{"id":51667,"date":"2022-03-18T12:43:33","date_gmt":"2022-03-18T05:43:33","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=51667"},"modified":"2022-03-18T12:43:45","modified_gmt":"2022-03-18T05:43:45","slug":"wakil-ketua-dpd-mahyudin-dukung-pencak-silat-masuk-kurikulum-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=51667","title":{"rendered":"Wakil Ketua DPD Mahyudin Dukung Pencak Silat Masuk Kurikulum Pendidikan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"637\" height=\"407\" class=\"wp-image-51668\" style=\"width: 500px\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/20220318_124125.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/20220318_124125.jpg 637w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/20220318_124125-300x192.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 637px) 100vw, 637px\" \/><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin (kiri), saat menerima perwakilan dari organisasi Perkumpulan\u00a0\u00a0Pendekar Pencak Silat Indonesia (PPPSI) di Gedung DPD RI, Jakarta, Kamis (17\/3\/2022).\u00a0<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara<\/strong>. Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mahyudin mendukung aspirasi insan Pencak Silat untuk memasukan Pencak Silat ke dalam kurikulum di sekolah mulai tingkat dasar sampai menengah, bahkan hingga ke perguruan tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p>Demikian disampaikan oleh Mahyudin, saat menerima perwakilan dari organisasi Perkumpulan\u00a0\u00a0Pendekar Pencak Silat Indonesia (PPPSI) di Gedung DPD RI, Jakarta, Kamis (17\/3\/2022).\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami siap menampung aspirasi dan tentu akan kita tampung, kaji dan pelajari. Pastinya, Pencak Silat sejak dulu, memang bisa masuk ke sekolah-sekolah melalui pelajaran ekstrakurikuler. Apalagi Pencak Silat merupakan warisan budaya asli seluruh daerah di Indonesia,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Mahyudin juga berpesan agar Pencak Silat sebagai ilmu bela diri asli Indonesia, bisa dilestarikan oleh semua pihak, agar tidak diklaim oleh negara lain. Salah satu sarana melestarikan, tambahnya, bisa dengan memasukan pencak silat ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah.\u00a0\u00a0Walaupun menurutnya, untuk memasukan ke dalam kurikulum pendidikan tidaklah mudah.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMungkin nantinya perlu dikaji terlebih dahulu, bagaimana jika Pencak Silat masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Apakah masuk sebagai salah satu materi pelajaran olah raga atau kebudayaan?\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Senator asal Kalimantan Timur itu juga mendorong agar seluruh insan Pencak Silat, terutama anggota Perkumpulan Pendekar Pencak Silat Indonesia (PPPSI), bisa memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana dalam mensosialisasikan kegiatan organisasi. Sehingga Pencak Silat bisa diterma oleh masyarakat luas, terutama kalangan anak muda.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalangan generasi muda saat ini lebih suka melihat informasi melalui media sosial, seperti tik tok, instagram, youtube, dan sebagainya. Jadi alangkah baiknya, jika Pencak Silat sebagai ilmu bela diri dan nilai-nilainya, bisa disebarkan melalui media sosial, agar lebih disukai anak muda,\u201d katanya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pertemuan itu, Mayudin juga mengapresiasi keinginan PPPSI dalam mengembangkan organisasi di 34 provinsi seluruh Indonesia. Selain juga mengapresiasi atas terciptanya senam Pencak Silat yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah seluruh daerah di Indonesia. (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin (kiri), saat menerima perwakilan dari organisasi Perkumpulan\u00a0\u00a0Pendekar Pencak Silat Indonesia (PPPSI) di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-51667","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/51667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=51667"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/51667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51669,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/51667\/revisions\/51669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=51667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=51667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=51667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}