{"id":4272,"date":"2010-09-30T13:10:29","date_gmt":"2010-09-30T13:10:29","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=4272"},"modified":"2010-09-30T13:13:55","modified_gmt":"2010-09-30T13:13:55","slug":"4272","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=4272","title":{"rendered":"Hj. Sadarestuwati ( Komisi V DPR RI ) : Infrastruktur Jalan Sepanjang Bibir Pantai Sangat Rawan Ambles"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/Sadarestuwati5.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4275\" title=\"Sadarestuwati\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/Sadarestuwati5.jpg\" alt=\"Sadarestuwati\" width=\"403\" height=\"302\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/Sadarestuwati5.jpg 448w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/09\/Sadarestuwati5-300x224.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 403px) 100vw, 403px\" \/><\/a>Gambar Atas : Hj. Sadarestuwati, Anggota Komisi V DPR RI yang juga Anggota Fraksi PDI Perjuangan<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Jakarta. Seputar Nusantara. <\/strong>Para  pakar dan aktivis lingkungan mengingatkan ancaman lebih besar lagi  terhadap Kota Jakarta, khususnya Jakarta Utara. Menyusul amblasnya jalan  RE Martadinata sepanjang 103 meter. Jakarta Utara merupakan peringatan  bagi Pemprov DKI Jakarta. Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi ) sudah  memperingatkan Jakarta akan tenggelam jika Pemprov DKI Jakarta tidak  peduli dengan pembangunan yang mengabaikan lingkungan. Peringatan itu  disampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta sejak awal 2008. Isinya :  Sebagian besar Kota Jakarta diprediksi akan tenggelam atau ditelan laut  pada 2050. Penyebabnya, permukaan tanah terus menurun, banjir rob atau  air laut pasang kerap menerjang, banjir kiriman rutin datang, proses  pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut, serta arus laut yang  bersifat merusak ( abrasi ).<!--more--><br \/>\nMenurut<strong> Hj. Sadarestuwati, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan<\/strong>,  bahwa perkiraan itu bisa terjadi bila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  tidak segera mengantisipasi. Apalagi, hampir 50 persen wilayah Jakarta  sangat rawan amblas, khususnya Jakarta Utara.<\/p>\n<p>Amblasnya sebagian Jalan raya RE Martadinata di Jakarta Utara, menurut <strong>Hj. Sadarestuwati<\/strong>,  adalah salah satu pertanda buruk. Tanda buruk lainnya yang sudah pernah  terjadi adalah banjir rob besar yang menenggelamkan jalan tol Bandara  Soekarno- Hatta pada tahun 2008, jebolnya Situ Gintung setahun kemudian,  dan tahun ini banyaknya tanggul jebol. Itu termasuk jebolnya tanggul  penahan air sepanjang 115 meter di bantaran saluran Kanal Barat yang  terletak di jalan Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan beberapa  waktu lalu.<\/p>\n<p><strong>Hj. Sadarestuwati<\/strong> menjelaskan bahwa amblesnya jalan  RE Martadinata kemungkinan terjadi lantaran tiang pancang yang menjadi  pondasi berada di tanah dengan kontur lunak sehingga mudah bergeser.  Apalagi, ada pengerukan di laut yang menimbulkan abrasi sehingga jalan  anjlok.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, jika mencermati kembali sejarah dari berita-berita  tahun sebelumnya, jalan RE Martadinata yang terletak di pinggiran  Jakarta Utara memang tergolong sangat rawan. Jalan ini selalu menjadi  langganan banjir saat hujan menerjang Jakarta. Jalan ini juga rutin  tergenang ketika banjir rob menghantam dari laut Jawa. Karena itu,  setiap awal tahun, saat musim hujan dan musim rob, jalan RE Martadinata  sudah langganan rusak dan berlubang.<\/p>\n<p>Ironisnya, dari pantauan seputarnusantara.com, bukan hanya jalan RE  Martadinata yang terancam ambrol, dan sekarang sudah terbukti terjadi.  Namun, masih ada deretan wilayah lain yang terancam ambrol, seperti  Tanjung Priok, Pademangan, Ancol, Kp. Bandan, Jalan Lodan, dan Pasar  Ikan Penjaringan di Jakarta Utara.<\/p>\n<p>Itu di Jakarta Utara. Sedangkan, di Jakarta Pusat wilayah yang  terancam ambles ada di Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, dan  sepanjang jalan protokol Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Di Jakarta Timur  yakni di Kawasan Industri Pulogadung dan Jalan Raya Bogor. Sedangkan, di  Jakarta Barat terletak di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, dan Kamal  Muara.<\/p>\n<p>\u201d Infrastruktur jalan sepanjang pantai memang sangat rawan ambles.  Untuk mengantisipasi ambles\/ ambrolnya jalan atau jembatan, ada sebuah  alat kontrol untuk mendeteksi kerusakan infrastruktur baik itu jalan  maupun jembatan. Kalau bicara nominal memang sangat mahal, tetapi kita  jangan melihat nilainya, tetapi lihatlah fungsinya. Saya ambil contoh  Jembatan Suramadu ( Surabaya- Madura ) itu sangat memerlukan dipasang  alat ini. Alatnya untuk jembatan namanya SHMS <em>( Structural Health Monitoring Sistem )<\/em>,  harganya antara Rp 40 \u2013 50 Miliar. Satu alat satu jembatan, dipasang di  jembatan untuk selalu memonitoring kondisi jembatan. Alat ini sangat  penting dipasang untuk jembatan besar seperti Suramadu,\u201d ungkap <strong>Hj. Sadarestuwati <\/strong>kepada seputarnusantara.com dengan gamblang.<\/p>\n<p>\u201d Terakhir menurut saya, system harus diperbaiki dalam pengadaan  barang dan jasa. Jangan takut untuk melaksanakan Keppres No. 80 itu.  Memang seringkali terjadi ketakutan- ketakutan dari pelaksana proyek.  Kita jangan bermimpi mempunyai infrastruktur yang handal jika systemnya  tidak diperbaiki secara bagus,\u201d tegas <strong>Hj. Sadarestuwati<\/strong>, Anggota Komisi V DPR RI ini.<strong> ( Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambar Atas : Hj. Sadarestuwati, Anggota Komisi V DPR RI yang juga Anggota Fraksi PDI Perjuangan Jakarta. Seputar Nusantara. Para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4272","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-politik"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4272","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4272"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4272\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4279,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4272\/revisions\/4279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4272"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4272"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4272"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}