{"id":4544,"date":"2010-10-12T01:45:58","date_gmt":"2010-10-12T01:45:58","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=4544"},"modified":"2010-10-12T01:53:55","modified_gmt":"2010-10-12T01:53:55","slug":"kisah-korban-banjir-wasior-yang-berebut-di-kapal-motor-gracelia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=4544","title":{"rendered":"Kisah Korban Banjir Wasior- Papua Barat Yang Berebut di Kapal Motor Gracelia"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/10\/wasior2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-4545\" style=\"border: 2px solid black; margin: 9px;\" title=\"wasior\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2010\/10\/wasior2.jpg\" alt=\"wasior\" width=\"210\" height=\"159\" \/><\/a>Wondama- Papua Barat. Seputar Nusantara.<\/strong> Kapal Motor Gracelia itu tiba di Wasior hari kedua pasca bencana, Selasa (5\/10) pukul 04.00 WIT pagi dengan membawa penumpang penuh. Namun setibanya di pelabuhan Kuripasai, Wasior, ribuan orang sudah menumpuk menunggu untuk naik kapal tersebut. Sementara itu, sekitar 300-an penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Manokwari tidak ingin turun karena khawatir ada banjir susulan. Alhasil, mereka berebut tempat dengan penumpang yang menyerbu naik keatas kapal.<!--more--><\/p>\n<p>&#8220;Yang penumpang dari Manokwari ingin kembali lagi, sedangkan yang di pelabuhan sudah ada ribuan orang ingin naik untuk ikut ke Manokwari,&#8221; cerita kapten Kapal Gracelia, Yanus Tatiorin (58) saat berbincang dengan detikcom di Pelabuhan Kuripasai, Waisor, Papua Barat, Senin (11\/10\/2010).<\/p>\n<p>Yanus mengatakan, dirinya sudah mendapat informasi sejak bertolak dari Pelabuhan Manokwari, bahwa telah terjadi banjir bandang di Waisor.??&#8221;Kita tidak menduga separah ini. Karena banyak kayu-kayu gelondongan di sekitar pelabuhan, membuat kita sulit merapat,&#8221; kata Yanus.<\/p>\n<p>Kapasitas KM Gracelia ini bermuatan 300 penumpang. Namun saat itu, sekitar 700 penumpang menyesaki setiap ruangan dan dek kapal. ??&#8221;Padat sekali. Kita berangkat pukul 22.00 malam itu,&#8221; kata pria yang sudah menjadi kapten kapal selama\u00a0 35 tahun ini.<\/p>\n<p>KM Gracelia selama ini diperbantukan untuk mengangkut para pengungsi korban banjir bandang Wasior. KM Gracelia sudah melakukan tiga kali perjalanan pulang pergi (PP) Manokwari-Wasior membawa pengungsi.??Yanus menuturkan, kondisi penumpang saat itu sangat memprihatinkan. Ada yang menangis karena keluarganya hilang, ada\u00a0 juga yang luka-luka.<\/p>\n<p>&#8220;Saat perjalanan yang kedua kali kita bawa 6 jenazah dan 64 korban luka, sedangkan 300 lainnya sehat,&#8221; ungkap Yanus.?? KM Gracelia ini memang kapal penumpang yang biasa melakukan perjalanan Manokwari-Wasior (PP). Pada perjalanan regulernya, KM Gracelia menarik biaya Rp 175 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 300 ribu untuk kelas eksekutif.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi selama membawa pengungsi semua ditanggung oleh Pemprov Papua Barat,&#8221; ucapnya.??KM Gracelia ini disewa oleh pasukan pengaman presiden yang menjadi\u00a0 tim advance bagi kedatangan Presiden SBY pada Rabu (13\/10) besok. (dtc\/Aziz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wondama- Papua Barat. Seputar Nusantara. Kapal Motor Gracelia itu tiba di Wasior hari kedua pasca bencana, Selasa (5\/10) pukul 04.00 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-4544","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sosial"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4544"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4556,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4544\/revisions\/4556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}