{"id":46690,"date":"2020-03-07T22:06:29","date_gmt":"2020-03-07T15:06:29","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=46690"},"modified":"2020-03-07T22:08:04","modified_gmt":"2020-03-07T15:08:04","slug":"meluruskan-makna-jihad-46-antara-al-quran-dan-al-furqan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=46690","title":{"rendered":"Agama Islam = Meluruskan Makna Jihad (46) = Antara Al-Qur&#8217;an dan Al- Furqan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta<\/strong>. <strong>Seputar Nusantara.<\/strong> Al-Quran memiliki banyak makna. Yang dikenal secara umum ialah kitab suci yang diturunkan oleh Allah melalui perantaraan Jibril kepada Muhammad untuk diteruskan kepada umatnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Dari pengertian ini sinonim dengan Al-Furqan, Al-Kitab, dan Al-Dzikr, sebagaimana diperkenalkan oleh <em>Ulumul Qur&#8217;an<\/em>. Namun jika dilihat lebih khusus Al-Quran memiliki tekanan pengertian yang berbeda dengan Al-Furqan.<\/p>\n\n\n\n<p>Al-Quran secara literal berarti bacaan, bentuk\u00a0<em>mashdar<\/em>\u00a0dari kata\u00a0<em>qara&#8217;a-yaqra&#8217;u-qur&#8217;an<\/em>, berarti bacaan. Secara literal juga bisa berarti lain, berasal dari kata\u00a0<em>al-qur&#8217;\u00a0<\/em>seakar kata dengan\u00a0<em>quru&#8217;<\/em>, berarti himpunan, kumpulan (<em>al-jam&#8217;<\/em>). Kata ini pernah digunakan di dalam Al-Quran, yaitu :\u00a0<em>Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya<\/em>. (Q.S. al-Qiyamah\/75:17).<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan Al-Furqan secara literal berarti pembeda, pemisah, bentuk\u00a0<em>mashdar<\/em> dari kata\u00a0<em>farraqa-yafarriqu-furqan<\/em>\u00a0berarti pembeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Al-Quran lebih menekankan aspek pertemuan (<em>encounter<\/em>), yaitu mengumpulkan, menghimpun, atau mempertemukan berbagai unsur yang berbeda atau berserakan. Al-Quran lebih menekankan aspek makro karena itu lebih menekankan aspek<em>\u00a0formal identity<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan Al-Furqan yang lebih menekankan aspek perbedaan (<em>differentiation<\/em>), yang lebih mengedepankan pendekatan mikro. Karena itu model pendekatannya lebih menekankan\u00a0<em>principle of negations<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks tasawuf, istilah Al-Quran sering dipinjam dalam arti perjalanan makrokosmos Insan Kamil mengikuti proses kehadiran Lima Eksistensi (<em>al-Hadharat al-Khamsah<\/em>), yakni perjalanan atau pergerakan sentripetal menuju puncak (<em>min al-tafshil ila al-ijmal<\/em>). <\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan Al-Furqan yang sering dipinjam untuk menggambarkan perjalanan spiritual dari puncak (<em>al-&#8216;alam al-&#8216;ulya<\/em>) ke bawah (<em>al-&#8216;alam al-sufla<\/em>), yakni perjalanan atau pergerakan sentrifugal menjauhi puncak.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu,&nbsp;<em>al-furqan<\/em>&nbsp;disebut juga perjalanan dari atas (<em>al-&#8216;alam al-&#8216;ulya<\/em>) ke bawah (<em>al-&#8216;alam al-sufla<\/em>). Semakin ke atas semakin menyatu (<em>qur&#8217;an\/oneness<\/em>) dan semakin ke bawah semakin berbeda (<em>furqan\/manyness<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanan Al-Quran disebut dengan&nbsp;<em>al-<\/em>qaus al-al-su&#8217;ud, yang biasa disebut&nbsp;<em>taraqqi<\/em>&nbsp;(melangit); atau kalangan arifin menyebutnya&nbsp;<em>maqam<\/em>&nbsp;al-<em>Haq<\/em>.&nbsp;<em>Maqam<\/em>&nbsp;ini di dalamnya berlaku ketentuan batin (<em>al-hukumah al-bathiniyyah<\/em>). Ketika kembali menjadi wujud batin, maka pada saat itu ia memanifestasikan nama kemahapenyayangan Tuhan (<em>Ism<\/em>&nbsp;<em>al-Rahmaniyyah<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Disebut demikian karena para makhluk dalam wujud ini mendapatkan rahmat\u00a0<em>rahimiyyah<\/em>-Nya. Itulah sebabnya ketika manusia berpulang ke\u00a0<em>rahmatullah<\/em> diucapkan kalimat:\u00a0<em>Inna lillah wa inna ilaihi raji&#8217;un<\/em>\u00a0(Q.S. al-Baqarah\/2:156). <\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya Al-Furqan disebut\u00a0<em>al-qaus al-nuzul<\/em>, yang biasa disebut\u00a0<em>tanazul<\/em>(membumi); karena itu\u00a0<em>maqam\u00a0<\/em>ini disebut\u00a0<em>maqam nuzul<\/em>\u00a0atau kalangan\u00a0<em>arifin<\/em> menyebutnya\u00a0<em>maqam al-khalq<\/em>.\u00a0<em>Maqam<\/em>\u00a0ini di dalamnya berlaku ketentuan\u00a0<em>dhahir<\/em> (<em>al-hukumah<\/em>\u00a0<em>al-dhahiriyyah<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika menjadi wujud\u00a0<em>dhahir<\/em>, maka pada saat itu ia memanifestasikan nama kemahapengasihan Tuhan (<em>Ism al-Rahmaniyyah<\/em>). Disebut demikian karena keseluruhan makhluk dalam wujud ini mendapatkan\u00a0<em>rahmat rahmaniyyah<\/em>-Nya. Dengan demikian, perjalanan spiritual manusia: dari Al-Quran ke Al-Furqan dan kembali lagi ke Al-Quran.<br><br><strong>Prof. DR. H. Nasaruddin Umar, MA<\/strong>.,\u00a0<em>Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. Al-Quran memiliki banyak makna. Yang dikenal secara umum ialah kitab suci yang diturunkan oleh Allah melalui perantaraan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-46690","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-agama-dan-opini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46690","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=46690"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46690\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46692,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46690\/revisions\/46692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=46690"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=46690"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=46690"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}