{"id":47213,"date":"2020-07-01T20:07:02","date_gmt":"2020-07-01T13:07:02","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=47213"},"modified":"2020-07-01T20:07:26","modified_gmt":"2020-07-01T13:07:26","slug":"komisi-viii-dpr-ri-jelaskan-usul-penarikan-ruu-p-ks-penghapusan-kekerasan-seksual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=47213","title":{"rendered":"Komisi VIII DPR RI Jelaskan Mengenai Usul Penarikan RUU P-KS (Penghapusan Kekerasan Seksual)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"250\" class=\"wp-image-47214\" style=\"width: 300px\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Ace.jpg\" alt=\"\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Jakarta<\/strong>. Seputar Nusantara. Komisi VIII DPR RI menjelaskan soal usul penarikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. Komisi VIII DPR mengungkapkan sesungguhnya hanya dua RUU prioritas dan RUU P-KS tak termasuk di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nah, surat ini sudah kami layangkan ke Baleg. Namun, setelah itu keluar dari Baleg kok yang muncul adalah Undang-Undang P-KS dan revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana. Tentu kami keberatan. Kami menyampaikan sebenarnya yang menjadi prioritas kami untuk tahun 2020 ini adalah dua Undang-Undang ini,&#8221; kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily di kompleks MPR\/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 1 Juli 2020.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tetapi yang muncul di Baleg justru Undang-Undang Lanjut Usia nggak masuk, padahal ini prioritas kedua, prioritas ketiga adalah Undang-Undang P-KS,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun Ace mendapat informasi bahwa Baleg DPR RI siap mengambil alih pembahasan RUU P-KS pada Prolegnas Prioritas 2021. Komisi VIII DPR mempersilakan bila Baleg ingin membahas RUU itu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kemarin kami mendapatkan kabar dari Baleg bahwa Baleg mau ambil alih pembahasan Undang-Undang P-KS. Tentu kami dengan senang hati, silakan diambil oleh Baleg. Biar kami lebih fokus pada Undang- Undang ini, yaitu Undang-Undang Lanjut Usia dan Undang-Undang Penanggulangan Bencana,&#8221; ucap Ace.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut Ace mengatakan Komisi VIII DPR RI terkendala waktu bila membahas tiga RUU hingga Oktober 2020. Dia mengatakan justru bila RUU PKS dibahas Baleg bisa dilakukan dengan lintas Komisi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Baleg punya keinginan untuk mengambil alih Undang-Undang P-KS, kami persilakan, karena di Baleg kan semua spektrum, semua pendekatan bisa ada di situ, seperti misalnya Undang-Undang Cipta Kerja kan Baleg bisa lintas komisi, tuh,&#8221; ujar Ace.<\/p>\n\n\n\n<p>Ace menjelaskan substansi\u00a0RUU P-KS\u00a0tak hanya terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun juga meliputi proses hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Karena substansi dari Undang-Undang P-KS bukan hanya soal kekerasan perempuan dan anak, tapi juga soal pidananya, soal penindakannya, kaitannya dengan proses hukum,&#8221; tutur Ace.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan\u00a0bahwa Baleg\u00a0siap mengambil alih usulan RUU P-KS di Prolegnas Prioritas 2021. Dia memberi jaminan kepada semua pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nanti kalau, komitmen kami, kalau Komisi VIII DPR tidak mengusulkan, Baleg yang akan mengusulkan,&#8221; ucap Supratman.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya justru makanya saya katakan, saya beri jaminan ke teman-teman\u00a0Komnas Perempuan\u00a0dan yang lain, kalau Komisi VIII, Prolegnas 2021 tidak usulkan, maka Baleg yang akan mengusulkan itu,&#8221; imbuhnya. <strong>(Aziz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily Jakarta. Seputar Nusantara. Komisi VIII DPR RI menjelaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-47213","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47213"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47213\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47216,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47213\/revisions\/47216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}