{"id":6048,"date":"2011-02-15T15:14:09","date_gmt":"2011-02-15T15:14:09","guid":{"rendered":"http:\/\/seputarnusantara.com\/?p=6048"},"modified":"2011-02-15T15:29:32","modified_gmt":"2011-02-15T15:29:32","slug":"dr-sumarjati-arjoso","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=6048","title":{"rendered":"Sumarjati Arjoso : Pemerintah Harus Tingkatkan Subsidi Kepada Petani"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta. Seputar Nusantara. <\/strong>RKP (Rencana Kerja Pemerintah) pemerintahan SBY pada tahun 2011 salah satunya adalah masalah kemandirian pangan di Indonesia. Tetapi sekarang yang terjadi, dengan alasan cuaca ekstrim, kemudian tiba- tiba pemerintah melakukan impor apalagi 0%. Hal tersebut sangat disayangkan oleh berbagai pihak.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan oleh <strong>Dr. Sumarjati Arjoso, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.<\/strong><\/p>\n<p>&#8221; Saya tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang membebaskan bea masuk impor terhadap59 jenis bahan pangan pokok,&#8221; ungkap Sumarjati Arjoso kepada seputarnusantara.com<\/p>\n<p>Menurutnnya, Indonesia harus punya program jangka panjang dalam rangka ketahanan pangan dan swasembada pangan. Sebab dengan ketahanan pangan, maka Indonesia menjadi negara yang kuat.<\/p>\n<p>&#8221; Yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah subsidi kepada petani ditingkatkan dan menghilangkan sistem ijon, juga harus ada lembaga ekonomi mikro yang dapat membantu petani dalam hal modal,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Mestinya Menteri Perdagangan merundingkan secara baik- baik dengan DPR masalah pembebasan bea masuk impor ini. Jangan serta merta memutuskan tanpa menganalisa dampak negatifnya di masyarakat.<\/p>\n<p>&#8221; Pemerintah juga harus melakukan diversifikasi pertanian dengan bahan pangan lokal, penyuluhan pertanian juga harus ditingkatkan demi peningkatan hasil pertanian,&#8221; pungkasnya. <strong>( Aziz )<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta. Seputar Nusantara. RKP (Rencana Kerja Pemerintah) pemerintahan SBY pada tahun 2011 salah satunya adalah masalah kemandirian pangan di Indonesia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-6048","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6048","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6048"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6048\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6054,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6048\/revisions\/6054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6048"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6048"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6048"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}