{"id":4254,"date":"2010-09-30T12:41:01","date_gmt":"2010-09-30T12:41:01","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=4254"},"modified":"2010-09-30T12:41:47","modified_gmt":"2010-09-30T12:41:47","slug":"formappi-badan-kehormatan-dpr-mandul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=4254","title":{"rendered":"Formappi : BK DPR RI Mandul"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/formappi.JPG\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-4255\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"formappi\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/formappi-255x300.jpg\" alt=\"formappi\" width=\"179\" height=\"210\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/formappi-255x300.jpg 255w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/formappi.JPG 726w\" sizes=\"auto, (max-width: 179px) 100vw, 179px\" \/><\/a>Jakarta. Seputar Nusantara.<\/strong> Dalam satu tahun masa kerjanya, DPR RI periode 2009-2014 banyak melakukan<br \/>\nkunjungan  kerja ke daerah-daerah. Namun anehnya, kunjungan kerja tersebut tidak  merata, bahkan ada daerah yang belum pernah dikunjungi. Di sisi lain ada daerah yang berkali-kali dikunjungi. &#8220;Provinsi yang belum pernah didatangi itu Bengkulu dan Gorontalo. Dan yang paling  sering dikunjungi dan hampir semua komisi pernah ke sana itu Riau.  Tidak tahu ada magnet apa di Riau sehingga begitu sering dikunjungi,&#8221;  kata Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi)  Sebastian Salang. Data satu tahun kinerja DPR ini disampaikan di kantor Formappi, Jl Matraman<br \/>\nRaya, Jakarta Pusat, Kamis (30\/9\/2010). Data digali dari sumber-sumber terbuka dan dikonfirmasi melalui wawancara terseleksi.<!--more--><br \/>\nDaerah yang jarang dikunjungi lainnya, yakni Papua Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Barat. Sementara untuk wilayah yang sering dikunjungi seperti Riau, kunjungan juga lebih banyak ke instansi pemerintah, jarang ke masyarakat.<br \/>\nPadahal, kata Sebastian, kunjungan kerja dalam negeri DPR tahun ini menghabiskan dana Rp 404 miliar. Dalam  melaksanakan kunjungan kerja, DPR juga belum memiliki format baku untuk  disampaikan sebagai laporan\u00a0 pertanggungjawaban kepada publik.<\/p>\n<p>&#8220;Pengaduan masyarakat, banyak disampaikan beragam isu, tetapi tidak terlihat tindak lanjut yang dilakukan DPR,&#8221; kata Sebastian. Disamping itu, DPR juga dinilai defensif terhadap kritik masyarakat terhadap kunjungan  kerja. &#8220;Jika dikritik bertubi-tubi, DPR cenderung tidak melihat pesan  di balik itu. Yang penting mereka punya jawaban ketika ditanya  wartawan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Badan Kehormatan DPR Mandul<\/strong><\/p>\n<p>Satu tahun  masa kerja DPR juga diwarnai oleh konflik Badan Kehormatan (BK) DPR.  Alhasil, dari 22 pengaduan yang masuk, hanya 1 yang baru  ditindaklanjuti, yakni mengenai kasus dugaan &#8216;korupsi&#8217; ayat tembakau.<\/p>\n<p>&#8220;Konflik selama 7 bulan ini baru berakhir akhir Agustus. Mayoritas pengaduan belum ditindaklanjuti. Praktis satu tahun pertama BK DPR mandul,&#8221; kata Sebastian. (dtc\/Aziz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Dalam satu tahun masa kerjanya, DPR RI periode 2009-2014 banyak melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Namun anehnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4254","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4254"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4258,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4254\/revisions\/4258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}