{"id":48569,"date":"2021-02-03T18:45:48","date_gmt":"2021-02-03T11:45:48","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=48569"},"modified":"2021-02-03T18:48:30","modified_gmt":"2021-02-03T11:48:30","slug":"ketua-dpd-ri-sebut-bahwa-keberagaman-agama-menjadi-ciri-khas-bangsa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=48569","title":{"rendered":"Ketua DPD RI : Keberagaman Agama Jadi Ciri Khas Bangsa Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"331\" height=\"236\" class=\"wp-image-48570\" style=\"width: 400px\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/20210203_183759.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/20210203_183759.jpg 331w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/20210203_183759-300x214.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 331px) 100vw, 331px\" \/><\/p>\n\n\n\n<p><em>Keterangan foto : AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Ketua DPD RI<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jayapura. Seputar Nusantara.<\/strong>&nbsp;Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar. Bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan keyakinan. Keberagaman ini sudah tercipta sejak awal Indonesia berdiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan keberagaman agama dan keyakinan menjadi ciri khas Bangsa Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut disampaikan LaNyalla saat bersilaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua, di Jayapura, Rabu 3 Februari 2021.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSejak Bangsa Indonesia berdiri, negeri ini sudah dihiasi dengan keberagaman agama, keyakinan, budaya, dan masih banyak lagi. Bangsa ini lahir dan besar dari keberagaman tersebut. Perbedaan yang kemudian bersatu untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa merdeka,\u201d katanya.&nbsp; &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>LaNyalla bahkan menilai keberagaman tersebut yang membuat Indonesia hebat dan mampu terus tumbuh seperti sekarang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSecara alamiah, intoleransi tidak ada di Indonesia, kecuali ditumbuhkan oleh sebagian kecil oknum. Tujuannya tidak lain untuk memicu dan menyulut permusuhan di antara umat beragama,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Senator asal Jawa Timur itu&nbsp;mengatakan bahwa keberagaman telah menciptakan toleransi di tengah-tengah masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cToleransi itu adalah intisari kehidupan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hal ini bisa dilihat dari Gereja Katedral yang berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Dua simbol megah ini menjadi gambaran betapa toleransi di Indonesia itu luar biasa,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak itu saja, LaNyalla juga mencontohkan bagaimana pluralismenya masyarakat Bali.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLihatlah Bali. Jika kita Shalat Jumat di Bali, di lingkungan umat Hindu, keamanan dan kedamaian tetap tercipta. Kebersamaan itulah yang menjadi milik kita,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu juga mencontohkan bagaimana Rumah Inspirasi yang berusaha mengikis diskriminasi melalui pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>LaNyalla mengatakan pendidikan sangat penting untuk menjadikan seseorang itu memahami konteks toleransi, pluralitas dan kebersamaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMasyarakat Indonesia ibarat satu dalam perbedaan, seperti seikat karangan bunga yang terdiri dari beragam bunga dalam satu bingkai, itulah Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,\u201d katanya<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan itu, LaNyalla menyebut pertemuan dengan FKUB sangat penting. Karena, FKUB bisa memberikan masukan dan aspirasi dari berbagai elemen kelompok masyarakat kepada DPD.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTerutama bagaimana kita membangun Papua yang sejahtera dan berkeadilan. Kita harus memahami, bahwa semua perbedaan dalam masyarakat, baik itu perbedaan etnis maupun agama adalah kehendak dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini harus kita sikapi sebagai sumber kekuatan dan kekayaan budaya bangsa, bukan alasan memecah-belah bangsa ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, pelaksanaan tugas kepala daerah\/wakil kepala daerah dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan, sebagian dipikul oleh FKUB.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOleh sebab itu, saya meminta FKUB untuk meningkatkan kewaspadaan untuk memonitor semua potensi gejolak sosial yang ada di tanah Papua ini. Apalagi, sebagian tugas FKUB berurusan dengan sebagian tugas kami selaku senator,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu mengatakan, peran FKUB sangat penting sebagai tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat. FKUB dituntut menjaga toleransi dan kerukunan, serta sangat efektif menyelesaikan konflik agama.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cForum Kerukunan Umat Beragama harus solid. Karena berperan strategis dalam merawat kerukunan umat beragama di masa mendatang,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Ketua I FKUB Ustadz Saiful Islam Al Payage (Ketua MUI Papua) dan Sekretaris FKUB Tunggul H Pasaribu serta 13 Tokoh Agama lainnya. (<strong>Aziz<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Ketua DPD RI Jayapura. Seputar Nusantara.&nbsp;Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar. Bangsa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-48569","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48569"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48569\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48573,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48569\/revisions\/48573"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}