{"id":48985,"date":"2021-03-11T05:15:40","date_gmt":"2021-03-10T22:15:40","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=48985"},"modified":"2021-03-11T05:15:40","modified_gmt":"2021-03-10T22:15:40","slug":"bk-dpr-sejumlah-uu-yang-mengatur-bidang-pendidikan-perlu-diharmoniskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=48985","title":{"rendered":"BK DPR : Sejumlah UU Yang Mengatur Bidang Pendidikan Perlu Diharmoniskan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"401\" height=\"305\" class=\"wp-image-48986\" style=\"width: 400px\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/20210311_051258.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/20210311_051258.jpg 401w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/20210311_051258-300x228.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 401px) 100vw, 401px\" \/><\/p>\n\n\n\n<p><em>Keterangan foto : Kepala Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal DPR RI Inosentius Samsul<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Kepala Badan Keahlian (BK) Setjen DPR RI Inosentius Samsul mengungkapkan, perlu dilakukan kajian terhadap sejumlah Undang- Undang yang mengatur pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menyinkronkan dan mengharmoniskan materi muatan agar tidak terjadi tumpang-tindih dan multitafsir dari para pemangku kepentingan, baik itu pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan tersebut diungkapkan Sensi, sapaan akrabnya, pada saat menjadi&nbsp;<em>Opening Speech<\/em>&nbsp;di acara&nbsp;<em>Focus Group Discussion<\/em>&nbsp;(FGD) dengan tema, &#8216;Revisi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Penataan Undang-Undang di Bidang Pendidikan Melalui Pendekatan Omnibus Law&#8217; yang diselenggarakan atas kerja sama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Badan Keahlian Setjen DPR RI di Bandung, Jawa Barat (9\/3\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sinkronisasi dan harmonisasi dilakukan untuk menyelesaikan beberapa permasalahan baik dalam materi muatan maupun implementasi undang-undang tersebut. Termasuk adanya gagasan mengenai diperlukannya metode atau pendekatan&nbsp;<em>omnibus law<\/em>&nbsp;dalam melakukan penataan undang-undang di bidang pendidikan,&#8221; papar Sensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia mengungkapkan, selain Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) terdapat juga beberapa undang-undang yang mengatur bidang pendidikan antara lain UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, UU 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan UU 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya beberapa ketentuan dalam undang-undang tersebut masih mengatur secara parsial mengenai subsistem dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. Akibat pengaturan secara parsial tersebut dalam pelaksanaannya menimbulkan ketidaksinkronan, ketidakharmonisan antar undang-undang. Bahkan tak jarang terjadi multi tafsir para pemangku kepentingan di bidang pendidikan di pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, Rektor UPI Bandung M. Solehuddin mengungkapkan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dan penataan undang-undang di bidang pendidikan merupakan satu keharusan. Karena saat ini ada beberapa alasan mengapa undang-undang ini memang sudah perlu direvisi. Dilihat dari sisi usia, UU Sisdiknas sudah mendekati usia 20 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sehingga kalau sekarang mulai dirintis buat\u00a0<em>omnibus law<\/em>\u00a0selesainya genap 20 tahun, berarti undang-undang ini diganti dengan undang-undang yang baru atau diperbaharui dengan undang-undang yang baru,&#8221; ujar Solehuddin.\u00a0(<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Kepala Badan Keahlian (BK) Sekretariat Jenderal DPR RI Inosentius Samsul Jakarta. Seputar Nusantara. Kepala Badan Keahlian (BK) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-48985","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48987,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48985\/revisions\/48987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}