":"2018-10-25T08:37:56","slug":"imam-suroso-tki-sebagai-pahlawan-devisa-wajib-dilindungi-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=42295","title":{"rendered":"Imam Suroso : TKI Sebagai &#8216;Pahlawan Devisa&#8217; Wajib Dilindungi Negara"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta.  Seputar Nusantara<\/strong>. TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bekerja di luar  negeri merupakan &#8216;pahlawan devisa&#8217; yang wajib dilindungi oleh  Pemerintah.<\/p>\n<p>Para TKI yang bekerja di luar negeri, masih banyak yang mengalami tindakan sewenang- wenang disana.<\/p>\n<p>Ada yang mendapatkan penyiksaan, penganiayaan, pelecehan seksual, pemerkosaan, tidak digaji, dan bahkan ada yang dibunuh.<\/p>\n<p>Padahal  mereka para TKI, bekerja di luar negeri sudah mengorbankan segalanya,  harta, waktu, tenaga, bahkan harus terpisah dengan keluarganya di  Indonesia.<\/p>\n<p>Menurut <strong>H. Imam Suroso, S. Sos., SH., MM., Anggota  Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan,<\/strong> kalau memang masih ada  kejadian yang merugikan TKI seperti penganiayaan, maka BNP2TKI (Badan  Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) harus  bertindak.<\/p>\n<p>&#8221; Disamping tugas BNP2TKI, di luar negeri kan ada  KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dan juga Kementerian Luar  Negeri, maka harus membantu kesulitan yang dialami oleh WNI di luar  negeri,&#8221; ungkap Imam Suroso kepada <a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\" target=\"_blank\">seputarnusantara.com<\/a> di Gedung Komisi IX DPR RI- Senayan, pada Rabu 24 Oktober 2018.<\/p>\n<p>&#8221;  Maka saya sarankan kepada seluruh TKI untuk melalui jalur- jalur resmi  jika ingin bekerja ke luar negeri. Sehingga mempunyai dokumen yang  lengkap dan sah, ketika terjadi masalah di luar negeri, maka Pemerintah  segera bisa bertindak, karena dokumennya lengkap,&#8221; tegas Imam Suroso,  Politisi PDI Perjuangan ini.<\/p>\n<p>Kemudian, lanjutnya, berbeda dengan  TKI yang bekerja secara illegal, melalui para calo dan perantara, mereka  dibujuk dengan iming- iming manis bekerja di luar negeri dengan gaji  besar, namun melalui jalur illegal. Ketika terjadi masalah, maka  Pemerintah kesulitan membantunya, karena dokumen tidak lengkap.<\/p>\n<p>&#8221;  TKI illegal akan kesulitan jika bermasalah disana, di BNP2TKI tidak ada  datanya, di KBRI juga tidak ada datanya, jadi sulit. Dan TKI illegal  juga bisa ditangkap sewaktu- waktu oleh Kepolisian di negara tersebut,&#8221;  ucap Imam Suroso.<\/p>\n<p>Namun, tambahnya, jika memang sudah terjadi  misalkan penganiayaan terhadap TKI, maka negara harus turun tangan  membantu mereka, karena bagaimanapun mereka adalah warga negara  Indonesia juga.<\/p>\n<p>&#8221; Sesulit apapun kasus yang menimpa TKI di luar  negeri, negara harus turun tangan membantu. Karena mereka adalah warga  negara Indonesia yang wajib dibantu permasalahannya,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Imam  Suroso memaparkan, beberapa kasus berhasil dibongkar pihak Kepolisian.  Seperti kasus perdagangan perempuan sejumlah 37 orang yang akan dijual  ke Malaysia, itu berhasil dibongkar dan ditangkap pelakunya.<\/p>\n<p>&#8221;  Yang ditangkap Kepolisian adalah TKI illegal dan para calo atau mafia  TKI. Ini termasuk dalam katagori Trafficking (perdagangan manusia), ini  harus dihentikan, ditangkap dan ditindak tegas,&#8221; pungkas Imam Suroso di  penghujung wawancara. <strong>(Aziz).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang bekerja di luar negeri merupakan &#8216;pahlawan devisa&#8217; yang wajib dilindungi oleh Pemerintah. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-42295","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42295"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42295\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42301,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42295\/revisions\/42301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}