{"id":72854,"date":"2025-08-01T09:40:00","date_gmt":"2025-08-01T02:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=72854"},"modified":"2025-08-01T09:48:51","modified_gmt":"2025-08-01T02:48:51","slug":"laporan-keuangan-telkom-kuartal-ii-2025-telkom-percepat-eksekusi-transformasi-cetak-pendapatan-konsolidasi-rp73-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarnusantara.com\/?p=72854","title":{"rendered":"Laporan Keuangan Telkom Kuartal II 2025. Telkom Percepat Eksekusi Transformasi, Cetak Pendapatan Konsolidasi Sebesar Rp 73 Triliun"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"872\" height=\"444\" src=\"http:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG_20250801_094227.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-72856\" srcset=\"https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG_20250801_094227.jpg 872w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG_20250801_094227-300x153.jpg 300w, https:\/\/seputarnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG_20250801_094227-768x391.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 872px) 100vw, 872px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Keterangan foto : Kantor PT. Telkom<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jakarta, 1 Agustus 2025<\/strong>\u00a0\u2013 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) konsisten menjalankan agenda transformasi untuk memperkuat fundamental perusahaan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, di tengah- tengah tantangan kondisi makroekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat. Perseroan menutup paruh pertama tahun 2025 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 73,0 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) konsolidasi tercatat sebesar Rp 36,1 triliun dengan\u00a0<em>margin<\/em>\u00a0EBITDA pada 49,5%. Sementara itu, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 11,0 triliun dengan\u00a0<em>margin<\/em>\u00a0laba bersih pada 15%.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisnis Data, Internet, dan\u00a0<em>IT Services<\/em>\u00a0masih menjadi kontributor utama bagi total pendapatan perseroan, sebesar Rp 42,5 triliun. Pendapatan dari lini bisnis Network dan Layanan Telekomunikasi lainnya meningkat sebesar 9,8% YoY menjadi Rp 7,5 triliun, didorong oleh bisnis solusi pembayaran (<em>payment solutions<\/em>), jaringan (<em>network<\/em>), dan satelit. Lini bisnis interkoneksi juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,4% YoY menjadi Rp 5,0 triliun, terutama dikarenakan peningkatan trafik pada segmen\u00a0<em>international wholesale voice<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Direktur Utama Telkom Dian Siswarini <\/strong>mengatakan : \u201c Di tengah berbagai tantangan industri yang dinamis, Telkom terus mempercepat eksekusi strategi transformasi demi memperkuat daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang. Kami percaya bahwa kecepatan dalam mengeksekusi transformasi menjadi kunci untuk memenangkan pasar digital yang sangat kompetitif saat ini. Selain itu, kami juga secara konsisten memperkuat penerapan tata kelola sebagai fondasi utama perusahaan, serta mendorong implementasi budaya kerja,\u00a0<em>Digital Ways of Working<\/em>, yang menekankan pada keberanian dalam mengeksekusi untuk hasil terbaik, integritas terhadap etika, nilai, norma dan aturan yang berlaku, komitmen pada pelayanan yang terbaik, serta bertindak secara cepat, tepat, efektif, dan efisien dalam menghadapi perubahan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pada\u00a0<strong>segmen\u00a0<em>Consumer\u00a0<\/em>(<em>Mobile<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Fixed<\/em>\u00a0<em>Broadband<\/em>)<\/strong>, Telkomsel selaku anak usaha Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp 53,8 triliun.\u00a0<em>Digital Business<\/em>\u00a0tetap menjadi pendorong utama dengan menyumbang 90,6% dari pendapatan seluler, menegaskan komitmen Telkomsel terhadap optimalisasi nilai layanan dan kepuasan pelanggan. Selain itu, trafik data (<em>data payload<\/em>) mengalami peningkatan signifikan sebesar 20,1% menjadi 11.715.570 TB, yang menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan data berkualitas, seiring dengan tren konsumsi digital yang semakin masif. <\/p>\n\n\n\n<p>Pendapatan dari IndiHome residensial (B2C) juga tercatat stabil dengan pertumbuhan 0,5% YoY. \u00a0Total pelanggan IndiHome residensial (B2C) meningkat sebesar 10% YoY menjadi 10,1 juta pelanggan. Sedangkan total keseluruhan pelanggan IndiHome B2C dan B2B sebesar 11,3 juta pelanggan atau tumbuh 7,1% YoY. Sementara itu, total pelanggan seluler mencapai 158,4 juta pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Telkomsel terus memperkuat diferensiasi jaringan melalui ekspansi kapasitas untuk mendukung penggunaan layanan digital yang semakin meningkat. Hingga Juni 2025, Telkomsel mengoperasikan sebanyak 280.434&nbsp;<em>Base Transceiver Station<\/em>&nbsp;(BTS), yang terdiri atas 229.214 BTS 4G dan 2.537 BTS 5G. Langkah ini menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendorong perluasan layanan 5G serta memperkuat infrastruktur jaringan guna menghadirkan pengalaman digital yang lebih optimal bagi pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian\u00a0<strong>Segmen\u00a0<em>Enterprise<\/em><\/strong>, membukukan pendapatan sebesar Rp 10,0 triliun. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bidang bisnis\u00a0<em>Cloud, Digital IT Services<\/em>, dan\u00a0<em>Cybersecurity<\/em>, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pemain teknologi global. Telkom fokus memperkuat digitalisasi segmen Pemerintah, pengembangan solusi digital untuk\u00a0<em>Large Enterprise<\/em>, serta perluasan IndiBiz bagi pasar UKM melalui Telkom Regional di seluruh Indonesia. Langkah ini memperkuat kapabilitas Telkom dalam mendukung transformasi digital pelanggan B2B.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikutnya untuk\u00a0<strong>Segmen\u00a0<em>Wholesale and International<\/em><\/strong>, mencatat pendapatan sebesar Rp 9,7 triliun atau tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja positif bisnis infrastruktur digital, serta peningkatan pada layanan suara internasional (<em>International Wholesale Voice<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Telkom terus mencatat kemajuan signifikan dalam mempersiapkan Infranexia, entitas infrastruktur fiber TelkomGroup, menuju fase realisasi nilai berikutnya. Sebagai tonggak strategis, Infranexia diposisikan bukan sekadar aset, melainkan sebagai&nbsp;<em>platform<\/em>&nbsp;pertumbuhan yang siap untuk dikembangkan secara luas, dengan mandat yang jelas untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas. Infranexia siap mendukung agenda konektivitas nasional sekaligus mendorong penciptaan nilai jangka panjang bagi TelkomGroup.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada\u00a0<strong>Bisnis Menara Telekomunikasi<\/strong>, Mitratel sebagai anak usaha Telkom membukukan pendapatan positif sebesar Rp 4,6 triliun dengan pertumbuhan sebesar 2,2% YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp 3,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun, dengan\u00a0<em>margin<\/em>\u00a0EBITDA dan\u00a0<em>margin<\/em>\u00a0laba bersih masing-masing di angka 84% dan 23,8%.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada paruh pertama 2025, Mitratel menambah 378 menara untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri menara telekomunikasi, dengan total kepemilikan mencapai 39.782 menara. Selain itu, Mitratel mencatat penambahan 1.039&nbsp;<em>tenant<\/em>&nbsp;baru sehingga total&nbsp;<em>tenant<\/em>&nbsp;meningkat menjadi 60.907, serta meningkatkan rasio penyewaan (<em>tenancy ratio<\/em>) menjadi 1,53x. Perseroan juga terus memperkuat portofolio bisnisnya melalui penambahan 3.408 km kabel serat optik secara organik, menjadikan total panjang serat optik mencapai 54.447 km.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya untuk\u00a0<strong>Bisnis\u00a0<em>Data Center dan Cloud<\/em><\/strong>, mencatat pendapatan sebesar Rp 921 miliar. Hingga semester I 2025, Telkom mengoperasikan 35\u00a0<em>data center<\/em>\u00a0dengan total kapasitas 44 MW untuk melayani segmen\u00a0<em>enterprise<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>hyperscale<\/em>, serta 2.420\u00a0<em>rack<\/em>\u00a0untuk layanan\u00a0<em>edge data center<\/em>.\u00a0<em>Data Center<\/em>\u00a0milik Telkom tersebar di 30 lokasi di Indonesia dan 5 lokasi internasional, termasuk di Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste.<\/p>\n\n\n\n<p>NeutraDC selaku anak usaha Telkom, mengelola\u00a0<em>data center<\/em>\u00a0di 4 lokasi domestik dan 3 lokasi di Singapura. Tingkat utilisasi kapasitas\u00a0<em>data center<\/em>\u00a0NeutraDC mencapai sekitar 76%, yang didukung oleh basis pelanggan yang beragam, mencakup instansi pemerintah, perbankan, perusahaan besar, serta penyedia layanan\u00a0<em>cloud<\/em>\u00a0global. Seluruh fasilitas\u00a0<em>data center<\/em>\u00a0dirancang guna menjawab kebutuhan masa depan, termasuk daya tinggi yang dibutuhkan untuk perkembangan teknologi\u00a0<em>Artificial Intelligence<\/em>\u00a0(AI).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada semester I 2025, realisasi belanja modal (<em>capex<\/em>) TelkomGroup sebesar Rp 9,5 triliun atau 13,0% dari total pendapatan, mengalami penurunan sebesar 18,7% YoY. Penurunan rasio\u00a0<em>capex-to-revenue<\/em>\u00a0sejalan dengan strategi Telkom menerapkan fokus yang lebih tajam pada alokasi belanja modal guna memastikan bahwa baik belanja modal (<em>Capex<\/em>) maupun belanja operasional (<em>Opex<\/em>) digunakan dengan pendekatan berbasis pengembalian investasi.\u00a0 Lebih dari 50% dari total\u00a0<em>capex<\/em>\u00a0dialokasikan untuk perluasan konektivitas digital, meliputi jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, satelit, dan kabel laut bawah laut. Sisanya digunakan untuk mendukung pengembangan\u00a0<em>platform<\/em>\u00a0digital seperti\u00a0<em>data center<\/em>\u00a0dan layanan\u00a0<em>cloud<\/em>, serta layanan digital lainnya. Dengan memprioritaskan infrastruktur yang kuat dan inovasi yang berkelanjutan, Telkom terus mendorong transformasi digital sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan di seluruh Indonesia. (<strong>Aziz<\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>#ElevatingYourFuture<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keterangan foto : Kantor PT. Telkom Jakarta, 1 Agustus 2025\u00a0\u2013 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) konsisten menjalankan agenda transformasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-72854","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-headline"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=72854"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72854\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72860,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72854\/revisions\/72860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=72854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=72854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarnusantara.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=72854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}