{"id":53286,"date":"2022-08-09T18:00:00","date_gmt":"2022-08-09T11:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=53286"},"modified":"2022-08-09T19:42:25","modified_gmt":"2022-08-09T12:42:25","slug":"dinas-perkimtan-kabupaten-purworejo-geber-program-kota-tanpa-kumuh-kotaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=53286","title":{"rendered":"Dinas Perkimtan Purworejo Geber Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"654\" height=\"424\" class=\"wp-image-53301\" style=\"width: 500px\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_192441.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_192441.jpg 654w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_192441-300x194.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 654px) 100vw, 654px\" \/><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Eko Paskiyanto, A. Pi., MM., Kepala Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Purworejo. Seputar Nusantara. <\/strong>Program Pencegahan dan Peningkatan Kualtias Perumahan dan Permukiman Kumuh merupakan salah satu target RPJMN Pemerintah Pusat dan target RPJMD Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2021- 2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut <strong>Eko Paskiyanto, A. Pi., MM., Kepala Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Jawa Tengah<\/strong>, bahwa ada 7 indikator yang menjadi acuan bersama dalam penanganan kumuh yang harus diselesaikan. Ketujuh indikator tersebut adalah <strong><em>pertama<\/em><\/strong>, peningkatan kualitas aspek bangunan hunian, <strong><em>kedua<\/em><\/strong>, peningkatan kuantitas dan kualitas akses jalan lingkungan, <strong><em>ketiga<\/em><\/strong>, peningkatan akses layanan air minum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"639\" height=\"359\" class=\"wp-image-53303\" style=\"width: 500px\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_192754.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_192754.jpg 639w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_192754-300x169.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 639px) 100vw, 639px\" \/><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Kawasan RTP (Ruang Terbuka Publik) di Jalan Merpati- Kecamatan Kutoarjo, dilengkapi dengan tempat Kuliner dan sarana prasarana lainnya<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Kemudian <strong><em>keempat<\/em><\/strong>, peningkatan kuantitas dan kualitas drainase, <strong><em>kelima<\/em><\/strong>, peningkatan kuantitas dan kualitas akses sanitasi, <strong><em>keenam<\/em><\/strong>, peningkatan akses layanan persampahan, dan <strong><em>ketujuh<\/em><\/strong>, peningkatan akses layanan proteksi kebakaran,&#8221; ungkap Eko Paskiyanto kepada seputarnusantara.com di ruang kerjanya, pada Selasa 9 Agustus 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>Eko Paskiyanto lebih lanjut menjelaskan bahwa selain 7 indikator tersebut, ada tiga hal yang harus menjadi prioritas utama lima tahun terakhir ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo harus memastikan bahwa <strong><em>pertama<\/em><\/strong>, akses layanan air minum sudah 100%, <strong><em>kedua<\/em><\/strong>, akses layanan sanitasi 100% dan <strong><em>ketiga<\/em><\/strong>, 0 Ha penanganan kumuh bagi masyarakat berpenghasilan rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"430\" class=\"wp-image-53305\" style=\"width: 500px\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_193206.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_193206.jpg 768w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/20220809_193206-300x168.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Kawasan Saudagaran- Kutoarjo sangat indah, bersih dan asri<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Penanganan kemiskinan serta penanganan perumahan dan permukiman kumuh di Kabupaten Purworejo sudah mulai dilakukan sejak tahun 2008- 2014 dengan berbagai program penanggulangan kemiskinan seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), Jaring Pengaman Sosial dan PNPM Mandiri Perkotaan dan Perdesaan yang tersebar di hampir semua Desa\/ Kelurahan di Kabupaten Purworejo,&#8221; terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Eko Paskiyanto memaparkan bahwa untuk mengatasi permasalahan kumuh tersebut, konsep penanganan kumuh yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo bekerjasama dengan Pemerintah Pusat di 2 Kecamatan yang dianggap kumuh, penanganan kumuh dengan konsep skala lingkungan dan skala kawasan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Penanganan kumuh dengan konsep skala lingkungan lebih banyak difokuskan kegiatannya di masing- masing Kelurahan secara terpisah. Sedangkan konsep skala kawasan, penanganan kumuh tidak dibatasi hanya pada 1 Kelurahan saja, tetapi bisa beberapa Kelurahan ditangani secara bersamaan karena punya tipikal dan permasalahan yang sama dan minimal angka kekumuhannya seluas 15 Ha,&#8221; urai Kepala Dinas Perkimtan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, saat ini konsep penanganan kumuh skala kawasan sudah dilaksanakan di Kecamatan Kutoarjo khususnya di Kelurahan Kutoarjo dan Kelurahan Semawung Daleman melalui Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Adapun capaian penanganan perumahan dan permukiman kumuh yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Purworejo dari awalnya 11 Kelurahan masuk katagori kumuh sampai akhir tahun 2021. Sedangkan saat ini tinggal 7 Kelurahan saja yang masuk katagori kumuh, dan akan diselesaikan hingga 0 yang artinya Kota Tanpa Kumuh di Purworejo pada tahun 2023,&#8221; tegasnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Eko Paskiyanto menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini ada 7 Kelurahan masuk katagori kumuh, yaitu 5 Kelurahan di Kecamatan Purworejo (Mranti, Keseneng, Pangen Jurutengah, Purworejo, dan Baledono) dan 2 Kelurahan di Kecamatan Kutoarjo (Semawung Daleman dan Kutoarjo).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Untuk mensukseskan program Kotaku, Dinas Perkimtan Purworejo melakukan kegiatan berupa perbaikan\/ pembangunan saluran drainase, pembangunan IPAL, tempat sampah, gerobak sampah, dan penyelesaian kios Pesona Kuliner Kutoarjo,&#8221; terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Eko Paskiyanto menegaskan bahwa berdasarkan pengalaman penanganan perumahan dan permukiman kumuh yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Purworejo khususnya di 2 Kecamatan yaitu Purworejo dan Kutoarjo, bisa menjadi ilmu atau pengetahuan untuk mencegah terjadinya kekumuhan baru di wilayah Desa\/ Kelurahan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red.) selalu berkolaborasi dengan Lembaga Peduli dan masyarakat umum untuk mencegah terjadinya kekumuhan baru,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Saya berharap, setelah Kotaku dibangun, masyarakat ikut peduli dan ikut memiliki Kotaku. Kepedulian dari masyarakat sangat kita harapkan agar Kotaku dapat menyebar ke daerah- daerah lainnya. Kotaku bisa dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya oleh masyarakat, sehingga memberikan dampak yang sangat positif,&#8221; pungkas Eko Paskiyanto di penghujung Wawancara dengan seputarnusantara.com (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Eko Paskiyanto, A. Pi., MM., Kepala Dinas Perkimtan (Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan) Kabupaten Purworejo- Jawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-53286","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=53286"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53286\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53308,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53286\/revisions\/53308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=53286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=53286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=53286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}