{"id":53933,"date":"2022-09-08T14:00:00","date_gmt":"2022-09-08T07:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=53933"},"modified":"2022-09-08T14:40:13","modified_gmt":"2022-09-08T07:40:13","slug":"ketua-dpr-ri-puan-maharani-minta-evaluasi-sistem-belajar-di-pondok-pesantren-agar-tak-terulang-kasus-kekerasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=53933","title":{"rendered":"Ketua DPR Puan Maharani Minta Evaluasi Sistem Belajar di Pondok Pesantren Agar Tidak Terulang Kasus Kekerasan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"512\" height=\"318\" class=\"wp-image-53936\" style=\"width: 500px\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/20220908_142955.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/20220908_142955.jpg 512w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/20220908_142955-300x186.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Ketua DPR RI DR. (H.C) Puan Maharani foto bersama dengan para santriwati.\u00a0<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara. <\/strong>Ketua DPR RI DR. (H.C) Puan Maharani menyoroti kasus kematian santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo- Jawa Timur, berinisial AM (17) yang diduga dianiaya teman sesama santri. AM meninggal dunia diduga dianiya 2 orang santri yang merupakan kakak kelasnya. Polisi sudah menjemput 2 orang santri terduga pelaku untuk mengetahui penyebab kematian AM. Puan mendesak pemerintah melakukan evaluasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Kami meminta Pemerintah melakukan evaluasi sistem pembelajaran di Pondok Pesantren (Ponpes) agar tidak terulang lagi kasus kekerasan di lingkungan Ponpes. Lembaga pendidikan keagamaan seharusnya menjadi pusat pendidikan mental dan karakter agar peserta didik menjadi pribadi unggul secara intelektual maupun akhlak,\u201d kata Puan Maharani dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (7\/9\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Mantan Menteri Koordinator PMK (Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan) itu menyayangkan terjadinya tindak kekerasan di Ponpes Gontor. Puan mengatakan, segala bentuk tindak kekerasan dalam dunia pendidikan tidak dapat ditolerir. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; DPR RI sangat prihatin atas terjadinya kasus kekerasan di lingkungan Pondok Pesantren di Jawa Timur yang mengakibatkan seorang santri kehilangan nyawanya,\u201d kata Puan Maharani.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Atas nama pimpinan DPR RI, saya mengucapkan belasungkawa atas kematian santri AM. Apapun alasannya, setiap bentuk kekerasan, baik di lembaga pendidikan agama atau sekolah umum, tidak dapat dibenarkan,\u201d sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini.<\/p>\n\n\n\n<p>DPR pun meminta agar kasus kekerasan di Ponpes Gontor dapat diproses hukum secara adil dan transparan. Puan Maharani juga meminta kepada seluruh pihak tunduk terhadap proses hukum yang sedang berjalan. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Kami menegaskan, DPR akan ikut mengawal persoalan ini hingga tuntas. Alat Kelengkapan Dewan (AKD) terkait juga akan ambil bagian bersama Pemerintah dalam mengevaluasi sistem pendidikan di Pondok Pesantren untuk mengantisipasi terulangnya kasus kekerasan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Puan menambahkan, persoalan pendidikan sekolah ber-asrama perlu mendapat perhatian bersama. Masyarakat juga diharapkan ikut melakukan pengawasan agar sistem pendidikan di Indonesia bisa berjalan dengan baik. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Tidak boleh lagi terjadi kekerasan di lembaga pendidikan, apakah itu Pesantren ataupun lembaga pendidikan ber-asrama yang lain. Baik yang berlatar belakang agama ataupun tidak,\u201d tegas Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut meminta Pemerintah juga mengawasi secara ketat proses pembinaan terhadap para terduga pelaku kekerasan yang merupakan peserta didik. Apalagi, kata Puan, jika para terduga pelaku masih di bawah umur. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Mereka harus mendapat pembinaan yang tepat dan jangan sampai justru menimbulkan korban baru,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Puan berharap agar kasus ini tidak mendiskreditkan peran Pesantren. Dia menilai, kasus kekerasan tidak dapat digeneralisasi sebab sifatnya oknum yang melakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Pondok Pesanten sejak dulu memiliki peran dan pengaruh signifikan dalam proses pembangunan berbangsa dan bernegara. Selama ini, Pondok Pesantren telah berkontribusi menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang penuh akhlak,\u201d papar Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Jangan sampai satu kasus mencoreng nilai- nilai yang telah dibangun Pondok Pesantren untuk membantu membangun bangsa,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Puan pun mendukung upaya Kementerian Agama (Kemenag) RI yang akan menyusun regulasi untuk mengantisipasi kasus kekerasan di lembaga pendidikan agama dan keagamaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, Kemenag memang harus melakukan pengawasan lebih terhadap Ponpes sekalipun Pesantren merupakan lembaga independen. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201c Hal ini perlu dilakukan agar kasus kekerasan atau penganiayaan di Pesantren tidak terulang. Serta agar ada aturan yang rigid dalam mengatasi persoalan kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan agama dan keagamaan,\u201d tutup Puan Maharani. (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Ketua DPR RI DR. (H.C) Puan Maharani foto bersama dengan para santriwati.\u00a0 Jakarta. Seputar Nusantara. Ketua DPR [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-53933","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=53933"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53940,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/53933\/revisions\/53940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=53933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=53933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=53933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}